
Alex masih saja menatap berita yang tidak benar itu, di dalam berita dijelaskan bahwa orang yang melakukan penembakan itu adalah pria berinisial AF, dilihat dari fotonya pasti dirinya.
Dia menggunakan telepon rumah sang gadis, tapi tidak berfungsi. Dia kembali masuk ke dalam kamar Angela, dia mengambil kembali ponsel milik Frank yang ada di atas nakas.
Sang mafia menelepon Richi.
"Richi? apakah mengetahui berita hari ini? sepertinya adik tiriku sedang bermain-main denganku, dia menjebakku dalam sebuah penembakan yang sama sekali tidak aku lakukan." Sang mafia terlihat sangat emosi.
"Aku sedang menyelidiki hal itu bos, aku melihat berita ini dan sangat terkejut. Aku rasa bukan bos, bukannya adikmu telah pergi dari Macau?" Richi belum mengetahui fakta yang terbaru.
"Dia masih ada di sini, dan aku baru saja menemukannya. Cari informasi tentang pelaku yang membuat berita hoax ini." Sang mafia sangat geram dengan pelaku yang memfitnahnya.
"Oke, Kau di mana sekarang?" tanya Richi.
"Aku ada di apartemen seorang gadis yang mendapatkan penyiksaan lahir dan batin oleh Aldren. Dia masih di Macau Richi, kau tidak jeli." Sang mafia memberikan fakta yang sebenarnya.
"Astaga! mana mungkin ada di sini? aku sudah mencarinya kemana-mana! sialan! dia pandai bersembunyi!" Richi merasa kesal atas kecerobohannya dalam mendapatkan informasi tentang Aldren.
__ADS_1
"Ada, dia baru saja menghajar ku dan memasukkan aku serta Franklin ke dalam penjara bawah tanah." Sang mafia menerangkan apa yang baru saja menimpanya dan anak buah.
"Dia nekat sekali! apa kau berhasil kabur? kau bilang ada di apartemen? kau gila dengan wanita lainnya?" Sang sahabat menggoda Alex. Dia ingin memancing kemarahan sang dewa kematian.
Tapi Alex tetap santai, dia menjawab dengan apa adanya.
"Aku bersama Frank menolong seorang gadis bernama Angela Liu, dia seorang model. Dia itu adalah calon istri Franklin, kau dengarkan baik-baik! aku tidak main gila dengan wanita lain! aku bersama Franklin menyelamatkan Gadis itu dari siksaan Aldren, kau tahu kan dia seperti apa?! ternyata si gadis adalah kekasih Aldren yang pria brengsek anggap sebagai Laras, istriku." Sang mafia menjelaskan dengan rinci agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian.
Richi diam sejenak, tidak seperti memikirkan sesuatu.
"Ada apa? mengapa kau diam?" tanya Alex.
"Memang di dunia ini yang namanya Angela cuma satu? Frank memang belum move on dari Angela, tapi dia mendapatkan Angela lain yang lebih cantik dan semok, Ha ... ha ... ha ...." canda sang mafia, membuat Frank dan Angela tertawa.
Alex yang daritadi menggoda Richi, kemudian menghentikan perpanjangannya karena tidak ingin terlalu lama mengganggu calon pengantin baru yang sedang ada di depannya.
"Aku bawa ponselmu Frank, daripada aku bolak-balik mengganggumu?" tukas sang mafia sembari mengantongi ponsel milik sang anak buah.
__ADS_1
"Iya bos,bawa saja aku tidak masalah!" Frank ikhlas jika miliknya dibawa oleh sang bos, untuk saat ini, dia tidak memerlukan ponsel tersebut.
Alex keluar dari kamar itu dan kembali berbincang dengan Richi.
"Lex? apa tadi itu Frank dan Angela?" tanya Richi.
"Iya, kau jangan terlalu menghawatirkan dia, Frank mendapatkan Angela yang lain bukan Angela milikmu!" Sang mafia membantah semua yang ada dipikiran Richi.
Dia menegaskan bahwa Angela Liu berbeda dengan Angela yang menjadi istrinya.
"Haha, bukan itu maksudku bos!"
"Lalu apa?"
"Maksudku, jika dia Angela Liu, berarti dia adalah anak wali kota New York. Haha ... kita akan berbesan dengan orang besar, bagus ini." Sang sahabat menjelaskan apa yang sebenarnya tentang Angela Liu.
"Wahahaha ... astaga! mengapa aku bisa melupakan itu!" jawab sang mafia menepuk jidatnya.
__ADS_1
....