Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Kematian Raf!


__ADS_3

Alex langsung menutup panggilan telepon itu. Dia akan segera menyingkirkan Raf yang sudah tidak berguna lagi.


Dengan kematian sang anak, Tuan Dama pasti akan geram dan menuntut balas. Pada saat itulah dia akan muncul.


"Pria tua yang bodoh, bagaimana bisa membuat anaknya dibakar hidup-hidup? itu hanya tipu muslihatnya agar aku menyerahkan Raf! Cih, tidak semudah itu!" Alex membuang ponselnya di dashboard mobilnya kemudian kembali fokus mengendarai mobil menuju markas utama Death Angel untuk memberikan ganjaran yang pantas kepada Raf.


SEBUAH KEMATIAN YANG PEDIH!


....


Butuh waktu beberapa menit untuk sampai di tempat itu, sudah banyak sekali rancangan tentang bagaimana dirinya akan menyiksa pria itu sampai tewas.


Dia tidak akan pernah memaafkan pria yang sudah menghina istrinya bahkan ingin memiliki istrinya.


Raf telah salah menilainya, Alex bukan pria yang lemah, bukan bos mafia yang gampang goyah, dia adalah pria yang akan menjadikan Raf abu. Dia akan membakar Raf, dalam kondisi hidup atau mati.


Semua yang ia lakukan, semata-mata hanya demi anak dan istrinya, dia tidak ingin cintanya tergganggu akan kehadiran Raf.


Di masa lalu, dia memang tidak mengerti dan memahami arti cinta. Tetapi setelah mendapatkan cinta Laras semuanya menjadi lebih mudah.


Cinta Laras memberikan kekuatan lebih untuk menghabisi semua musuh-musuhnya.


.


.


Sesampainya di markas utama...


Mobil sang mafia terparkir di depan markasnya, dia meraih ponsel yang ia lempar di atas dashboard mobil, kemudian dia segera turun dari mobil itu.


Setelah itu, dia berjalan masuk ke dalam markas.


Dia berjalan santai menuju ruang peradilan. Saat tepat di depan pintu ruang peradilan, ia melihat Willy yang masih setia menjaga Raf.


"Bos? kau sudah kembali? bagaimana keadaan istrimu?" tanya Willy merasakan kekhawatiran yang berlebih terhadap istri sang bos.


"Dia baik, sebentar lagi, aku akan memberikan pelajaran untuk pria licik itu. Kau istirahatlah!" pinta sang mafia.


"Baik bos!"


Willy telah pergi, Kini tinggal sang mafia yang akan mencabik-cabik tubuh pria kurang ajar macam Raf.


KLEK!


Pintu ruang peradilan telah terbuka, terlihat seorang pria yang sedang terkapar tak berdaya mencoba meminta sesuatu tetapi Alex yang tidak mau mendengarkan dan tidak ingin mendengarnya.


Suara pria itu sangat berat, beberapa detik kemudian ia 'pun berkata," Bunuh aku!"

__ADS_1


Alex segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam, perlahan tapi pasti langkahnya Alex menuju pria tersebut.


Setelah sang pria berada di bawah kakinya, Alex menekan kepala itu dengan satu kakinya.


"Oh, apakah ini yang dinamakan orang sombong? selalu banyak bicara tapi tidak memiliki etika." Alex menekan kepala Raf menggunakan kakinya.


Seketika suara Raf yang berat itu semakin menghilang, pita suaranya mungkin sudah rusak karena terlalu sering berteriak, dia menjadi sangat lemah di bawah kaki sang mafia.


"Haha, inilah akhir hidupmu! Kau adalah pria sombong yang sangat mengagungkan kekuasaan dan kekuatan mu! tetapi di bawah kaki ku, kau bisa apa? selain meminta pengampunan dariku, kau tidak akan mampu untuk melanjutkan hidupmu lagi! cepat katakan maaf!"


Alex benar-benar menunjukkan kebengisannya, mengetahui jika Raf tidak bisa berbicara, tapi dirinya meminta Raf untuk mengeluarkan suaranya.


Kali ini sang mafia tidak main-main dengan segala ucapannya, hari ini akan menjadi hari bersejarah karena Raf akan mati tepat di telapak kakinya.


"Katakan brengsek!" pekik Alex sembari mengangkat kakinya dan menginjak kepalanya lagi.


Raf sudah tidak bisa melakukan apapun, dia akan mati perlahan setelah ini.


