
Kedua mata si kembar saling bertatapan. Terlihat jelas ada begitu banyak kebencian di dalamnya.
"Bagaimana kabarmu, Hang Zhi?" Mata Jiho di penuhi api yang membara saat membayangkan Kyara di perlakukan bak gadis hina.
"Kabarku sangat buruk karena harus bertemu denganmu," ucap Hang Zhi dengan senyum yang menyeringai.
"Ku dengar kau datang kemari ingin mencoba kemampuanku," Jiho mampu mengimbangi sifat angkuh sang adik.
"Haha, kau sepertinya lebih hebat dari sebelumnya, ayo kita bertarung!" pinta Hang Zhi.
"Siapa takut!" jawab Jiho.
Jiho dan Hang Zhi terlibat pertarungan yang sengit, mereka berdua menunjukkan taringnya masing-masing.
Satu tendangan dari kaki Hang Zhi sukses membuat Jiho jatuh tersungkur.
"Haha, baru juga satu tendangan!" Hang Zhi meremehkan Jiho yang sebenarnya sedang mempelajari teknik sang adik saat bertarung.
Jiho bangkit, dia melakukan tendangan balasan yang cukup kuat, di tambah dengan pukulan bertubi-tubi di wajah dan tubuhnya secara cepat tanpa jeda.
Hang Zhi mulai kewalahan, dia tidak mengira jika Jiho mampu bertarung sehebat itu.
"Wow! kemampuanmu boleh juga, tetapi masih di bahwa rata-rata," Hang Zhi memprovokasi Jiho agar sang kakak emosi, tetapi apa yang di lakukan oleh Hang Zhi sia-sia. Semakin gencar Hang Zhi memprovokasi Jiho, semakin kuat pula pertahanan hati sang kakak.
"Di bawah rata-rata saja sudah cukup membuatmu babak belur, bagaimana jika aku memiliki kemampuan di atas rata-rata? apakah kau bisa membayangkan dirimu akan menjadi apa setelahnya?" Jiho tidak terpengaruh sama sekali dengan ucapan Hang Zhi.
Hang Zhi memukul wajah sang kakak, Jiho membalas dengan memukul tubuh dengan tinjunya secara intens.
Baku hantam terlihat sangat menyedihkan tatkala Hang Zhi masih belum mau mengalah meksipun tenaganya sudah terkuras habis.
Matanya lebam, wajahnya di penuhi peluh dan luka. Tubuhnya terdapat banyak luka akibat pertarungan dengan sang kakak.
Tak beda jauh dengan Hang Zhi, sang kakak juga memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya.
"Hah! pertarungan macam apa ini? kau tidak hebat sama sekali Jiho," Hang Zhi merasakan remuk seluruh badan akibat pukulan Jiho. Tetapi dia masih belum mengakui kehebatan sang kakak.
__ADS_1
"Menyerahlah Hang Zhi, aku akan mengampunimu jika kau mau menjadi bagian dari kami, Death Angel," pinta sang kakak.
"Haha, tidak akan! aku tidak sudi satu geng dengan pria lemah sepertimu," jawab Hang Zhi angkuh.
"Terserah kau saja," ucap Jiho yang enggan berlama-lama meladeni Hang Zhi yang meskipun sudah kalah, masih tetap angkuh.
Kali ini Hang Zhi ingin membuat sang kakak hancur dengan berita kehamilan Kyara.
"Hey pria sok hebat! saat aku menyampaikan fakta terbaru tentang mantan kekasihmu, aku harap sifat angkuhmu masih bisa bertahan," Hang Zhi belum menyerah, dia ingin membuat Jiho hancur. Meskipun Hang Zhi harus kalah bertarung dengannya, pria kejam itu tidak mempermasalahkannya.
Hang Zhi mendekati tubuh Jiho, dia membisikkan sesuatu di telinga sang kakak.
"Bibir kekasihmu sangat manis, apalagi pelayanannya tiap malam, membuatku tergila-gila padanya, kau tahu? kau akan menjadi paman,"
Jiho tak bergeming, awalnya dia kecewa karena Hang Zhi merebut Kyara dari tangannya tetapi saat ia menyadari jika pernikahan itu membuahkan seorang anak, rasa belas kasihnya muncul.
"Hang Zhi, aku percaya padamu, jaga Kyara dan anakmu, aku rasa, melepas Kyara adalah hal yang terbaik, aku tahu kau sangat mencintainya melebihi cintaku pada Kyara, berbahagialah adikku,"Jiho menahan rasa sesak di dada.
