Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 131


__ADS_3

Di Paradise Land...


Beberapa minggu lagi Laras akan melahirkan buah cintanya dengan bos Alex. Sang suami semakin gencar memberikan perhatian kepada sang isteri yang sulit berjalan karena semakin lama perutnya semakin membuncit. Namun Alex dengan telaten selalu mengajak sang isteri berjalan-jalan di bibir pantai agar ibu hamil itu merasa rileks. Dia memapah tubuh Laras, jika sudah tidak kuat, bos Alex akan mengendong ala bridal style dan membawa sang isteri kembali beristirahat di kamar utama.


Semuanya telah Alex pelajari, dia bukti nyata bos mafia yang telah menjelma menjadi calon hot daddy yang sangat penyayang dan perhatian kepada sang isteri. Segala keperluan Laras sudah ia siapkan, bos mafia itu memang ingin Laras menjadi prioritas utama dalam hidupnya.


Semakin mendekati akhir trisemester ketiga, Laras justru semakin penurut dan jarang merajuk. Alex merasa sangat bahagia karena berhasil mengurangi rasa khawatir sang isteri tentang rasa sakit saat persalinan. Alex mengedukasi Laras tentang hal itu, dia juga sering berkonsultasi kepada dokter kandungan tentang kondisi Laras tiap harinya. Dokter itu berkata jika Laras dan sang baby sangat sehat, saat Alex ingin mengetahui jenis kelamin babynya. Sang dokter kepercayaan nyonya Fira itu menyarankan agar datang ke rumah sakitnya karena untuk melihat baby di kandungan Laras memerlukan alat yang canggih. Bos mafia ingin membeli alat itu, dia meminta dokter untuk membawa ruang persalinan ke pulaunya.


"Berapa harga semua itu?" tanya bos Alex.


"Sangat mahal Lex," jawab sang dokter.


"Semahal apapun itu, aku akan membelinya, kau bantu aku mendapatkan alat itu," pinta bos Alex.


"Wah! kau sangat kaya raya," jelas sang dokter.


"Untuk anak dan isteriku, tidak ada yang mahal! kau siapkan segera, kau sebut harganya nanti aku transfer uangnya," jawab bos Alex.


"Siap Lex, sambil menunggu semua alat itu datang, kau harus memperhatikan asupan gizi, jam istirahat serta mood isterimu, usahakan kau bantu dia senam ibu hamil yang videonya sudah aku kirim kan itu, kau mengerti?" ucap sang dokter.


"Baik dok," jawab bos mafia.


Setelah panggilan itu berakhir, Alex menatap wajah sang isteri yang tidur di pangkuannya. Dia membelai wajah cantik Laras yang semakin menggemaskan itu.


"Sayang," Laras memanggil sang suami dengan mata terpejam.


"Iya, ada apa?" Masih dengan membelai wajah sang isteri.


"Aku akan segera menjadi mommy," Laras mengigau dan Alex membiarkannya.

__ADS_1


"Aku tahu, kau akan jadi mommy dan aku jadi daddy. Status yang aneh untukku tetapi sangat menantang," Alex tersenyum karena sang isteri masih saja berbicara saat terlelap tidur.


"Bukan aneh, hanya saja kau belum merasakan kebahagiaan mengendong kelima jagoan kita bersama-sama bermain di taman hiburan," Laras masih terus berbicara.


"Kau bangun, buka matamu sayang," pinta Alex.


Sang isteri terdiam, dia semakin larut dalam impiannya.


"Kau masih saja berbicara di saat terlelap, kebiasaan yang lama tak ku jumpai," ucap bos Alex yang memindahkan tubuh sang isteri ke ranjang. Bos mafia menutup separuh tubuh Laras dengan selimut, dia menatap wajah cantik itu, mencium keningnya dan perlahan keluar dari kamar utama.


"Huft! Akhirnya Laras tidur juga," Alex kini bisa beristirahat sejenak setelah semalaman begadang.


Saat dia ingin memejamkan matanya di atas sofa, tiba-tiba ponselnya berdering. Dia langsung menjawab panggilan itu.


