
Erland masuk ke dalam markas Asley melalui ruangan sempit yang sengaja tidak ada penjagaan. Dia merasa harus berhati-hati karena kelicikan Asley, mampu membuatnya tewas seketika.
Erland bersama 2 anggota Tim B, sedang berada di ruangan yang minim udara, ada hal yang aneh saat Erland melangkahkan kakinya menuju pintu yang ada di depan ruangan tersebut, tiba-tiba saja ada seseorang yang menarik kakinya dan menyeretnya sampai ai sebuah tempat yang minim sekali cahaya. Dua anggota Tim B tidak ikut serta bersamanya karena hanya Erland yang menjadi sasaran utama.
"Sial! siapa kau?" tanya Erland kepada seseorang yang terus saja menyeret kakinya.
Seseorang tersebut tidak menggubris apapun yang dikatakan oleh anak buah bos Alex itu. hingga pada satu titik di mana dilempar ke dalam sebuah tempat yang lebih terang meskipun dengan cahaya lampu yang temaram.
Di sana dia melihat seseorang yang sangat ia kenali tengah terduduk lemas dengan luka di sekujur tubuh. Bahkan kaki dan tangannya terikat oleh tali. Lampu temaram yang tergantung di atas orang yang terluka itu menjadi saksi betapa kejamnya orang yang menyiksa seseorang tersebut.
"Bos? apa itu kau?" pekik Erland memanggil pria yang ia juga adalah sang bos yang sedang menjadi misi utama penyelamatannya.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan seseorang dari balik cahaya temaram ruangan itu.
"Bagus! salah satu andalan Alex Fernando telah aku tangkap. Setelah ini, giliran Willy yang akan tersingkir!" ucap seorang tersebut dengan tawa yang menggelegar.
"ASLEY XIE!!! TERNYATA KAU! PRIA BODOH YANG HANYA MENGANDALKAN KELICIKAN DALAM MELAKUKAN SETIAP TINDAKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG TIDAK KAU SUKAI, SIALAN KAU ASLEY!" Erland tak mampu menahan diri lagi, dia merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Asley kepada bosnya.
Erland segera mendekat ke arah Asley namun dihadang oleh dua anggotanya. Erland terlibat baku hantam dengan kedua anggota Asley, tak butuh waktu lama, kedua anggota itu tumbang dengan luka yang cukup parah. Asley terlalu meremehkan kekuatan Erland.
"Shittt! pria macam apa kau?? kau membuat orang tak bersenjata melawan pria dengan katana? apa yang kau inginkan dari ku? jika kau ingin membunuhku, bunuh saja! tetapi lepaskan bos Alex!" pekik Erland dengan suara lantang hingga membuat bos Alex hendak bangkit.
"Hahah, kau memiliki anggota yang militan ternyata Lex! baiklah bisa kucoba kekuatanmu, jika kau mampu melawan anak buahku, sudah pasti akan aku lepaskan bosmu!" ucap Asley yang terkadang lebih banyak berdusta daripada mengatakan kebenaran.
__ADS_1
"Tidak masalah! maju!"
Kini Erland dan anak buah Asley saling berhadapan. Tanpa di duga, sang anak buah, memberikan satu katana untuk Erland.
"Apa ini?" tanya Erland menaruh curiga dengan tindakan anak buah Asley.
"Seperti kau membunuh kakakku waktu itu, ketika kau masih bergabung dengan Lucifer, mari kita selesaikan pertarungan antara kita!aku akan membalaskan dendam kak Demian!!!" ucap anak buah Asley yang semula memakai penutup kepala, perlahan membukanya. Kini nampak jelas wajah sang anak buah yang ternyata adalah...
"Kau? bagaimana bisa kau ada di sini?" Erland mengenali wajah itu sebagai Ghara. Pria tangguh yang pernah bergabung di Lucifer bersamanya, namun kakaknya telah berkhianat kepada Lucifer. Karena pengkhianatan itu, si kakak di bunuh secara keji oleh Erland atas perintah bos Lucifer terdahulu.
"Itu tidak penting! lebih baik lawanlah aku sekarang!"
__ADS_1
Ghara telah siap bertarung dengan Erland sebagai bukti kesetiaannya terhadap sang kakak.