Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 171


__ADS_3

Rumah mewah Hang Zhi...


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, saatnya Hang Zhi memenuhi panggilan tuan Chen Gao. Dia meminta sang isteri yang ada di depannya untuk mengenakan gaun yang sudah pria itu siapkan. Kyara enggan berdebat dengan Hang Zhi, gadis itu mengikuti perintah sang suami.


"Kau sangat cantik isteriku," ucap Hang Zhi memuji kecantikan dari Kyara.


"Biasa saja tuan, kau terlalu berlebihan," jawab Kyara datar.


Hang Zhi tidak memperdulikan perkataan Kyara. Dia telah menganggap sang istrinya adalah wanita paling cantik di dunia.


"Kau lagi-lagi memandangku, apa kau tidak bosan? matamu tidak lelah?" Kyara heran dengan sikap yang sangat berbeda hari ini.


"Aku memperlakukanmu seperti seorang ratu karena semalam kau memberikan cintamu padaku," ucap Hang Zhi percaya diri.


"Cih! omong kosong apa ini, aku sudah mengatakannya kepadamu jika yang ada di pikiranku hanya Jiho, tidak ada yang lain. Di dalam hatiku kau hanya kepar*t, pria tidak punya hati," Kyara mengumpat, namun sikap Hang Zhi biasa saja.


Hang Zhi menggenggam erat tangan sang isteri, dia membawa Kyara keluar dari kamar mewahnya. Sentuhan antara dua tangan itu terasa sangat hangat, namun segera dilepas oleh Kyara karena gadis itu tidak ingin menjadi seorang yang munafik. Kyara bukan gadis murahan, meskipun wajah Jiho dan Hang Zhi sama, tetapi hati mereka berbeda. Itu yang membuat Kyara sangat tersiksa. Bagaimana tidak? Jiho dan Hang Zhi adalah saudara kembar. Wajah kedua hampir mirip 90%, tetapi saat berada di samping Hang Zhi, perasaan nyaman itu hilang karena cinta yang Kyara miliki hanya milik Jiho. Menurut Kyara, wajah hanyalah sebatas penampilan, tidak mewakili isi hati dan pemikiran orang tersebut. Meskipun mereka kembar, tetapi perbedaan di antara keduanya sangat mencolok.


"Masuklah ke dalam mobil terlebih dahulu, aku ingin mengambil kado di dalam. aku lupa membawanya," ucap Hang Zhi.


"Ya," jawab Kyara singkat, gadis itu kemudian masuk ke dalam mobil, ia duduk di samping kursi kemudi.


Beberapa menit berlalu, Hang Zhi tidak kunjung kembali. Kyara ingin memanfaatkan momen ini untuk menelepon Jiho, tetapi ia mencoba untuk menahan diri, dia tidak ingin hanya karena keegoisannya membuat Jiho celaka.


Kyara terlihat melamun, sampai-sampai tidak melihat jika Hang Zhi berada disampingnya.

__ADS_1


"Sayang? apa kau baik-baik saja? mengapa kau hanya diam? apa kau sakit?" Hang Zhi memberondong sang isteri dengan banyak pertanyaan.


"Oh, bukan apa-apa. Aku baik-baik saja," jawab Kyara mencoba bersikap biasa saja agar Hang Zhi tidak mencurigainya.


"Syukurlah, jika kau baik-baik saja," ucap Hang Zhi sembari menghidupkan mesin mobil, ia segera mengemudikan mobil itu menuju markas Blue Dragon.


Di sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, Hang Zhi kemudian memainkan sebuah lagu yang ada di ponsel miliknya. Saat Hang Zhi memutar lagu itu, Kyara terkejut karena suara dari sang penyanyi seperti suara Jiho.


"Ini suara kakakku, apa kau menyukainya?" ucap Hang Zhi yang semakin.


"Apa maksud semua ini?" Kyara meminta penjelasan.


