Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 82


__ADS_3

Alex mencoba segala cara untuk membuka pintu besi itu, namun tak kunjung terbuka. Dia mencari suatu hal yang bisa membantunya keluar dari ruangan itu.


'Jika tuan Xiauling dan Wang Zhie satu perkumpulan, pasti mereka memiliki cara yang sama untuk melindungi setiap ruangan rahasia, aku harus menemukan sesuatu di sekitar sini'' batin Alex.


Alex mulai mencari apapun yang bisa di gunakan untuk membantunya lepas dari ruangan itu. Tiba-tiba terlintas di pikirannya tentang kode, ya tentang kode rahasia yang selalu ada di setiap ruangan jika memang ruangan itu benar-benar rahasia.


Saat dia mulai mencari tombol kode di sekitar pintu itu, dia menemukan sesuatu yang aneh, ada sebuah lemari besi semacam brangkas di samping pintu itu yang menempel di tembok, dia mencoba menekan beberapa kombinasi angka yang ada di brangkas tersebut, dia sudah melakukan dua kali, dia masih memiliki satu kesempatan, namun karena dia khawatir ada kesalahan dalam menekan tombol kombinasi angka itu, bos mafia menelpon ayah mertuanya.


"Polisi sialan itu dimana? lama sekali menjawab telepon dariku," ucap Alex.


Beberapa menit kemudian, tuan Hans menjawab panggilan telepon menantunya itu.


"Ada apa Lex?" tanya tuan Hans.


"Kau sedang apa?" jawab Alex.


"Sedang bermain kartu bersama Angela dan Fira," ucap tuan Hans.


"Laras dimana?" tanya Alex.


"Sepertinya masih ada kamar," jawab tuan Hans.


"Kau keluar dari kamar tamu segera, ada hal penting yang harus aku katakan," ucap Alex.


"Aku udah ada di luar kamar tamu," jawab tuan Hans.


"Bagus, tuan Hans, apa kau masih ingat tentang kode yang tertulis di dinding lorong markas Toxic?" tanya Alex.


"Masih, Gerald 8800, Wang Zhie 8801 dan tuan Albram Zein 8802, memangnya ada apa kau tanya semua kode itu?" tanya tuan Hans.


"Tidak ada apa-apa, Angela akan membantumu menjaga anak dan istrimu," jawab tuan Hans.


"Tidak perlu bantuan anak kecil itu, aku bisa sendiri," ucap tuan Hans angkuh.


"Terserah kau saja, urusanku masih banyak, terima kasih tuan Hans," jawab Alex.


"Kau bisa berterimakasih juga ya ternyata?" goda tuan Hans.


"Tentu bisa karena kau adalah ayah dari gadis yang sangat aku cintai, aku berterimakasih karena," jawab Alex sambil menutup panggilan itu.


Alex menyimpan ponselnya di saku celananya dan segera menekan kombinasi angka yang ada di lemari brangkas itu.


KLEK

__ADS_1


Dengan mudahnya pintu itu terbuka, Alex keluar dari ruangan itu. Saat dia hendak mencari informasi yang lain di tempat itu, tiba-tiba dia berpapasan dengan dua anggota Lucifer yang baru saja masuk ke dalam bangunan tua itu.


"Hey siapa kau!" pekik anggota 1.


Anggota 1 langsung menghampiri bos Alex dan memberikan pukulan selamat datang untuk bos Death Angel itu, mereka berdua terlibat baku hantam, Alex membalas setiap pukulan itu dengan sigap, melihat temannya mengalami kesulitan dalam mengalahkan Alex, anggota 2 membantu temannya itu. Alex di keroyok oleh dua anggota Lucifer, tapi Alex mampu mengalahkan keduanya dengan sempurna.


"Dimana Wang Zhie?" tanya Alex menodongkan pistol ke arah keduanya.


"Sampai matipun, aku tidak akan memberitahu padamu," jawab anggota 1 angkuh.


"Ingin mati konyol?" ucap Alex.


"Jika itu jalan terbaik, tembak saja karena ka--"


DORRRR!!!


DOORRR!!!


DORRRR!!!


DOORRR!!!


