Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Episode 25


__ADS_3

Kini di depannya telah duduk seorang pria tua yang menjadi ancaman baginya dan Death Angel. Pria tua bernama Xiauling, pria yang ambisius penuh dengan kelicikan.


“Apa yang kau inginkan Tuan?” Tanya Alex.


“Berikan wilayah kota utara, dan kau boleh mengambil bisnisku.” Jawab Tuan Xiauling tanpa basa-basi.


“Aku tahu kau pria tua yang cerdas, mengapa dengan mudahnya memberikan aset terbesarmu hanya untuk wilayah kota utara yang tidak terlalu besar itu? Ayolah Tuan, kau lebih lama hidup di dunia mafia ini lebih dariku. Jangan terlalu bertele-lete, katakan langsung apa mau mu?” Tanya Alex.


“Aku tidak menyangka jika anak kesayangan kakakku begitu cermat, kau memang pantas menjadi bos Death Angel.” Jawab Tuan Xiauling.


“Jika kau ingin wilayah kota utara, ambil saja. Anggap aku memberikan itu sebagai hadiah selamat datang karena kau telah muncul di hadapanku.” Ucap Alex.


Xiauling di buat kesal oleh Alex, dia terjebak oleh rencananya sendiri. Jika Alex mau memberikan kota kota utara dengan sangat mudah, justru akan membahayakan dirinya dan Toxic. Dia berfikir pasti Alex memiliki rencana yang lebih matang dari pada dengannya. Pria tua itu mencoba memberikan penawaran lain, tapi Alex sudah tidak tertarik karena dia masih ingin pergi berkencan dengan kekasihnya. Alex dengan santainya pergi meninggalkan Tuan Xiauling.


“Hugo, kau cari tahu tentang gadis yang bersama anak muda yang menemuiku tadi. Aku penasaran dengan gadis itu, dia pasti memiliki tempat yang khusus di hati anak muda tadi. Aku ingin menjadikan gadis itu sebagai alat pembalasan dendam sakit hatiku.” Ucap Tuan Xiauling kepada anak buahnya lewat sambungan telefon.


* * *


Laras menunggu dengan cemas di dalam mobil Alex. Saat mengetahui sang kekasih berada di dalam mobil, dia merasa senang dan langsung memeluknya erat.


“Kau adalah pria yang membuatku selalu ingin mati setiap saat karena terlalu mencemaskanmu” Ucap Laras.


“Jangan mengatakan kematian di depanku, kau tidak boleh tiada. Aku masih ingin melihatmu menjadi ibu dari anak-anak ku.” Goda Alex.


“Kau mengatakan itu seolah-olah kau mampu membahagiakanku dan anak turunku kelak, kau hanya akan mempersulit hidup kami saja dengan pekerjaanmu.” Ucap Laras ketus.


“Apa kau tidak takut? Setelah kau mengatakan itu padaku mungkin aku akan tetap menahanmu di markasku dan membuatmu kelelahan setiap hari.” Jawab Alex tersenyum puas.


“Apa hanya itu yang ada di otakmu? Instingmu sebagai binatang buas memang tidak di ragukan lagi.” Ucap Laras kesal.


Alex membiarkan gadisnya mengomel, dia lebih tertarik untuk segera meninggalkan Bar itu dan pergi mengantarkan sang kekasih kembali kepada kedua orang tuanya. Di sepanjang perjalanan menuju rumah sang gadis, Laras tidak mengatakan sepatah katapun. Dia menatap keluar jendela dan enggan menatap wajah sang kekasih.


“Kau memang lebih tertarik tinggal bersamaku ya daripada pulang kerumahmu sendiri?” Ucap Alex.


“Tidak, aku sedang kesal denganmu. Jangan menggangguku.” Jawab Laras.

__ADS_1


Laras yang tidak menyadari jika mobil Alex sudah sampai di depan rumahnya, hanya diam saja. Kemudian Alex memintanya untuk turun dari mobil.


“Makanya kau turunlah, kita sudah sampai.” Ucap Alex.


“Hem.” Jawab Laras.


Laras keluar dari mobil Alex dan menatap wajah Alex yang tidak ada senyum bahagia sama sekali. Dia semakin merasa kesal.


“Aku sudah mengembalikanmu kepada kedua orang tuamu. Jadi jangan mengganggapku pria brengsek.” Ucap Alex.


“Dia itu memang seperti peramal, bisa-bisanya dia tahu isi hatiku.” Gumam Laras.


“Jangan marah terlalu lama, nanti kau rindu. Bawa ponsel ini bersamamu, kau bisa menghubungiku saat kau rindu karena aku akan sibuk untuk beberapa hari ini.” Ucap Alex.