Jiho menghela nafas, kemudian berkata, "Tapi izinkan aku bertemu dengannya sekali saja, aku ingin menguatkan hatinya," sambung Jiho.
"Aku mengatakan hal yang sebenarnya, bertobatlah Hang Zhi, ikuti jejakku! kita satukan kekuatan untuk melenyapkan pembunuh ibu," Jiho mengacak rambut Hang Zhi kasar, hal yang selalu ia lakukan saat memberikan petuah kepada sang adik yang sangat hobi berkelahi itu.
Hang Zhi terdiam, ada rasa haru di dalam hatinya. Dia ingin sekali menangis, dia tidak mengira Jiho sangat menyayangi dirinya.
"Hang? ada apa denganmu? apa kau baik-baik saja?" Jiho menatap wajah Hang Zhi yang datar dan memandang Jiho dengan tatapan nanar.
Tiba-tiba saja Hang Zhi memeluk tubuh sang kakak, si angkuh dan sombong Hang Zhi menangis di pelukan Jiho. Dia meminta maaf atas segala kesalahannya, keangkuhannya, serta kebiadabannya menyiksa Kyara.
"Hang, kau tahu aku kan? aku adalah kakakmu, sejak kecil kau mengira aku merebut apapun yang kau miliki, sampai pada suatu hari kau mengganggapku kakak yang jahat. Tapi di balik semua itu, aku selalu menyayangimu. Kyara adalah gadis yang baik dan lugu, dia akan menurut padamu jika sikapmu baik padanya, cintai dia dengan tulus Hang, aku berharap kau mau menjaga Kyara untukku," Jiho juga meneteskan air matanya saat harus merelakan cinta sejatinya kepada sang adik, namun Jiho mengganggap ini adalah hal yang terbaik. Dia yakin akan mendapatkan gadis yang lebih baik dari Kyara di masa depan.
Pria kejam itu tidak berkutik di depan sang kakak yang sangat bijaksana itu. Sampai-sampai Willy pun tak mampu membendung air matanya.
"Dua bocah kembar brengsek! bagaimana bisa aku menangis karena kalian," ucap Willy yang sedari tadi memantau pertarungan adik dan kakak itu. Willy menyeka airmatanya menyaksikan kisah haru kakak beradik itu.
"Kakak, aku ingin bertemu ayah, kita minta maaf padanya," Hang Zhi melepas pelukannya, ia menyeka air mata yang terpaksa harus tumpah karena terbawa suasana.
__ADS_1
"Bersihkan dulu ingusmu itu Hang, kau pria kejam yang ceroboh," ucap Jiho yang membantu menghapus ingus sang adik dengan lengannya.
"Sial! aku bukan anak kecil lagi, sudahlah kak, aku bisa membersihkan sendiri," Jiho mengambil sebuah sapu tangan yang tidak asing, dia merasa pernah memilikinya.
"Apa kau ingin sapu tangan ber-ingus ini?" tanya Hang Zhi menyodorkan sapu tangan berwarna pink dengan motif bunga Lily itu.
"Kau jorok Hang! untukmu saja!" Jiho merasa sifat jahil adiknya masih sama seperti dulu.
"Haha, ini milikmu kak, aku yang mengambilnya. Ini adalah sapu tangan yang di berikan oleh Kyara saat kau menang lomba lari waktu itu, dia memberikan sapu tangan ini sebagai hadiah," jelas Hang Zhi.
"Owh, ternyata kau yang mengambilnya? dasar pencuri! tapi tak apalah, sapu tangan dan pemiliknya adalah milikmu sekarang," ucap Jiho sembari menepuk pundak Hang Zhi.
"Kau baik kak, maaf aku selalu meragukan kasih sayangmu," Hang Zhi menyadari banyak hal tentang kebaikan yang kakaknya lakukan.
Kini kakak beradik itu kembali berdamai, misi sang mafia telah berhasil. Pada akhirnya, kejahatan harus di hapuskan, keadilan harus di tegakkan!
Dua bocah itu sepakat untuk bekerjasama menghabisi pria bertopeng yang telah merenggut kebahagiaan keluarganya.
NB :
Huft akhirnya damai juga gaes 🤭🤭
Siapa yang gak sabar pengen baby A lahir?
Cung! 🤣🤣🤣😅😅🙏🙏
Maaf ini author lagi lancar ngehalu jadi ku buat lama chapternya, tapi seru gak ya kira-kira kisah Jiho, Hang Zhi dan Kyara ini?
Kalau di buatkan satu novel baru bagus gak ya kira-kira?
😅😅😅😍😍
Salam hangat dari author halu!!!
Love you all!!!
__ADS_1