"Haha, kau akan mati di tanganku! tunggu beberapa detik lagi," Alex berjongkok tepat di samping mayat hidup itu.


Sang mafia mengambil ponsel yang ada di saku celananya kemudian merekamnya di saat detik-detik kematian Raf.


Alex memukul Raf sampai babak belur, tapi memang sungguh, pria itu tidak bisa diajak berkompromi.


Hal yang aneh terjadi,tidak berdaya, mulutnya masih bisa meludah ke arah sang mafia, dengan sorot matanya yang khasnya, serta tajam dan mampu menembus hati setiap manusia.


"Kau? mau menantangku? aku akan membunuhmu!"


DOR!


DOR!


Alex masukkan kembali pistolnya dan mengambil ponsel miliknya yang sedari tadi ia gunakan untuk merekam kesadisannya.


"Harusnya, aku akan membakarnya hidup-hidup! tapi tidak ada gunanya Karena dia sudah meludah wajahku, rasakan kematianmu ini! hari kematianmu sudah tiba, kau akan hangus oleh api yang akan membakar ragamu!"


Alex membuka kunci ruang peradilan kemudian keluar dari sana, dia segera memanggil Willy melalui sambungan telepon untuk mempersiapkan pembakaran jasad Raf.


Awalnya Willy tidak setuju dengan ide bosnya, dia menyarankan agar memberikan daging Raf kepada para singa.


Tetapi, bos Alex tidak ingin hewan peliharaannya memakan darah dan daging orang yang tidak tahu malu seperti Raf.


Pada akhirnya Willy harus menyeret mayat Raf menuju tempat pembakaran, hanya beberapa orang saja yang akan mendapatkan hukuman di sini.


Hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkan hukuman yang menyakitkan, selain dibakar hidup-hidup, dia juga akan ditembak dari jarak yang sangat dekat, dengan posisi tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup oleh lakban.


....

__ADS_1


Willy dan beberapa anggota telah membawa Raf menuju tempat pembakaran, disaksikan oleh bos Alex, jasad pria angkuh itu dilempar ke arah tumpukan kayu yang sudah terbakar api, Willy menambahkan banyak kayu agar jasad itu segera hangus dan menjadi abu.


"Akhirnya bos!" ucap Willy lega.


"Iya, aku senang jika dia sudah tewas dengan cara yang menyakitkan! setelah ini giliran ayahnya yang akan aku tebas kepalanya!"


Willy melirik ke arah sang bos yang sedang berapi-api, dia merasa sang bos sedang berada di titik terkejamnya.


Sudah lama bos Alex tidak mengeksekusi para tawanan di tempat pembakaran.


Hanya para anggota tidak setia yang akan mati disini.


Khusus untuk Raf, dia bukan dari anggota yang berkhianat, tetapi karena dia orang yang menyebalkan dan harus tewas dengan cara yang sadis.


"Willy, cari informasi tentang ayahnya Raf, kau jadikan video yang ada di ponselku ini sebagai ancaman untuknya." Alex menyerahkan ponsel kepada Willy.


Pria itu langsung menonton isi video tersebut dan ia terperangah.


"Bos? Kau sangat hebat!" bisik Willy.


"Diamlah, aku akan melakukan sesi pembersihan diri alias mandi, setelah itu aku akan pulang ke rumah, aku ingin istirahat, aku sangat rindu anak dan istriku."


"Oke bos! habiskan waktu bersama keluargamu, aku akan menghandle segalanya." ucap Willy.


Willy mengirim video itu ke ponsel miliknya, setelah selesai mengirim video tersebut, dia menyerahkan ponsel sang pos kepada pemiliknya.


Bos mafia segera pergi dari tempat pembakaran itu, kemudian masuk ke dalam kamarnya.


Di sana, dia meletakkan ponsel di atas nakas, setelahnya, bos mafia langsung masuk ke kamar mandi untuk melakukan sesi pembersihan diri.


Beberapa menit kemudian dia telah keluar dari kamar mandi tersebut mengenakan handuk yang terlihat di pinggangnya, sang mafia memilih beberapa pakaian untuk ia kenakan.


Setelah benar-benar siap, dia jaket yang ada di pakaiannya, tak lupa, dia juga mengambil ponsel yang ada di atas nakas.


Matanya berbinar-binar kala mengingat istri dan anaknya.


"Daddy kembali sayang!"


.


.


.


Bersambung!


Mampir lapak temanku kak, rekomendasi banget!

__ADS_1


jangan lupa like komen fav 😘



__ADS_2