Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Teror lagi!


__ADS_3

Laras meminta kelima anaknya untuk kembali menonton televisi, karena kartun kesukaan kelima babynya belum selesai dilihat. Untung saja anak-anaknya mau menuruti ucapannya.


"Anak mommy baik dan cerdas. Ehm, setelah ini, mommy pergi ke kamar mandi sebentar ya? perut mommy sakit sekali!" jelas Laras sembari memegangi perutnya.


"Oke mom," jawab anak-anak dengan kebahagiaan.


Mommy Laras dan anak-anaknya kini menonton kartun bersama-sama, kelima anaknya sangat senang ditemani oleh sang mommy karena suatu hal yang langka jika mommy mereka bisa duduk disebelah mereka, ikut menikmati acara kartun yang penuh gelak tawa.


Setelah 15 menit berlalu, kelima anaknya kembali memejamkan mata. Laras senang karena bisa segera menemui sang suami.


Laras memindahkan satu persatu anaknya menuju ranjang masing-masing, meskipun mereka baru saja berusia 5 tahun, tetapi berat badan serta tinggi badannya melebihi anak-anak seusianya.


"Yes, akhirnya selesai juga!"


Laras segera keluar dari kamar tersebut dan menuju ke dapur.

__ADS_1


Langkahnya berhenti tepat di depan meja makan, di sana sang suami sedang duduk manis menunggu kedatangannya.


"Hoam! kau lama sekali," ucap Alex sembari mendekati tubuh sang istri.


"Iya, anak-anak selalu merindukanku jadi, seperti biasa mereka akan menghalangi kepergianku." Laras sudah menduga jika semua itu akan terjadi, dirinya akan menjadi rebutan ayah dan anak.


"Haha, kau hanya milikku! anak-anak tidak boleh memilikimu," ucap Alex egois.


"Astaga! apakah tidak mau mengalah dengan anak-anak? Ehm, katakan apa yang kau bicarakan dengan kedua orang tuaku! aku sangat penasaran dibuatnya." Laras memaksa sang untuk segera mengatakan yang sebenarnya.


"Raf meneror ayahmu, hingga posisinya di kepolisian terancam." Alex memberikan kabar yang mengejutkan, Laras menjadi tidak bersimpati dengan Raf yang menurutnya adalah pria cupu yang baik hati.


Waktu itu, keduanya masih berkuliah, Laras tidak pernah menganggap serius apapun yang diucapkan oleh Raf.


Berulang kali, Raf ingin menjadikan Laras istrinya tetapi wanita itu hanya menganggap Raf sebagai teman biasa dan tidak lebih.

__ADS_1


Setelah itu, tiba-tiba saja, Raf pergi dari kehidupan Laras dan menjadi anggota kepolisian secara diam-diam.


"Sialan! pria itu adalah orang yang aneh. Selalu mengatakan cinta setiap hari melalui hal yang berbeda-beda, namun aku mengabaikannya." ucap Laras menegaskan jika dirinya tidak memiliki hubungan apapun di masa lalu meskipun Raf terlalu kencang mendekatinya.


Alex memahami situasi ini, dia segera bertindak. Tanpa sepengetahuan sang istri, dia telah meminta para anggotanya untuk menyelidiki Raf. Dia terlalu berani untuk melawannya, apalagi membuat mertuanya kesulitan. Raf cari mati.


"Kau jangan sekalipun keluar dari rumah selama satu minggu, aku sebisa mungkin akan membantu menjaga anak-anak agar mereka tidak merasa kesepian." Sang mafia bertindak waspada untuk melindungi keluarga kecilnya.


"Baiklah, aku akan menuruti apapun yang kau katakan! karena aku yakin jika Raf akan segera mendapatkan balasan atas segala kejahatannya!" Laras meyakini hal tersebut karena Alex kita akan pernah melepaskan orang-orang jahat yang berniat ingin menghancurkan kehidupan anggota keluarganya.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2