Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Rencana lain


__ADS_3

Willy membantu Jovan untuk bangkit dari posisi berbaring dan membantu sang teman bersandar.


"Wil, keharusan kau harus selamatkan kekasihku dan gadis yang sedang menangis itu," ucap Yovan, sembari menunjuk ke arah Tyuzu yang bersimpuh di depan Han Bin.


"Tapi, bagaimana kau tahu jika MK menanam chip di tubuh Sia?" tanya Willy.


"Dulu, MK pernah mengatakan akan melakukan apapun untuk mendapatkan Sia, dia bahkan tidak segan-segan untuk menanam chip di dalam tubuh kekasihku. Sia juga menceritakan kepadaku perihal MK yang hanya membuatnya pingsan, dia merasakan sakit di pinggang sebelah kanannya. Saat aku melihatnya, ada sesuatu yang disisipkan di dalam tubuhnya. Sia tidak mengetahui hal ini karena kebetulan ada luka gores di pinggang sebelah kanannya." Yovan mencoba menjelaskan ini kepada Willy, menurutnya memang sangat tipis jika itu sebuah chip yang tertanam di tubuh Sia, tapi dia pernah mendengar, ada seseorang yang mengaku mendapatkan teror dari MK, saat dokter melakukan rontgen terhadap si pria, ada alat pendeteksi di sana. Kasusnya mirip dengan Sia.


"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Willy.


"Kau buatlah Sia pingsan, bawa dia ke rumah sakit, minta dokter untuk mengambil chip itu." Yovan selalu memiliki ide untuk menyelesaikan masalahnya, apalagi ini tentang Sia.


"Kau cukup hebat dalam hal ini, tetapi sebelum kau pulang ke NY, sepertinya aku harus membantumu membersihkan nama baikmu, bos Alex benar-benar menginjak kepalamu dan menusukmu dengan katana hingga kau tewas!" Hukuman penghianat, kematian yang mengenaskan.


"Terimakasih Willy, katakan kepada bos Alex, aku ingin bertemu, aku rasa kesalahpahaman ini harus segera di selesaikan," ucap Yovan sembari menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Iya, kau tenang saja! tetapi setelah semuanya kondusif! bos kita akan marah besar jika engkau tidak segera tewas!" jelas Willy yang lebih memahami Alex.


Willy kemudian meminta izin untuk keluar sebentar, dia melirik ke arah Tyuzu yang masih saja menangisi Han Bin.


"Pria tengik ini hanya pingsan, sebentar lagi juga dia akan siuman," ucap Willy sembari meninggalkan ruangan tempat Yovan beristirahat.


...


Willy berada di ruang tamu apartemen tersebut.


"Bos! Yovan tidak bersalah, dia hanya ingin menyelamatkan kekasihnya," ucap Willy.


"Jangan hanya berucap, buktikan dengan jelas!" jawab Alex.


"Aku akan membuktikannya tetapi kau harus meyakini bahwa teman kita tidak berkhianat sama sekali, dijebak oleh MK agar menjauh dari kita. Bos, aku mohon datanglah ke Macau! kami butuh bantuanmu, sepertinya MK lebih garang dari sebelumnya!" Willy coba menarik kesimpulan bahwa Alex harus bertemu dengan Yovan.

__ADS_1


"Oke, aku akan datang, tetapi setelah dengan istriku! aku baru saja merasakan indahnya memeluk dan menciumnya, tapi kau mengganggu saja!" Sang mafia menggerutu.


"Kwkwkwk mana aku tahu bos, maaf! jangan kau pukul aku setelah kau sampai disini," tukas Willy yang merasa kesal jika kepalanya dipukul hingga terasa nyut-nyutan.


"Sudah dulu, aku akan melanjutkan sesuatu yang belum usai!"


Tutttttttt .....


Panggilan telepon itu, tiba-tiba terputus, Willy memahami apa yang sedang dilakukan oleh sang bos.


Dia tidak ingin mendebatnya.


"Bos dan aku sama, selalu menghindar saat ingin bercinta dengan istri, tapi ini baik untuknya! kadar kemarahannya pasti akan menurun jika sudah terpuaskan oleh Nyonya Laras. Sial! aku merindukan Jeni, bagaimana kabarnya ya! bos Alex menyiksaku! bagaimana bisa aku tidak diperbolehkan pulang!!!! ****!


....

__ADS_1


__ADS_2