
Aldren turun dari mobilnya kemudian berjalan perlahan menuju pusara sang ibu, dia seketika bersimpuh dan memeluk gundukan tanah itu. Dia merasakan penyesalan yang mendalam karena tidak bisa melindungi sang ibu dengan baik, selama ini dia hanya bisa merepotkan saja. Setelah peristiwa pengusiran itu, sang ibu menjadi sakit-sakitan, dia hanya bisa bekerja serabutan untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan sang ibu, dia menjadi anak yang tidak berbakti sama sekali, hingga pada akhirnya ia memiliki kekuatan untuk bangkit.
Atas semua kerja kerasnya, dia bisa menjadi seperti ini tetapi dia tidak merasakan kebahagiaan, selain menginginkan ibunya kembali ke dunia ini, dia juga ingin bertemu dengan Tuan Fernando, ayah angkatnya, dia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Aldren juga pria yang rapuh, tetapi dia tidak ingin menunjukkan semua itu kepada siapapun.
Ini kali pertamanya air mata itu jatuh, dia inginkan kebahagiaan juga seperti Alex Fernando yang mempunyai cinta sejatinya Laras Nugraheni.
"Ibu, maafkan aku telah melakukan kesalahan, tidak seharusnya aku menelantarkan ibu. Waktu itu, aku lebih baik mati daripada mengemis kepada ayah tiriku, dia telah membuat kesalahan besar karena menelantarkan kita, setelah pengusiran itu dia bahkan tidak menjenguk kita sama sekali. Dia lebih mementingkan Nyonya Raihana dan dua anaknya itu, jika aku sangat membenci Alex apakah salah ibu? telah merenggut segalanya dariku!" Aldren mengungkapkan rasa sesak nya selama ini, dia bukan seorang mafia yang sombong dan angkuh lagi, dia hanya orang biasa dengan gelar manusia menyedihkan.
"Ibu, aku ingin hidup seperti Alex, dicintai dan mencintai wanita yang sangat mengagumkan seperti Laras. Aku ingin itu ibu, hanya itu, tapi mengapa aku harus menjalani kehidupan yang sulit ini!"
Aldren masih berkeluh-kesah tentang apa yang ada di dalam hatinya.
Saat dia sedang dalam situasi yang tidak baik, muncullah pria tua dengan tongkat di tangannya.
"Bangkitlah! kau harus ikut aku segera," pinta pria itu.
"Siapa kau?" tanya Aldren heran dengan orang yang tiba-tiba datang.
"Kau ingin tahu siapa aku? ikut aku segera!" pinta pria tua itu.
Aldren penasaran tentang siapa pria yang sedang berada di sampingnya, dia segera beranjak dan mengekor langkah sang pria tua.
Tap ... tap ... tap ...
__ADS_1
Langkah keduanya yang saling membelakangi itu, berakhir tepat di depan mobil milik sang pria tua yang misterius itu.
"Masuk ke dalam mobilku, aku ingin mengatakan sesuatu hal," pinta sang pria tua.
Aldren awalnya ragu tetapi dia penasaran.
Pada akhirnya, dia mengikuti ucapan si pria tua.
Kini keduanya duduk berdampingan di jok belakang.
"Kau ingat foto siapa ini," tanya si pria tua sembari memberikan selembar foto.
Aldren menerima selembar foto tersebut dan melihat ada dirinya serta saya berada di sana, waktu itu dia masih berumur sekitar 2 tahun.
"Saat itu, ibumu datang kepadaku dan mohon agar aku mengakui dirimu sebagai anakku, aku tidak mau karena istriku masih sakit, saat mengetahui aku telah memiliki anak dari wanita lain. Tapi setelah puluhan tahun berlalu, aku baru menyadari jika anak dari Grace masih hidup, aku mencarimu. Aku adalah ayahmu Al."
Deg!
Aldren benar-benar terkejut, dia tidak menyangka sebutan yang dilontarkan kepadanya memang benar.
Dia memang anak haram.
Aldren segera menepis apa yang dikatakan oleh sang pria.
__ADS_1
"Grace memang ibuku, dia juga seorang wanita malam, aku tidak tahu kebenaran apa yang sedang kau sampaikan tapi pada intinya hanya Tuan Fernando yang menjadi cinta sejati ibuku." Aldren masih membela diri, dia tidak mau dikatakan sebagai anak haram.
"Terserah apapun katamu, tetapi Fernando pernah datang kepadaku dan meminta bantuan ku agar mencarimu dan merawat ku , dia tidak bisa melakukan secara langsung karena Tuan Fudo tidak mengizinkan anak yang tidak memiliki darah Blue Sea, mewarisi tahta Death Angel. Aku awalnya tidak memiliki keberanian untuk menemuimu, ya aku tahu. Ibumu adalah wanita malam, tetapi dia hanya berhubungan dengan ku, tidak dengan yang lain. Awalnya aku kesal dengan Fernando, dia sudah memiliki istri tetapi masih ingin merebut Grace dariku. Akan tetapi, tujuannya yang mulia itu itu aku sangat mendukungnya. Dia telah menyelamat kan ibumu dan dirimu yang dulu masih di dalam kandungannya dari 5 orang pria kurang ajar yang ingin menggagahi ibumu. Jangan membenci Fernando sepenuhnya, dia memang salah tidak bisa menjadi ayah yang baik untukmu tetapi itu sudah menjadi kodratnya sebagai seorang pemimpin Blue Sea. Aku tidak memiliki siapapun lagi selain dirimu, istriku juga sudah tiada, aku tidak memiliki keturunan. Kembalilah kepada jalan yang benar nak, tinggalkan MK jangan menuruti apapun yang dia katakan. Jika kau ingin kekuasaan, aku mau memiliki segalanya. Kau ingin gadis yang cantik? aku pun juga memilikinya. Apa ya ingin kau cari di dunia ini? ayah akan menebus segala kesalahan dan merawatmu dengan baik meskipun sudah terlambat."
Pria tua yang mengaku sebagai ayah Aldren itu memeluk Al dengan sangat erat, tetapi Allah justru mendorongnya dan kabur.
Si pria tua tidak mengejarnya, dia membiarkan sang putra memikirkan dengan matang apa yang sudah ia katakan.
"Suatu saat kau akan mengerti bahwa aku memang ayahmu yang sesungguhnya, jangan pernah lari dari kenyataan, karena semuanya akan terbukti setelah aku menghubungkan pemilik perusahaan bisnis adalah Aldren Ervino, karena namaku adalah Ervino. Kelak, ayah akan menyelamatkanmu dari belenggu MK."
Pria tua itu tidak terlalu mengkhawatirkan kepergian sang putra lagi, dia sudah memastikan, apa yang sudah ia katakan akan membekas di hati sang putra.
"Tuan? setelah ini kita kemana lagi?" tanya sang sopir yang sedari tadi diabaikan, padahal dia tetap standby di jok kemudi.
"Oh sorry, aku lupa jika ada dirimu."
"Tidak masalah tuan, kau memang sudah tidak muda lagi, aku lihat kau terlalu bahagia bertemu dengan anakmu itu."
"Iya, aku bahagia tetapi dia tidak. Ehm ... kita kembali ke kantor saja, aku ingin membicarakan tentang hak waris, semua yang aku miliki akan aku berikan kepada Aldren."
"Siap tuan!"
Sang sopir melajukan mobilnya dan segera pergi menuju kantor.
__ADS_1
....