Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Pria penuh pesona


__ADS_3

Alex mengendarai mobil dengan santai sembari berbicara dengan sang isteri melalui panggilan telepon.


"Nanti malam jadi ya?" Alex seperti menyiratkan harapan luar biasa kepada Laras. Sejak anak-anaknya berusia lima tahun, dia dan Laras jarang sekali bermesraan, sekedar bercumbu saja susah. Lima babynya tidak akan membiarkan daddy Alex menjadi satu-satunya pria yang mendapatkan perhatian penuh dari sang mommy.


"Tunggu, ayah dan ibuku datang. Kau bisa membawaku pergi setelah itu." Laras berbicara kepada Alex dengan nada berbisik.


"Kenapa suaramu pelan sekali? kau baik-baik saja kan?" tanya sang mafia yang sangat mengkhawatirkan keadaan sang isteri.


"Aku sedang bermain petak umpet. Jika tidak seperti ini, anak-anak tidak akan membiarkanku berbicara denganmu, kau tahukan? kelima baby kita, adalah gabungan dari rasa cemburu kita berdua." Laras terkekeh mengigat kejadian dua hari lalu yang membuat Alex mati kutu.


"Ya, ini gara-gara Aarav, dia bahkan mengatakan jika daddy pria yang mempesona, apa wanita hanya mommy saja? mengapa daddy hanya ingin mommy seorang?" Alex menahan tawanya saat menirukan ucapan Aarav.


"Astaga! waktu itu aku sangat kesal, haha." Laras tidak berhenti tertawa saat mengingatnya. Aarav selalu seperti itu, membuat adik-adiknya mengikuti jejaknya untuk menghalangi sang daddy bersama dalam waktu yang lama dengan sang mommy.


"Sayang, sudah dulu ya? Aarav setelah ini akan menemukanku, kau bekerjalah. I love you." Laras telah sebisa mungkin bersembunyi untuk bisa berbicara dengan sang suami. Petak umpet adalah jurus terjitunya, tapi saat sang putera mulai menemukannya, Laras hanya bisa pasrah.


Saat sang mafia ingin menjawab kata cinta yang Laras ucapkan, tiba-tiba terdengar suara anak usia lima tahun yang banyak gaya seperti dirinya.


"Halo daddy? jangan ganggu mommyku, dia hanya milikku. Daddy akan dapat cinta dariku, cinta mommy jangan di ambil, oke? selamat bekerja dad." Suara mungil itu membuat Alex tersenyum, dia tak mengira baby kecilnya sudah pandai bicara dan memiliki rasa cemburu yang sama dengannya.


"Anak itu." Alex segera meletakkan ponsel di atas dashbor mobilnya. Sang mafia melajukan mobilnya dengan menambah kecepatan karena hari ini ada klien penting ingin bertemu dengannya. Dia sudah berjanji akan segera menemui orang itu, bukan gaya sang mafia jika terlambat datang.


Perjalanan dari rumah ke kantor pusat Dounghun Farmasi tidak terlalu jauh karena hanya satu jam saja dari rumahnya. Alex selalu datang dan pulang tepat waktu, dia tidak mau berkerja lembur. Semua karyawannya sudah ia bayar mahal agar mampu menghandle segala tugas kantor. Para karyawannya belum mengetahui sepak terjangnya di dunia mafia, dia benar-benar menutupi identitasnya karena akan banyak orang yang curiga jika perusahaan yang ia kelola termasuk bisnis gelap.

__ADS_1


Tetapi setelah lima tahun lamanya membangun image seorang pebisnis, semua orang mengenalnya sebagai CEO Dounghun Farmasi. Tidak ada yang meragukan kemampuannya dalam berbisnis, dia mempelajari segalanya. Sampai di satu titik saat seorang pria datang kepadanya untuk mengajaknya kerjasama, tetapi bukan tentang farmasi legal, melainkan penjualan obat secara ilegal. Lima puluh ton heroin, si pria siapkan untuk memulai bisnis obat terlarangnya. Alex sudah menolak dengan halus, tetapi si pria terus menerus memaksa sang mafia memberikan persetujuan. Alhasil Alex marah, dia segera melaporkan ke pihak berwajib, setelahnya sang pria masuk ke dalam penjara sebagai tersangka bandar narkoba. Vonis hukuman mati akan di jatuhkan hari ini, tetapi sang mafia mendapatkan kabar jika si pria kabur dari penjara.


