
Yovan sangat antusias bertemu dengan sang mafia, dia bahkan tidak melepaskan pelukannya. Membuat sang mafia risih.
"Yovan, ini adalah rumah Guru Fu, kau bisa tidak melepaskan pelukanmu? ini sangat aneh," ucap Alex saat mengetahui sang sahabat seperti seorang pria yang menyukai sesama jenis.
"Lex, jiwa pria di dalam dirimu sudah mulai luntur sepertinya," ledek sang ayah mertua.
"Iya, anak menantu kita berkepribadian ganda!" timpal Nyonya Fira ikut nimbrung membuat sang mafia terpojok.
"Oh, ternyata begini ya kau di belakangku, oke!" Laras berpura-pura marah, tapi Alex sudah panik.
Yovan yang sudah puas mengerjai sang mafia, langsung melepaskan pelukannya. Dia senang jika sang mafia kena marah istrinya.
"Sayang, bukan itu maksudku! dia itu kawan baikku! aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya, ya kau tahu sendiri. Jika aku tidak normal mana mungkin bisa bekerjasama denganmu menghadirkan lima jagoan sekaligus. Apalagi kita akan berbulan madu setelah ini, akan ada satu lagi adik perempuan untuk lima jagoan kita, apa selama ini kau merasa aku memiliki peran ganda?"
Semua orang di dalam ruang tamu menahan tawa saat Alex berubah menjadi pria rumahan yang manis, dia bahkan merayu sang istri agar tidak marah dengannya.
Kelima jagoan yang mengetahui hal ini juga ikut campur.
"Paman bernama Yovan, daddy itu hebat! dia akan menjemput adik perempuan setelah ini, jangan ganggu dia!" Kelima jagoan menghampiri sang daddy, mereka memeluknya dengan erat.
"Haha, memang seorang bayi bisa di jemput? aku baru mengetahuinya hari ini," ucap Yovan memperkeruh suasana. Dia memahami jika kelima jagoan sang mafia itu ingin adik perempuan, tetapi untuk anak usia lima tahun, tidak ada alasan yang jitu untuk menjelaskan bagaimana adik perempuan bisa hadir.
__ADS_1
"Pokoknya bisa! Paman jangan jahat dengan daddy, kasihan dia!" Memang ya, lima jagoan itu meskipun sering bersitegang dengan daddy Alex, pada akhirnya akan kembali membelanya jika ada urusan dengan baby B.
"Rasakan!" Alex merasa puas karena kelima anaknya membelanya, tapi Yovan masih belum menyerah.
"Lex, kau ini sama seperti anakmu! Nyonya Laras, bersabarlah kau sudah memiliki 6 baby A dan akan menambah satu lagi baby B, aku ucapkan selamat berjuang! apalagi big baby mu ini, dia sangat arogan dan tidak tahu aturan! yah sudahlah! daripada pusing memikirkan Alex, aku dan Guru Fu akan rapat penting." Yovan ingin membicarakan sesuatu hal tentang kehadirannya di rumah Guru Fu selain menemui sang mafia.
"Yo, bukannya kau ingin bertemu denganku?" Alex heran dengan tujuan sang kawan, tapi memang pria itu dari dulu tidak berubah, selalu menempel dengan Guru Fu yang selalu di panggilnya, Guru Penyabar, karena hanya sang Guru, satu-satunya anggota Blue Sea yabg hingga sampai saat ini masih hidup dan selalu membelanya dan melindunginya dari amarah sang mafia, saat ide-ide konyolnya muncul kepermukaan.
"Awalnya iya, tapi aku malas! kau pulang saja ke rumahmu!" Yovan menahan tawanya saat berhasil membuat sang mafia kesal.
"Yo, kau tidak pernah berubah! hentikan lelucon ini, aku harus segera pulang! kau mau ikut denganku atau masih ingin di sini?" Alex sebenernya ingin sekali berbincang dengan Guru Fu dan Yovan, tetapi dia memikirkan anak-anak. Lima jagoannya tidak akan pernah berhenti bertanya tentang baby B.
"Pulang sana! ayo Guru kita lanjutkan minum kopi, Oya sepuluh tahun yang lalu kita..." Yovan merangkul Guru Fu dan meninggalkan semua orang yang ada di ruang tamu.
Sedangkan kedua orang tua Laras mengekor di belakangnya.
Mereka berdua tidak terlalu banyak bicara, hanya menyimak apa yang Alex, Yovan dan Guru Fu bicarakan.
Kelima jagoan sangat senang, setelah beberapa hari berada di rumah Guru Fu, kini akhirnya mereka pulang ke rumah.
'Dewa uang telah kembali! kekuatan Death Angel akan semakin menggila!' batin sang mafia sembari melangkahkan kakinya keluar dari rumah Guru Fu.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Bersambung..
Hay kak, sambil menunggu update terbaru kang mafia hot daddy!
Yuk mampir ke novel temanku!
jangan lupa like komen favorit ya?
Happy reading!
__ADS_1
Love you All!
❤️❤️❤️