Belum sempat anggota 1 meneruskan ucapannya, Alex sudah membungkam mulut keduanya dengan tembakan beruntun tanpa ampun.


Sang mafia keluar dari bangunan itu, tapi masalah lain datang, tiba-tiba sudah ada banyak anggota Lucifer yang berada di depan pintu.


"Bos kami sudah menduga kau akan datang kemari, jadi bersiaplah untuk melawan Lucifer!" ucap salah satu anggota Lucifer.


"Kalian maju! hadapi aku, jangan sungkan untuk memukul wajahku, meskipun kalian harus lenyap setelah melakukannya," jawab Alex.


"Banyak bicara kau brengsek!" ucap salah satu anggota Lucifer yang lain.


Sepuluh anggota itu menyerang Alex bertubi-tubi, Alex mampu menangkisnya, beberapa kali bos Alex tersungkur, namun dia mampu bangkit lagi, darah segar mulai mengalir di bibirnya akibat pukulan salah satu anggota Lucifer.


"Apa hanya ini kemampuan kalian? Wang Zhie adalah sampah dan kalian masih saja menjadi anak buahnya," jawab Alex mulai memprovokasi.


Mereka terprovokasi, dengan mudah Alex mampu mengalahkan anak buah Wang Zhie itu. Mereka terkapar tidak berdaya di atas tanah.


"Kau pemimpin dari teman-temanmu kan? katakan dimana Wang Zhie?" tanya Alex.


"Sampai matipun aku tidak akan mengatakannya!" gertak anggota Lucifer itu.


"Kalian tangan kosong, dan aku ada tiga pistol, apa kalian benar-benar sudah merindukan neraka?" tanya Alex.

__ADS_1


"Lenyapkan saja kami!" jawab anggota Lucifer itu.


"Tapi sayang, aku sedang tidak ingin melakukannya, akan aku cari sendiri dimana Wang Zhi berada," ucap Alex.


Saat Alex hendak keluar dari gerbang yang telah terbuka itu, tiba-tiba saja anggota yang menggertak bos Alex itu tiba-tiba berulah.


"Bos Wang Zhie mengincar kekasihmu juga, kau tahu bos kami juga ingin merasakan cinta satu malam itu bersama gadis cantik bernama Laras!" pekik salah satu anggota tadi.


"Pergi kalian ke neraka!"


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


DORR!!!


Keengganan Alex untuk tidak menghabisi anggota tadi berubah seketika saat sang anggota memancing emosinya. Alex kemudian pergi meninggalkan sepuluh anggota yang tewas mengenaskan dengan timah panas bersarang di kepala masing-masing.


Bos mafia itu berjalan menuju tempat di sebelah bangunan kuno itu, nampak di sana ada banyak penjaga.


'Pasti Wang Zhie bersembunyi di sana,' batin Alex.


Saat Alex hendak menuju tempat yang di maksud, dia memiliki ide untuk menyamar sebagai salah satu anggota Lucifer. Alex kembali ke bangunan kuno itu dan melucuti seluruh pakaian salah satu anggota, bos mafia itu menyeret satu persatu jasad anggota Lucifer dan di masukkan ke dalam ruangan rahasia tadi.


"Satu persatu misi telah selesai, saatnya menghabisimu! riwayatmu berakhir hari ini Wang Zhie!" ucap Alex yang sudah menjadi layaknya anggota Lucifer dengan baju beserta penutup kepala yang ia kenakan.


Kini bos mafia itu memilki kepercayaan diri yang begitu tinggi untuk segera menghadapi Wang Zhie, bos Alex menyamar menjadi anggota Lucifer yang bertubuh tambun karena pakaian yang di pakainya berlipat-lipat.


'Rasanya gerah sekali memakai baju berlapis, tapi demi misi menghancurkan tiga serangkai, apapun akan ku lakukan,' gumam Alex.

__ADS_1


Dengan mengenakan baju milik anggota Lucifer, Alex berhasil lolos dari penjagaan ketat markas Wang Zhie, tidak ada satu anggotapun yang mengetahuinya jika pria yang baru saja datang adalah musuh terberat mereka.


__ADS_2