"Ada apa ibu mertua? hoam!" Alex terlalu mengantuk hingga tidak menyadari siapa yang menghubunginya.


Saat bos Alex benar-benar memperhatikan suara orang yang meneleponnya, baru dia menyadari jika itu suara ayah mertuanya.


"Astaga! maaf ayah mertua, aku sedang tidak fokus," tukas bos mafia.


"Tidak masalah, kau pasti tadi malam begadang. Aku juga pernah merasakannya. Rasa kantuk yang menyiksa, tetapi aku sangat senang karena bisa menemani Fira di saat dia hamil serta melahirkan, dulu saat hamil Laras, isteri banyak maunya, aku kewalahan menghadapinya," Curhatan seorang ayah yang pernah mengalami hal yang sama membuat bos Alex merasa tidak berjalan sendiri.


"Iya, jika kau tahu rasanya, mengapa mengganggu tidurku?" Alex mulai kesal.


"Haha, maaf Lex. Aku hanya ingin menanyakan keadaan anakku dan baby yang ia kandung," tanya tuan Hans yang sengaja mengerjai sang menantu.


"Dia baik, babynya juga. Bisa kau tutup panggilanmu sekarang? aku ingin tidur," Alex semakin kesal karena ulah ayah mertuanya.


"Haha, ya silahkan. Sepuluh menit lagi aku akan meneleponmu," tuan Hans belum merasa puas menggoda menantunya itu.

__ADS_1


"Ponsel akan ku matikan dan jangan ganggu aku,"


Tutt...tut...tut...


Alex mematikan ponselnya dan melemparnya ke atas meja. Baru saja dia ingin memejamkan matanya, sang isteri sudah memanggilnya.


"Lex, isterimu sedang hamil, jangan membuatnya tertekan, jangan tunjukkan amarahmu di depannya," Alex mengatur nafasnya dan perlahan bangkit.


Sang mafia berjalan sempoyongan karena rasa kantuk yang mendera.


KLEK!


Pintu kamar utama telah terbuka, dia mengucek kedua matanya dan mencoba tetap stabil dalam berjalan mendekati sang isteri.


"Lex? apa kau baik-baik saja?" Laras menatap mata sang suami yang memerah.


"Aku baik sayang," Alex mencoba menutupinya dengan tetap membuat matanya tetap terjaga.


Laras memahami keadaan sang suami yang kelelahan menjaganya. Sang isteri meminta Alex berbaring di sebelahnya, ia mencium pipi sang suami dan memintanya beristirahat. Tanpa ia duga, dengan cepat, sang bos mafia telah terlelap.


"Astaga, dia sangat kelelahan, kasihan suamiku ini. Benar-benar turun tahta dia, dari bos mafia menjadi penjaga ibu hamil," Laras membelai rambut sang suami dengan mesra. Dia merasa sangat beruntung mendapatkan suami seperti bos Alex. Tiada kebahagiaan yang lebih dari ini selain mendapatkan pria yang tepat.


Saat bos mafia tengah terpejam, dia mengigau. Laras tersenyum saat sang suami mengatakan banyak hal lewat alam bawah sadarnya.


"Sayang, kau jangan lupa sarapan, semuanya telah aku siapkan di samping meja tempat tidurmu, vitaminnya ada di botol kecil itu, kau tinggal ambil saja karena sudah aku buka tutupnya. Jangan makan makanan pedas, kasihan baby kita. Jangan singkirkan wortel dan brokoli yang sudah ku masak, kau hanya akan makan daging jika tidak ku ingatkan, apa kau ini memang singa betina? jadi kau hanya makan daging setiap hari," Tubuh Alex menggeliat, posisi tubuhnya berubah membelakangi sang isteri.


Tanpa ia sadari, air mata itu tiba-tiba saja jatuh, saat sang suami tertidur, dia masih saja memperhatikannya, mengatakan banyak hal untuk kebaikannya. Laras menangis terisak, dia tidak sanggup jika harus hidup tanpa Alex Fernando.


"Cinta sejati adalah dirimu, tiada yang lain Lex," ucap Laras yang mengusap air matanya yang terus saja mengalir tanpa henti.

__ADS_1


__ADS_2