
Di tempat lain, markas utama Hang Zhi...
Di sebuah kamar yang luas dan mewah, nampak seorang gadis sedang duduk di samping ranjang dengan tubuh polos berbalut selimut tebal di badannya. Dia menangis, ada banyak sesal yang ia rasakan saat ini. Di depannya ada seorang pria tampan baru saja selesai memakai kemeja. Pria tampan itu mendongakkan dagu sang gadis menggunakan jari telunjuknya. Tapi sang gadis menyingkirkan jari milik pria tampan itu dan tidak sudi memandangnya
"Cih, bukannya kau tadi menikmatinya?" tanya sang pria.
"Jika Jiho tahu kau akan mati!" jawab sang gadis geram.
"Haha... Jiho? kakak tidak berguna seperti itu? apakah bisa melawanku? dia selalu bersembunyi di balik ketiak ayah! dia pria lemah! makanya ayahmu lebih menyukaiku dan bersedia menerimaku menjadi menantunya," ucap sang pria yang ternyata adalah adik dari Jiho, Hang Zhi.
"Tapi ayah menjualku kepadamu, kau dan ayahku sama saja biadab!" ucap sang gadis dengan isak tangisnya.
"Oh ternyata kau tidak mau menuruti perintah suamimu? aku bisa saja berbuat kasar tapi karena kau cantik dan aku sangat mencintaimu, jadi aku akan bersabar menghadapimu sampai kau benar-benar menerima hatiku. Aku akan tetap menunggumu Kyara! cepat mandilah! aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Bisa ku katakan jika kau itu gadis bodoh, apa bedanya aku dengan Jiho? kami kembar, wajah kami serupa. Aku tidak masalah saat kita di ranjang, kau membayangkan Jiho bukan diriku, karena aku sudah cinta mati padamu," jawab Hang Zhi. Pria itu membelai wajah Kyara yang sangat marah tapi tak berdaya.
"Kau pria brengsek! bagaimana seorang laki-laki sepertimu bisa hidup dengan nyaman? sedangkan kakak dan ayahmu menderita karena sikapmu yang busuk itu! sudah aku bilang hanya Jiho dihatiku. Apa kau tidak mendengarnya?" jelas Kyara, mata mereka saling bertatap. Gadis menampakkan emosi yang memuncak.
"Persetan dengan semua omong kosongmu! kau isteriku sekarang! aku bisa membuatmu bahagia atau menderita itu terserah kau yang memutuskannya. Jika Jiho tahu kau telah menjadi isteriku, akan lebih baik karena dia pasti akan sakit hati dan aku sangat senang jika dia menderita," jawab Hang Zhi dengan senyum liciknya.
"Sumpah demi apapun! kau akan mati dengan mengenaskan. Kau pria jahat Hang Zhi! aku berdoa kau segera mati saja! aku tidak sudi memiliki anak darimu!" ucap Kyara muntap.
Pria tampan itu seakan tidak memperdulikan ucapan dari Kyara, dia lebih memilih untuk membuka pintu dan keluar dari kamar itu.
__ADS_1
Sang gadis kembali menangis dia meringkuk di balik selimut, menyesali segala nasib buruk yang ia terima. Baru saja dua minggu yang lalu mereka menikah dengan hang Zhi, tetapi hidupnya seperti di neraka selama 1000 tahun. Sang ayah yang sebenarnya membenci saudara kembar itu berubah pikiran saat Hang Zhi mampu memberikannya kekayaannya yang tak pernah habis, untuk membantu meningkatkan bisnis ayah Kyara. Tapi dengan liciknya, Hang Zhi menginginkan imbalan, dia ingin Kyara. Meskipun sang ayah yang jahat licik dan gila harta membenci Hang Zhi maupun Jiho tapi karena Hang Zhi mampu membuatnya mendapatkan banyak uang, kebencian itu sirna seketika. Kini Hang Zhi benar-benar menjadi menantunya.
Langkah kaki sang pria tampan itu berhenti di ruang tamu, di sana nampak dua bos besar sedang duduk.
"Bocah kecil yang luar biasa," ucap salah satu bos.
"Tuan Gerald bisa saja! aku hanya anak kecil tuan, belum se-luar biasa dirimu," ucap Hang Zhi yang kemudian duduk mendekati kedua orang itu.