"Bos! Tuan Dio kabur. Kau harus berhati-hati." Sang anak buah yang setia kepada sang mafia, dialah Willy. Anggota Death Angel yang masih aktif menjadi penanggung jawab kedua setelah Richi di geng mafia itu. Dia selalu memantau gerak-gerik musuh yang berkeliaran di sekitar sang mafia.


"Cari informasi tentang Dio dengan lengkap, jangan sampai dia menyentuh anak dan isteriku. Aku sudah merasa nyaman hidup seperti ini. Aku tidak ingin ke lima baby ku tahu sisi buruk daddynya." Alex telah sampai pada titik ternyamannya, dia sudah mendapatkan ketenangan itu.


"Siap bos!" jawab Willy tegas.


Sang mafia mengakhiri panggilan teleponnya, tak terasa dia sudah sampai di kantor dengan waktu tiga puluh menit saja.


"Selamat pagi pak?" Sapa seorang karyawan yang melihat sang mafia keluar dari mobilnya.


"Pagi!" jawab sang mafia sembari berjalan menuju atas gedung.


KLEK!


Sang mafia membuka pintu ruangannya, di sana nampak seorang pria tua, duduk di sofa bersama sekertarisnya, wanita dengan baju terbuka. Dia terlihat seksi dan menggoda. Sedangkan sekertarisnya sendiri berdiri mematung di samping kedua tamu sang mafia.


"Tuan Alex Fernando." sapa sang pria tua.


"Pak, dia memaksa masuk ke dalam ruangan anda." Sang sekretaris yang berada di samping pria tua itu, membungkuk dan meminta maaf karena sang pria tidak mau menunggu di luar.


"Tidak masalah, kau keluarlah. Urus pekerjaanmu," perintah sang mafia kepada sekertarisnya.

__ADS_1


Setelah sang sekretaris keluar dari ruangannya, sang mafia segera duduk di sofa, berhadapan dengan sang pria tua.


"Apa yang anda tawarkan?" Alex langsung to the point tentang tujuan si pria datang menemuinya.


"Mari bekerjasama Tuan Alex, kami memiliki dua Perusahaan Farmasi yang sedang berkembang, mungkin anda bisa mempertimbangkannya? ini file tentang keduanya." Sang pria tua menyerahkan file berisi segala hal serta pencapaian dari dua perusahaan yang di ajukan olehnya.


Sang sang mafia sedang membuka dokumen itu, wanita seksi tadi, mendekatinya dan mencoba merayunya.


"Dia salah satu hadiah untukmu, jika kau mau bekerjasama denganku." Ternyata si pria tua menggunakan jasa wanita nakal untuk membuat Alex takhluk.


"Singkirkan tanganmu dari wajahku." Sang mafia menepis sentuhan wanita sexy itu, dia merasa risih dengan kehadiran sampah di dekatnya.


"Bagaimana?" Sang pria tua memiliki harapan penuh jika sang mafia akan mau bekerjasama dengannya. Secara perusahaan Dounghun adalah perusahaan farmasi nomor satu saat ini.


"Sebenarnya, aku ingin bekerjasama, tetapi karena kau membawa sampah, maaf aku tidak bisa. Lakukan dengan benar jika ingin bekerjasama denganku." Sang mafia meletakkan dokumen itu di atas meja dan meminta kedua orang tidak berguna itu undur diri.


"Tapi Tuan? jika kau tidak tertarik dengan wanita yang ini, aku akan mencarikan wanita lain. Aku mohon, bantulah aku." Sang pria tua memohon agar mendapatkan persetujuan kerjasama dengan sang mafia. Namun, cara kotornya membuat Alex enggan menerimanya menjadi rekan bisnisnya.


"Aku sudah memiliki wanita yang aku cintai, dia mampu memuaskanku tiap harinya, aku tidak butuh para wanitamu, karena aku masih berbaik hati, pergilah dengan terhormat!"


#Dukung terus author dengan like, komen, vote, fav.


Love you All

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️


__ADS_2