
Alex segera menuju sumber suara, dengan hati-hati sang mafia memeriksa apa yang terjadi di sana. Sesaat setelah tiba di dapur rumahnya, cara menghidupkan lampu yang sebelumnya mati. Dia tidak mendapati hal yang aneh di sana, hanya saja dia menemukan selembar kertas yang disisipkan di bawah pintu belakang.
Sang mafia berjongkok dan mengambil kertas tersebut, kertas yang dilipat berbentuk persegi segera ia buka. Dia membaca isi dari kertas yang terlipat itu.
"Jangan terlalu sombong, Dounghun Farmasi bukan satu-satunya perusahaan yang paling top di New York ini. Masih ada aku yang akan selalu mengintaimu. Dan kau harus mengingat jika anak dan isterimu selalu dalam bahaya. Persiapkan dirimu untuk menghadapi lebih banyak teror yang akan aku buat, hati-hati jika keluar rumah! bisa saja aku akan menculik orang-orang yang sangat kau sayangi."
Mr. A.S
Alex memikirkan sesuatu tentang siapa yang memberikan ancaman tidak berguna ini, tapi dia masih minim informasi.
"Sial! penyusup sudah sampai ke rumahku. Tidak ada alasan lagi untuk menunda melakukan penyelidikan," ucap sang mafia yang ingin segera mengetahui siapa di balik teror kurang kerjaan ini.
__ADS_1
Alex membawa kertas itu dan menyimpannya di saku celananya, tanpa basa-basi dia segera menghubungi Tuan Fu Renzo menggunakan telepon rumah kearah ponselnya tertinggal di dalam mobil. Dia duduk di sofa ruang tamu di sebelahnya ada meja kecil, tempat telepon rumah itu berada. Sang mafia segera membuat panggilan ke nomor ponsel Guru Fu Renzo yang telah dihafalkan.
Butuh beberapa waktu agar Guru Fu menjawab panggilan telepon darinya. Setelah beberapa detik kemudian, Guru Fu menjawab panggilan telepon darinya.
"Halo Lex? ada apa tengah malam meneleponku? apa ada sesuatu yang mendesak?" tanya Guru Fu, dia merasa jika Alex sedang mendapatkan masalah.
"Iya Guru, aku mendapatkan pesan teror berinisial A.S, aku belum bisa menebak siapa yang membuat teror tidak berguna ini. Tapi ada satu nama yang membuatku familiar, Andrean Shin. Kawan lama Tuan Xiauling yang pernah berselisih paham denganku saat perizinan Dounghun Farmasi belum jelas," jelas sang mafia yang sebelumnya emosi kepadanya saat kepemilikan Dounghun Farmasi Nyonya Fira kembali, dia mengklaim jika perusahaan Farmasi itu berkembang di bawah kekuasaannya. Padahal, media waktu itu gencar memberitakan tentang korupsi dan penguapan yang dilakukan oleh Andrean Shin. Tapi itu semua belum jelas, Alex masih menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku harus banyak wawasan tentang hal ini, apa perlu aku menemui Tuan Fudo?" tanya sang mafia yang begitu gemas dengan peneror, ingin rasanya menembak mati orang itu. Tetapi dia mengingat jika ada anak-anak dibelakangnya, sang mafia harus bermain cantik.
"Kau bawa keluarga kecilmu kemari, setelahnya kau cari tahu tentang peneror itu. Jika kau ingin bertemu Fudo, temui saja. Kau korek segala informasi tentang Alvin Shin, dengan senang hati Fudo pasti akan memberikan informasi yang lengkap. Fudo bukan pria pendendam, meskipun sudah tua, Dia memiliki sifat yang lebih baik dari semua pria di usianya, Fudo pria pemaaf." Guru Fu sangat mengenal Tuan Fudo, sudah lama mereka bersahabat. Apalagi sejak pertemuannya dengan Fudo di satu geng yang sama, yaitu Blue Sea. Persahabatan menjadi semakin erat saja, tidak diragukan lagi, Tuan Fudo dan Guru Fu adalah sahabat sejati.
__ADS_1
"Baik Guru, secepatnya aku akan membawa anak dan isteri ke rumahmu agar lebih aman. Semua musuhku sudah kembali bermunculan setelah 5 tahun lamanya aku merasa kehidupanku normal kembali. Ternyata tak semudah itu keluar dari dunia mafia. Aku bahkan masih merahasiakan tentang statusku, kesal rasanya harus berbohong kepada anak-anak. Tetapi ini adalah yang terbaik, mereka adalah anak-anak jenius yang mengerti pembicaraan orang dewasa. Aku selalu berhati-hati di saat berbincang dengan Laras, kami harus mencuri waktu agar tidak kepergok membicarakan hal serius di depan mereka. Sungguh, semuanya sangat unik. Kebiasaanku berubah 100%, Aku bukan hanya seorang mafia, tetapi juga pengasuh baby. Dulu, aku yang menggantikan popok mereka. Kau tahu kan Guru? aku sangat mencintai mereka. Tolong Kau jaga anak dan isteriku, aku akan segera menyelesaikan masalah ini." Sang mafia merasa gelisah, di saat hidupnya menemukan sebuah ketenangan. Cobaan sudah datang menerpa.
"Tenang Lex, aku akan membantumu keluar dari belenggu itu, tapi butuh waktu untuk merealisasikannya. Kau harus lebih bersabar, aku dan Fudo akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantumu, yang terpenting kali ini adalah keselamatan keluarga kecilmu. Saat mereka sudah pindah ke rumahku, sudah dipastikan anak dan isterimu aman. Apalagi isteriku sangat menyukai anak kecil, kau memiliki anak kecil lebih dari satu, akan membuat rumahku menjadi lebih ramai. Isteriku akan membantumu merawat dan menjaga kelima babymu." Guru Fu meyakinkan kepada Alex agar tetap tenang dan menyerahkan segala urusan tentang anak dan istrinya kepada dirinya.
"Baik Tuan, aku percaya apapun yang kau katakan. Aku menitipkan mereka kepadamu Guru Fu." Sang mafia tidak merasa khawatir saat ada Guru Fu sampingnya. Sang Guru adalah pria yang penyabar, Justin yang jahat saja ia rawat dengan baik, apalagi anak dan isterinya.
"Oh ya, apakah Waylin masih berada di tempat persembunyian? aku penasaran bagaimana keadaannya?" imbuh sang mafia yang tiba-tiba saja mengingat tentang Waylin, tangan kanan sang kakak saat bergabung di geng Toxic.
"Waylin sudah menjadi guru beladiri wing chun, dia baru saja pulang dari China satu minggu yang lalu. Lin, memiliki optimisme dalam belajar, jika dia sukses hari ini itu karena usaha kerasnya di masa lalu. Waylin bertekad mengabdi kepadaku, alhasil aku dan Fudo mengajarinya banyak seni bela diri, tetapi dia lebih tertarik dengan wing chun," jawab Guru Fu jelaskan tentang keadaan Waylin terkini.
Alex merasa jika pembicaraannya di sambungan telepon telah usai, setelah pagi tiba, dia akan membawa seluruh anggota keluarganya menuju rumah Guru Fu.
__ADS_1