Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Neraka untukmu Raf!


__ADS_3

Setelah mengakhiri panggilan telepon dengan sang istri, Alex kemudian segera melajukan mobil mewahnya menuju markas utama. Dari raut wajahnya, dia sangat puas dengan kinerja anggotanya yang bergerak cepat meringkus pria sombong menyebalkan itu.


"Untung saja aku datang tepat waktu, jika tidak Zicko dan Leo serta anggota aku yang lain pasti akan habis di tangan pria sombong." Alex yang sebelumnya mendapatkan kabar dari anak buahnya itu langsung menyusul ke area markas Raf bersama anggota yang lain


Saat sang pos berada di markas Raf dia tidak menemukan apapun, yang ada hanyalah penjaga yang pingsan akibat pukulan seseorang, bisa dilihat dari kepalanya yang mengeluarkan darah dan denyut nadinya yang masih terasa.


Tanpa pikir panjang, sang mafia kemudian masuk lebih dalam ke area markas Raf. Ia terkejut saat salah satu anggota terbaiknya tersungkur, simbah darah. Seketika itu juga dia menunjukkan eksistensinya sebagai bos mafia.


Raf berhasil diringkus, dan ini saatnya sang mafia akan memberikan neraka untuk pria sombong, Raf.


....


Sesampainya di markas utama Death Angel...


Bos mafia sampai di area markas 10 menit lebih lama dari mobil anggotanya. Penyebabnya adalah saat dirinya mendapatkan panggilan telepon dari sang istri.


Alex keluar dari mobil mewahnya, kemudian berjalan menuju mobil yang di dalamnya ada Raf.


Mobil tersebut kebetulan ada di samping mobilnya.

__ADS_1


Bos mafia membuka jendela mobil kemudian mengajak Raf berbicara.


"Kau akhirnya bisa merasakan sensasi panas api neraka di markas ku," ucap Alex dengan senyum menyeringai.


"Aku sudah pernah merasakan semuanya itu, oleh karenanya, aku lebih memilih untuk mengalah. Tidak baik membuat putra Tuan Fernando terluka. Hahaha," jawab Raf, pria itu masih saja berlagak.


Sang mafia kemudian menunjukkan taringnya, dia memerintahkan 2 orang anggota untuk menyeret pria itu masuk ke dalam ruang peradilan.


Tanpa basa-basi, keduanya langsung menyanggupi perintah Alex Fernando.


Raf bukannya semakin takut justru dirinya tertawa terbahak-bahak sembari menghina Alex yang sebentar lagi akan membuatnya tersiksa.


"Hahaha ... kau bodoh! untuk apa menyiksaku, jika aku mati 'pun tidak ada gunanya untuk kalian semua," ucap Raf dengan tubuh penuh luka karena diseret oleh kedua anggota sang mafia.


.....


Ruang peradilan!


BRUAK!

__ADS_1


Sang mafia menendang pintu saking kesalnya untuk memberikan pelajaran kepada Raf, dan mengajarinya cara bersopan santun.


Sesampainya di dalam ruang peradilan, sang mafia meminta dua anggotanya untuk pergi dari tempat tersebut karena dirinya akan melakukan hal yang sangat menyakitkan di bawah lampu yang temaram kepada pria pembohong itu.


"Bos kalau marah menyeramkan, coba kau lihat, pintu saja kena amukannya. Tapi masih untung pintunya tidak rusak," ucap kedua anggota.


Setelah ketua anggota itu pergi, kini hanya ada Alex dan Raf.


Mata keduanya saling bertatap, ada raut berapi-api dari kedua wajah tersebut.


Alex membiarkan Raf duduk di atas kursi yang sudah disediakan, di bawah lampu yang temaram, sang mafia memberikan hadiah selamat datang berupa tusukan pisau di lengan kanannya.


Kemudian di lengan kirinya, kedua pahanya.


Si Raf mengerang kesakitan, kali ini dia tidak bisa sombong karena sudah kalah telak dengan bos mafia.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2