Laras menerima ponsel itu, Alex pergi begitu saja tanpa mengatakan selamat tinggal kepada sang kekasih. Membuat sang gadis semakin kesal di buatnya.


“PRIA MENYEBALKANNNNNN!!!!!!!” Umpat Laras.


Di saat gadis itu di penuhi amarah di dadanya, ponsel pemberian Alex bergetar, dia langsung menjawab panggilan itu dan memakinya habis-habisan.


“Apa kau mendengarnya?” Tanya Alex.


“Ya aku dengar, tapi setidaknya kau mengucapkan selamat tinggal padaku.” Jawab Laras mulai menurunkan nada bicaranya.


“Kau yang bilang kalau aku harus segera pergi, jadi aku pergi saja. Apa kau lupa dengan kata-katamu sendiri?” Ucap Alex santai.


Laras kembali di buat kesal oleh sang kekasih, dia langsung menutup panggilan telefon dari Alex dan masuk ke dalam rumahnya.


"Kalau aku tidak mencintaimu, sudah ku tinggalkan kau dari dulu. Dia sama sekali tidak mengerti perasaan seorang gadis." Umpatnya dalam hati.


"Gadis itu, memang sangat menggemaskan kalau sedang marah.” Gumam Alex.


* * *


Hugo mendatangi kediaman Tuan Xiauling dan memberikan laporannya.

__ADS_1


“Tuan Xiau, ternyata gadis itu bukan gadis sembarangan, dia anak dari kepala polisi Hans dan Ceo Dounghun farmasi, nyonya Firanda Nugraheni.” Ucap Hugo.


“Luar biasa, anak muda itu pintar memilih seorang gadis. Siapkan mobil dan antarkan aku ke Perusahan Ibu gadis itu. Aku ingin melihat seberapa sombong anak kesayangan Kakakku itu mampu mengalahkanku.” Jawab Tuan Fudo dengan senyum menyeringai.


Tuan Xiauling pergi bersama Hugo menuju Dounghun Farmasi. Hugo mengatakan kepada sekertaris nyonya Fira, jika bosnya ingin bertemu dengan nyonya Fira. Namun karena belum ada janji, sang sekertaris tidak mengizinkan Tuan Xiauling masuk ke dalam ruangan nyonya Fira.


“Mohon Tuan buat janji dulu. Baru bisa bertemu, itu peraturan di perusahan kami.” Ucap nona sekertaris.


“Katakan Tuan Xiauling yang datang.” Jawab Hugo.


“Tapi Tuan?” Ucap nona sekertaris.


“Kau masih ingin hidupkan? Katakan pada nyonya Fira segera.”


Hugo mengancam akan mencari tahu tentang nona sekertaris dan menghancurkan dia dan keluarganya jika Ia tidak menuruti permintaan Hugo. Akhirnya sang sekertaris mengizinkan Tuan Xiauling masuk ke ruangan bosnya.


“Tuan Xiauling, sudah lama sekali kita tidak bertemu.” Ucap nyonya Fira.


“Nyonya Fira, kau sudah sehebat ini, kebanggaan untukku bisa bertatap muka dengannmu.” Jawab Tuan Xiauling.


Tuan Xiauling kemudian memberikan penawaran kerjasama dengan perusahan farmasi miliknya. Nyonya Fira tidak tertarik dengan tawaran itu dan meminta Tuan Xiau pergi.


“Apa kau membiarkan anak gadismu akan hidup dengan bos mafia keji itu?”Ucap Tuan Xiau.


“Dari mana kau tahu tentang itu?” Tanya nyonya Fira.


“Aku akan membantumu memisahkan mereka, tapi kau harus mau menerima tawaran kerja sama ini.” Jawab Tuan Xiauling.


Nyonya Fira enggan menerima kerjasama ini, karena perusahaan farmasi milik Tuan Xiau tidak dalam keadaan baik. Tapi melihat track recordnya yang juga seorang mafia, nyonya Fira percaya Tuan Xiauling mampu membantunya.


“Baik, aku setuju, aku perlu jaminan untuk itu, aku tidak mau kau membawa pergi semua uangku dengan mudah. Mari buat perjanjian.” Ucap Nyonya Fira.


“Baiklah, silahkan buat perjanjian apapun. Aku turuti keinginanmu.” Jawab Tuan Xiau.


Nyonya fira meminta nona sekertaris untuk masuk ke dalam dan menuliskannya sebuah perjanjian. Setelah selesai, Ia berikan kepada Tuan Xiauling.

__ADS_1


__ADS_2