Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 180


__ADS_3

Chen Gao melakukan serangan kepada sang mafia, dia memukul tangan dan kaki Alex, tapi berhasil di tepis.


"Hanya ini?" Alex memprovokasi Chen agar terus menyerangnya.


"Sial! kau boleh juga bos!" Chen Gao kembali menyerang sang mafia, kali ini tanpa basa-basi, ia menodongkan senjata api ke arah sang mafia


"Matilah kau Lex!" Chen Gao yang licik itu melepaskan satu timah panas, namun bos mafia mampu menghindar.


"Kepar*t! kau ingin main curang? baiklah! akan aku ladeni permainanmu!" ucap Alex yang langsung mengarahkan tendangannya ke arah tangan kanan Chen Gao yang di gunakan untuk menarik pelatuk.


Seketika, pistol itu jatuh. Giliran sang mafia yang membuat Chen Gao babak belur.


Alex memberikan bogem mentah berkali-kali kepada Chen dari segala arah. Chen tak mampu mengimbangi serangan sang mafia, Alex dengan mudahnya menghantam perut Chen, seketika tubuh pria kurang ajar itu roboh.


Alex belum puas, dia menginjak dada Chen Gao dengan menodongkan pistol ke arahnya.


"Harusnya kau tidak curang Chen!"


Dalam posisi terhimpit, Chen masih sempat mengambil pisau lipat simpanannya, dengan perlahan, dia memposisikan dirinya agar mampu menancapkan pisau lipat di kaki sang mafia yang kini sedang menginjak dadanya.


"Aku belum kalah Lex, cepat tembak aku! tapi sebelumnya, kau harus terluka!"


Chen mengayunkan pisau lipat itu ke arah kaki sang mafia, namun karena Alex mampu menghindar, pisau lipat itu justru menancap di dadanya.


"Haha! pria bodoh! pikir dulu sebelum melakukan apapun, kau ini Chen Gao! tapi sangat ceroboh!"


Alex menertawakan sikap Chen yang kurang perhitungan, Chen Gao seperti tak mengenal rasa sakit, dia menarik pisau yang telah menancap di dadanya dan bangkit, ia kembali menyerang sang mafia.


"Harusnya kau langsung bunuh aku! kau terlalu baik hati Lex!" ucap si tua bangka.


Bos mafia itu masih belum ingin membunuh Chen, rasanya kematian yang cepat untuk Chen adalah hal yang kurang menarik.


"Baik, ku buat kau menderita sebelum kau tewas!"


Chen mengayunkan pisau lipat itu ke arah pundak sang mafia, tetapi mampu sang mafia tepis.


Pertarungan sengit antara bos mafia dengan musuh bebuyutannya terlihat mengerikan karena tubuh Chen yang terkena tancapan pisau mengalirkan darah kental yang membuat nyeri. Cukup dalam Chen menancapkan pisau itu, hingga kekuatan pukulan si tua bangka melemah, namun masih saja menyerang sang mafia.


Alex seperti bermain dengan pria lemah yang sok kuat! bos mafia itu segera menendang Chen dengan posisi memutar dan mengunci langkah si tua bangka.


Untuk kedua kalinya, tuan Chen tersungkur kali ini dengan posisi tengkurap.


"Payah kau Chen!" Alex menginjak kepala Chen dan kembali mengarahkan pistol ke arah sang tua bangka.

__ADS_1


"Kau bodoh Lex, kau hanya mampu melawan pria tua tak berdaya!" ucap tuan Chen.


"Aku akan menutup mulutmu dengan ini"


DOR!


DOR!


DOR!


Sang mafia menembak punggung Chen Gao berkali-kali, darah segar kembali mengalir.


Alex telah selesai dengan sang bos, kini ia membantu yang lain. Alex terlibat baku hantam dengan para anggota Blue Dragon, salah satu anggota terbaik Chen Gao mengelabui semuanya, dia mampu menusukkan pisau di punggung sang mafia.


"Mati kau Lex!" ucap sang anggota.


Jleb!


Alex merasa seperti ada semut yang mengigit punggungnya, tetapi saat ia merabanya, ternyata sebuah pisau lipat menancap di sana.


