
Alex terlihat sangat kesal karena dirinya sedang menjadi buronan paling dicari di kota Macau, bahkan pihak kepolisian memberikan 200 juta dolar untuk siapapun yang bisa menyerahkan dirinya kepada pihak kepolisian.
"Lex, iga bakar ini sangat lezat. Bagaimana menurutmu?" tanya Yuen, dia melahap iga bakar itu dan menikmatinya.
"Enak sepertinya, tetapi aku tidak ingin memakannya kali ini. Pikiranku sedang berada di antah berantah." Alex mengatakan semuanya dengan asal-asalan.
"Kwkwkw ... aku mencium bau-bau orang rindu dengan istri tercinta." Yuen menggoda sang mafia.
"Hm ... itu juga bisa, tapi aku juga memikirkan yang lain." Alex menyampaikan apa yang ada di pikirannya.
"Memangnya apa? aku tidak mengerti maksudmu." Yuen masih bertanya dan mulutnya juga mengunyah terlalu banyak iga sapi hingga dirinya tersedak.
Alex menyerahkan segelas air putih kepada Yuen, dia membantu temannya itu dan menepuk punggungnya agar rasa tersedak itu segera usai.
"Uhuk ... uhuk ...." Yuen batuk-batuk, dia masih merasa tenggorokannya bermasalah.
"Makanya kalau makan itu berdoa dulu, yang preventif adalah harus berhati-hati dan fokus. Makanlah dengan benar, jangan makan sambil bicara. Kau paham?" ledek sang mafia. Dia masih membantu meredakan efek tersedak itu.
__ADS_1
Saat Alex sibuk membantu Yuen, tiba-tiba saja Cafe itu digerebek oleh beberapa anggota kepolisian.
Mereka mengatasnamakan tim anti terorr untuk membasmi orang yang diduga menjadi pelaku penembakan orang yang berpengaruh di kota Macau itu.
"Maaf atas ketidaknyamanannya, kami dari pihak kepolisian meminta pengunjung Cafe untuk berdiri karena akan ada pemeriksaan secara mendadak, sekali lagi kami minta maaf yang sebesar-besarnya." Seorang ketua tim anti terorr mengecek satu persatu pengunjung yang ada di Cafe tersebut.
Alex yang merasa menjadi target tetap berusaha tenang saat salah satu anggota tim anti terorr mendekat ke arahnya.
"Maaf Tuan, silakan anda berdiri dengan benar," pinta anggota kepolisian.
Saat sekujur tubuhnya diperiksa, di bagian paha kanannya terdapat sesuatu yang mencurigakan.
"Maaf, bisa kami melakukan pemeriksaan dengan kedua kaki anda, kami mencurigai anda menyembunyikan sesuatu yang tidak seharusnya di paha kanan anda." Pihak kepolisian kemudian meraba-raba apa yang dibalik paha kanan sang mafia.
"Pak, ada yang mencurigakan dengan orang ini!" Lapor sang anggota.
"Suruh dia berlutut! buka kacamatanya!" Sang pemimpin tim sepertinya lebih tegas dan arogan daripada anggota yang lainnya.
__ADS_1
Dia langsung menghampiri Alex dan menarik kedua tangannya ke arah belakang, setelah melepaskan kacamatanya, alangkah terkejut pihak kepolisian itu karena orang yang sedang mereka cari ada di depan matanya.
"Hah! seorang penjahat yang masuk ke dalam perangkap, ikut kami ke kantor!" Perintah ketua tim anti terror.
Sial mengapa aku harus mengalami hal ini, aku harus melakukan hal yang bisa membuatku kabur dari situasi yang sangat menyebalkan.
Yuen, tidak bisa melakukan apapun karena situasinya belum mendukung dirinya melakukan tindakan lebih lanjut.
Alex menurut saja apa yang dikatakan oleh pihak kepolisian, tapi saat sang polisi melakukan tindakan arogan, Alex langsung bertindak.
Dia mengambil alih keadaan, sang mafia menyandera ketua tim anti terorr, sehingga membuat kegaduhan di Cafe tersebut.
Semua anggota kepolisian menodongkan senjata ke arah Alex, sang mafia lebih cerdik dari mereka semua.
"Jika kalian ingin pemimpin kalian ini hidup, buang senjata kalian!"
....
__ADS_1