Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Rencana 2


__ADS_3

Yovan tidak menggubris apapun yang dikatakan oleh sang gadis, ia hanya terfokus dengan letak telepon umum yang sangat ingin Yovan temui karena hanya itu yang mampu membantunya menghubungi Richi.


Sepanjang perjalanan, sang pria hanya diam saja seolah-olah dia marah. Tzuyu yang merasa tidak melakukan kesalahan juga tetap enjoy dengan mulutnya yang berkomat-kamit seperti sedang bernyanyi lagu kesukaannya.


Yovan merasa terganggu dan menegurnya, tetapi sang gadis tidak terima, dia tetap bernyanyi sesuai dengan keinginannya.


Yovan berusaha menutup telinganya dengan kedua tangan tetapi tak juga mendapatkan ketenangan, pada akhirnya Yovan langsung mengatakannya kepada Tyuzu.


"Suaramu sangatlah bagus tetapi, jika kau diam akan lebih baik!" sindir Yovan, ia sudah eneg mendengarkan suara aneh dari gadis cantik di sebelahnya.


"Haha ... kau dan Han Bin sama-sama memiliki selera musik yang berbeda, kekasihku menyukai suaraku tetapi kau tidak menyukainya, padahal aku adalah juara kontes menyanyi nomor satu di kota ini, bukankah aku terlalu sombong untuk mengatakannya?" Si gadis melirik ke arah sang pria dengan senyum tipisnya.


Yovan diam, dia tidak ingin memperkeruh suasana dengan menunjukkan ketidaksukaannya jika sang gadis mengatakan nama kekasihnya di depannya. Dia yang juga memiliki perasaan lain terhadap Tzuyu, merasakan debar yang memburu, seperti rasa cemburu yang perlahan dia tepis.


"Mana telepon umumnya? mengapa lama sekali?" tukas Yovan mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin membahas lagi tentang kekasih sang gadis yang menurutnya tidak penting itu.

__ADS_1


"Iya, sebentar lagi juga sampai!"


Baru saja gadis mengatakannya, telepon umum sudah berada di samping mobil MK.


Dia mengeluarkan beberapa koin dari saku celana yang ia pakai.


"Kau memiliki koin dari mana?" tanya Yovan yang heran dengan sang gadis, padahal sebelumnya sang gadis tidak terlihat membawa uang sepeserpun.


"Aku terbiasa meletakkan uang receh di saku celana, ini hanya terbatas, kau jangan terlalu mengatakan hal yang tidak penting saat berbicara dengan teman itu!" ucap sang gadis tegas.


Yovan ayam mengangkut dan memintanya untuk mengambil kursi roda dan mendorongnya kearah telepon umum berada.


Jalanan cukup sepi hari ini, sang gadis memakirkan mobil di pinggir jalan begitu saja tanpa takut ada yang mencuri nya karena memang itu mobil curian.


Setelah berada di kotak persegi panjang yang di dalamnya ada alat yang digunakan untuk berkomunikasi.

__ADS_1


Sang gadis mendorong kursi roda itu masuk ke dalam kotak persegi panjang tersebut.


Setelahnya, memasukkan beberapa koin agar telepon umum itu bisa digunakan untuk menelepon Richi.


Yovan menekan tombol angka yang ada di depannya membentuk suatu rangkaian nomor telepon Richi.


Setelah itu, dia menunggu panggilannya terjawab oleh Richi.


Beberapa detik kemudian panggilan itu telah tersambung dan terdengar suara Richi yang sangat familiar.


"Halo, siapa ini ya?" tanya Richi.


"Aku Yovan, bisakah kau membantuku?" Yovan langsung to the point ke inti permasalahannya.


"Yov, aku memang menunggu kesempatan ini. Kau ada di mana sekarang? ada banyak hal yang perlu aku ketahui darimu, jika kau berpikir untuk berhianat, setidaknya berpikir tentang perasaan Tuan Fudo, Alex, serta kami semua." Richi sepertinya sudah memahami apa yang terjadi, membuat Yovan lebih mudah untuk menceritakan segalanya.

__ADS_1


"Kau dengar aku baik-baik, kau datanglah ke Macau, aku menunggumu di bandara! semuanya akan terungkap setelah kita bertemu dan membahas tentang hal ini!"


....


__ADS_2