Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Bala bantuan!


__ADS_3

Willy yang menangkap sinyal tak bagus dari keadaan sang mafia yang tiba-tiba saja tidak bisa di hubungi, segera berdiskusi dengan para anggota yang lain agar segera menuju tempat yang di tunjukkan oleh radar tersebut.


"Erland dan dua puluh anggota akan ikut denganku, sisanya menjaga markas karena akan ada kemungkinan serangan dari A.S ataupun musuh bos yang lain, oh iya, untuk Zicko, kau hubungi Richi agar segera kemari, aku dengar dia sedang berada Manhattan. Beberapa hari lalu, bos menunjuknya menjadi penanggung jawab markas rahasia kita yang ada di sana," ucap Willy memberikan perintah karena dia yang bertanggung jawab tentang semua hal yang ada di markas utama Death Angel.


"Baik Wil, kau lebih baik segera menuju ke arah radar itu," ucap Zicko memberikan opsi terbaik.


"Kau jaga markas! kami akan segera bergerak menuju titik itu." Tanpa basa-basi Willy, Erland dan dua puluh anggota segera bergegas menuju radar yang akan membawa menuju sang mafia berada.


Mereka mengendarai dua mobil, Erland dan Willy tetap dalam satu mobil sedangkan mobil yang lainnya salah satu anggota yang menyetirnya.


Dua mobil anggota Death Angel perlahan meninggalkan markas utama, dengan segala harapan untuk sang mafia, agar tetap selamat dan tidak terluka sedikitpun. Namun, harapan hanya tinggal harapan, Alex kini telah terluka parah, dengan kondisi yang mengenaskan.


Asley Xie, benar-benar menunjukkan taringnya, dia tidak main-main soal menyiksa sang mafia.

__ADS_1


Di sebuah ruangan bawah tanah, dua pengawal Asley Xie memapah tubuh kekar sang mafia yang sudah tidak berdaya dengan darah segar masih terus mengalir dari balik luka yang di sebabkan oleh katana para anggota Asley Xie tadi.


"Langsung masukkan ke penjara atau bagaimana bos?" tanya salah satu anggota.


"Ambil salah satu kursi dan tali, masukkan ke dalam ruangan bersel besi itu, ikat pria ini di sana. Jangan lupa ambil se ember air untuk membangunkan si brengsek dari tidurnya! enak sekali dia tidur! apa dia lupa tentang apa yang di lakukan kepada anggota keluargaku?!" Asley Xie geram, dia marah bukan kepalang saat mengingat betapa kejamnya Tuan Fernando terhadapnya.


Dua anggota Asley Xie, telah menyiapkan apa yang di perintahkan oleh sang bos. Kini Alex berada di kursi dengan tangan dan kaki terikat, bos Asley juga merobek baju sang mafia, kini terlihat jelas luka akibat tebasan katana yang menganga itu.


Satu ember air sedingin es yang sudah siap, segera anggota Asley siramkan ke tubuh sang mafia.


Di bawah cahaya lampu yang temaram, sang mafia terbangun dari pingsannya, dia merasakan sakit yang teramat di sekujur tubuhnya. Tubuh kekar sang mafia basah kuyup, Asley Xie pria kejam itu membuktikan ucapannya ingin menyiksa anak Tuan Fernando.


"Kau sudah bangun berengsek??!" ucap Asley penuh penekanan dan emosi.

__ADS_1


Sang mafia masih menundukkan kepalanya, dia merasakan pusing di kepalanya, hawa dingin merasuk sampai ke tulangnya. Tak ada tenaga sama sekali untuk mengatakan apapun kepada pria sialan, Asley Xie.


"Hey? pria sok berkuasa? dimana rasa percaya dirimu? dimana nyalimu yang begitu besar itu? sungguh, di depanku kau hanya binatang tidak berguna! hahaha!"


Puas, itu kata yang cocok untuk menggambarkan rasa di dalam hati Asley. Dia begitu puas menyiksa sang mafia, meskipun Alex belum mengatakan sepatah katapun.


"BICARALAH BINATANG! apa ayahmu tak mengajari sopan santun kepadamu? jika orang tua sedang bertanya, harusnya kau menjawabnya! bukan hanya diam seperti orang bodoh!!" ucap Asley sembari mendongakkan kepala sang mafia menggunakan pistol yang ada di tangannya.


Alex yang sebenarnya memahami apa yang di katakan oleh Asley, hanya diam dan menahan amarah yang membara, karena selain di ikat, Asley juga menutup mulutnya dengan lakban hitam.


"Haha, aku lupa jika telah membungkam mulutmu! seperti lakban ini, aku juga akan membungkam seluruh anggota keluargamu agar mau hidup bersamaku menjadi budak!"


Asley Xie, pria kejam dengan hati yang tak memiliki belas kasihan menargetkan semua orang yang berada di sekitar sang mafia harus hidup sengsara dan selanjutnya tewas dengan mengenaskan.

__ADS_1


Alex merespon dengan kedua matanya yang membulat sempurna. Kursi yang sang mafia duduki juga ia hentakkan sebagai protes atas ucapan Asley yang sudah di luar batas.


"Haha, mafia ini! bodoh!" ucap Asley sembari meminta salah satu anggota mengambil air, untuk selanjutnya ia meminta anggotanya menyiramkan air itu ke sekujur tubuh sang mafia.


__ADS_2