"Sebelum Jiho aku lenyapkan, nikmatilah alunan sendu suaranya. Dengar dengan baik-baik setiap pesan yang Jiho sampaikan lewat lagu sedih ini. Dia mengatakan, lagu ini ia buat hanya untukmu. Aku menemukan file ini di ponsel miliknya. Aku sengaja mencurinya, karena suatu saat nanti aku akan memberikan rekaman lagu sedih ini untukmu, lagu patah hati, lagu yang menyayat hati karena cinta tidak di restui, cukup menggelikan bukan? ayahmu membenci Jiho, tetapi menerimaku menjadi menantunya," jelas Hang Zhi dengan senyum menyeringai. Hang Zhi cukup percaya diri dengan semua yang ia miliki. Namun melupakan kenyataan jika, Jiho dan Kyara saling mencintai. Tidak ada sedikitpun perasaan cinta Kyara untuk Hang Zhi karena dalam hati dan pikiran gadis itu, pria kejam itu tidak lebih dari seekor binatang.


Kyara hanya diam, dia sangat merindukan sosok Jiho. Bagaimana bisa? lagu yang bertemakan sakit hati dan ingin melupakan seorang gadis mampu menjadi patokan utama untuk membuat orang lain ragu? Kyara tetap yakin dengan pendiriannya, jika Jiho pasti akan datang dan menolongnya.


Tidak terasa perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan akhirnya berakhir di depan sebuah bangunan megah yang disebut markas Blue Dragon.


"Akhirnya kita sampai juga. Sayang, terakhir kau ada disini dua minggu yang lalu bukan? aku tidak menyangka jika kau akan menjadi isteriku sekarang," ucap Hang Zhi bangga.


Kyara malas menanggapi ucapan Jiho, dia memilih untuk turun dari mobil. Gadis itu masuk ke dalam markas meninggalkan sang suami yang masih berada di dalam mobil.


"Gadis itu, sangat angkuh dan sombong, jika bukan karena semalam dia memuaskanku, hari ini, dia pasti sudah ku hukum. Gadis sok suci!" Hang Zhi turun dari mobil, ia segera menyusul sang isteri yang sudah masuk ke dalam markas.


"Selamat datang nona Kyara? apa kabar?" sapa penjaga yang ada di pintu masuk markas.

__ADS_1


"Kabarku buruk, dimana ayah?" jawab Kyara kesal.


"Ada di kamarnya nona," jawab sang penjaga.


Kyara bergegas menuju kamar sang ayah, ia bahkan melewati beberapa orang penting yang sedang mengadakan sebuah pertemuan.


"Setidaknya, kau sapa aku dulu, sebelum menemui ayahmu," ucap Chen Gao.


Langkah kaki Kyara terhenti, dia menoleh ke arah Chen Gao, adik dari sang ayah.


"Kau dan ayah sama saja! sama-sama biad*b!" ucap Kyara begitu berani.


"Kau tenanglah! tidak perlu berteriak dan marah-marah, aku khawatir ayahmu akan menghukummu setelah ini. Apa kau tahu? seperti apa dirimu di matanya?" Chen Gao benar-benar membuat Kyara kehilangan kesabaran.


Chen Gao beranjak dari tempat duduknya, dia mendekati tubuh Kyara dan membisikkan sesuatu kepadanya, "Kau tidak lebih dari seorang wanita penghibur seperti ibumu."


PLAK!


Kyara mendaratkan tamparan keras di pipi kanan tuan Chen Gao.


Beberapa pengawal Chen Gao tidak terima dengan sikap nona muda keluarga Gao itu, hampir saja para pengawal menyeret tubuh Kyara dan mengurungnya, namun di hentikan oleh Hang Zhi.


"Hentikan!" pekik Hang Zhi.


Semua orang menatap pria tampan yang sedari tadi berdiri di depan pintu utama, ia melihat sikap sang isteri yang di nilainya kurang ajar.

__ADS_1


"Hang Zhi, sudah lama kau ada di sana bos besar?" goda Chen Gao yang membuat Hang Zhi besar kepala.


Hang Zhi tersenyum saat mendapatkan sambutan luar biasa dari Chen Gao.


__ADS_2