"Kau selalu merendah bocah, aku memberikan undangan kepadamu. Sebagai geng yang telah bekerja sama denganku, kau harus datang besok di hari pernikahanku," pinta Gerald sembari menyerahkan sebuah box berisi undangan pernikahan.
"Baiklah bos! sebelum aku datang, nanti malam aku akan kirimkan hadiah istimewa untuk mu," ucap hang Zhi.
"Terserah kau saja bocah, kau jangan lupa hari ini ada pertemuan penting dengan tetua. Kau harus datang. Kalau tidak, posisimu akan terancam di gangmu, Ada banyak hal yang harus kita bahas. By the way, apa kau kenal Alex Fernando?" ucap Gerald.
"Kau harus hati-hati dengannya, sepertinya ayahmu bekerjasama dengan Alex, Richi, serta tuan Ramos. Meskipun kau anak dari tuan Zhev, aku percaya kau tidak akan menyukai jika ayahmu bekerja sama dengan Death Angel," ucap Gerald.
"Apapun yang berhubungan dengan ayahku, aku membencinya. Dia selalu pilih kasih dan aku menyesal menjadi anaknya. Bagaimana bisa aku menjadi seorang bos besar seperti sekarang ini di saat usiaku yang masih muda, jika bukan karena usahaku sendiri. Memiliki seorang wanita yang cantik, yang bisa melayaniku setiap malam. Meskipun dia tidak pernah mencintaiku, aku akan tetap mencintainya," ucap Hang Zhi merasa lucu dengan dirinya sendiri.
"Hahaha, mentalmu boleh juga anak kecil. Aku harus banyak belajar dari mu," jawab bos Mike, ia kini berpisah dari Liu Earl karena kecewa dengan sang kakak yang lebih mengalah daripada melawan Alex.
"Kakak, bukannya kau juga memiliki seorang kekasih? dia berada di mana sekarang?" tanya Hang Zhi penasaran.
__ADS_1
"Entahlah, tapi ku harap dia masih hidup. Aku sering mengirimkan pesan untuknya tetapi dua hari ini nomornya tidak aktif, aku sudah melacaknya tetapi posisinya berubah dari tempat semula ia berada. Meskipun begitu, aku akan tetap mencari Jeni dimanapun dia berada. Dia hanya milikku dan satu-satunya milikku, jika dia dimiliki orang oleh orang lain, aku akan membunuh pria itu dengan tanganku sendiri," jawab bos Mike.
"Hahaha, mengapa kita semua menjadi budak cinta. Kita tampan dan banyak harta, mengapa tidak berganti-ganti pasangan setiap malam?" ucap Hang Zhi heran dengan para bos dan dirinya sendiri.
"Kau seharusnya tanyakan pada dirimu sendiri, mengapa kau merebut kekasih kakakmu? kau banyak harta juga sangat tampan, apa kau tidak menyadari jika pertanyaan itu untuk dirimu sendiri?" jawab Mike sambil melipat tangannya di dada.
Hang Zhi terdiam, kemudian dia tersenyum.
"Kita semua memang budak cinta, dan kita harus mengakuinya. Sudahlah, tak perlu memikirkan cinta. Setiap malam, aku merasa sakit hati karena isteriku tidak pernah mencintaiku, tapi tidak masalah bagiku yang penting aku bisa menikmati tubuhnya yang indah itu," jawab Hang Zhi bangga.
"Kau pantas mendapat julukan si brengsek kecil, jalani hidupmu sesuai dengan keinginanmu. Kami datang kemari hanya ingin mengingatkanmu untuk datang tepat waktu," ucap Mike geleng-geleng dengan sikap Hang Zhi, baru berumur dua puluh tahun tapi sudah pandai bermain.
"Iya, tenang saja. Kau tidak perlu berisik kak!" jawab Hang Zhi kesal.
"Selain brengsek kau juga pemarah! kami pergi dulu, takhlukkan isterimu, seperti bos Gerald yang mampu menakhlukkan livy," ucap Mike.
"Omong kosong apa ini? ayo cepat kita pergi," ajak gerald.
Hang Zhi mengangguk, kedua bos besar itu telah beranjak dari tempat duduknya dan segera berpamitan kepada Hang Zhi.
"Aku tiba-tiba saja teringat akan Jiho, pertarungan beberapa hari lalu mungkin kita seimbang. Tetapi jika dia memancing masalah lagi denganku. Aku akan siap untuk menghabisinya segera," ucap Hang Zhi sembari mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Lanjutkan...