Alex segera menarik pisau yang menancap itu dan melihat pria bodoh di belakangnya.


"Hanya pisau, tidak mempan!"


Alex dan sang anggota terlibat baku hantam, Alex memukulnya tanpa ampun, hingga sang anggota roboh.


Jleb!


Jleb!


Jleb!


Alex mengembalikan pisau milik sang anggota tepat di dadanya, darah segar mengalir di sekujur tubuh sang anggota.


Sang mafia membiarkan pisau itu menancap di dada sang anggota. Dengan punggung menggeluarkan darah, Alex masih mampu bertarung.


Baku hantam, baku tembak, terjadi secara bersamaan, meskipun anggota Death Angel banyak yang terluka, namun mereka semua mampu memukul mundur pasukan Blue Dragon. Selain sang pemimpin sudah tewas, anggota terbaiknya juga telah menemui ajalnya di tangan sang mafia. Tidak ada alasan lagi untuk para anggota Blue Dragon untuk melawan kehebatan pasukan sang mafia.


Richi menghampiri Alex, dia melihat ada luka di punggung sang sahabat.


"Lex? kau baik-baik saja? ada apa di punggungmu?" tanya Richi khawatir.


"Kau ini apa lah Richi, ini hanya gigitan semut, tak ada rasa sakit sama sekali, ambilkan aku perban dan obat antibiotik, obati aku segera," pinta sang mafia.

__ADS_1


"Tapi ini cukup dalam Lex, kau tunggu di sini, aku akan mengambilnya untukmu," Richi berlari menuju mobil Death Angel dan satu kotak obat di sana. Setelah mendapatkan apa yang di butuhkan, Richi kembali ke tempat Alex berdiri dan segera mengobatinya.


"Astaga! cukup serius lukamu ini Lex," Richi melihat bekas luka yang menggangga di punggung sang mafia.


"Obati dan tutup luka itu cepat!" pinta sang mafia.


"Baik Lex, kau marah-marah saja lah," Richi segera melakukan apa yang bos nya katakan.


"Haha, kau terlalu banyak bicara, jadi aku kesal! ini lebih baik, lumayan juga Chen dan anak buahnya," Alex menggerakkan tangan dan kepalanya yang pegal.


Jiho dan Hang Zhi yang juga ikut dalam pertarungan itu segera mendekati sang mafia.


"Kau kenapa bos? kau baik-baik saja kan?" Hang Zhi terlihat cemas, begitu juga dengan Jiho.


"Hey! anak kembar brengsek! kau bantu yang lain masuk ke dalam mobil dan obati mereka, bukannya datang padaku, Richi sudah mengobatiku. Nanti aku juga sembuh, jangan terlalu cemas! apa kau pikir aku bayi? akan menangis karena hal sepele ini?" ucap sang mafia menenangkan si kembar.


"Maaf bos! kami hanya cemas!" jawab si kembar serentak.


Kemudian keduanya berlari menuju para anggota yang terluka dan membantu mereka.


Richi menatap wajah sang mafia.


"Lex, secepatnya kau harus kembali ke Paradise Land, isterimu membutuhkanmu," saran Richi.


"Aku tunda sampai besok pagi Richi, isteriku akan heboh jika sampai tahu ada luka di punggungku, aku tidak ingin dia panik," jelas sang mafia.


"Baiklah, terserah kau saja," jawab Richi yang menyerahkan segala keputusan kepada Alex.


"Lebih baik kita kembali ke markas Richi, bawa semua anggota yang terluka, kita obati di sana," perintah sang mafia.


"Baik Lex."


Richi menyusul si kembar membantu yang lain masuk ke dalam mobil Death Angel, sedangkan Alex terlihat sedang menelepon.


"Sayang? maaf , aku pulang besok pagi, masih ada hal yang belum beres," ucap sang mafia.


"Baik Lex, kau selesaikan misimu setelah itu baru kembali," jawab sang isteri.


"Laras, aku rindu sentuhanmu," bisik sang mafia.


"Ada hadiah untukmu besok," goda sang isteri.


"Baiklah, aku akan menagih hadiah itu saat ku kembali!" jawab sang mafia begitu antusias dengan hadiah sang isteri.

__ADS_1


__ADS_2