Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Aku rindu baby A


__ADS_3

Alex masuk ke dalam kamarnya, kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Dia terlihat menelepon seseorang.


"Ayah? anak-anak sedang apa?" tanya sang mafia dengan nada suara yang tidak bersemangat.


"Mereka baru selesai makan dan bermain, kau sedang apa? misimu berhasil?" tanya Tuan Hans yang kini sangat perhatian kepadanya.


"Berhasil, hanya saja aku terluka, entah bagaimana aku bisa ceroboh seperti ini!" ucap Alex sembari menahan rasa sakitnya.


"Kau harus segera mengobati luka itu agar tidak infeksi, kau akan menjadi ayah dari 6 anak! meskipun kau adalah pria brengsek tapi seharusnya kau bisa menjaga dirimu sendiri!! jangan sampai anakku menjanda karenamu, awas saja!" jawab Tuan Hans dengan nada suara yang lebih santai.


"Haha, kau terlalu berpikir hal yang tidak tidak. Aku akan tetapi hidup untuk ke enam babyku, adalah harta yang tak ternilai dalam hidupku!" Alex keyakinan kepada ayah mertuanya agar tidak terlalu masa depannya suram untuk putri tercintanya.


"Tetapi kau sama sekali tidak tahu cara membahagiakan anakku, bagaimana bisa kau ceroboh! dia itu memiliki ikatan batin yang kuat terhadapmu, jika kau terluka dia pasti akan sedih berkepanjangan!" Tuan Hans yang terlalu mencintai sang mafia sehingga dia akan merasakan sakit jika suaminya terluka.


"Haha, anakmu tergila-gila denganku! bagus itu ayah!" Alex kembali usil, dia selalu seperti itu kepada sang ayah mertua.


"Iya, aku tahu semuanya dari Fira. Aku mana perhatikan kau dan anak ku yang cantik itu, aku sama sekali tidak peduli padamu dasar pria brengsek!" Tuan Hans sangat kasar kepada sang menantu tetapi sebenarnya dia sangat menyayangi Alex.


"Haha, katakanlah sepuas yang kau inginkan! katakanlah apapun yang kau inginkan, ayah mertua. Aku sangat menyayangimu," ucap Alex yang merasa terharu terhadap sang ayah mertua, satu-satunya orang yang selalu menjaga anak-anaknya.

__ADS_1


"Aku sangat membencimu! pria sialan!" Tuan Hans selalu seperti itu, meluapkan umpatan meskipun di dalam hatinya dia sangat menyayangi Alex.


Akhir dari panggilan telepon itu, Alex mengatakan ingin tidur sebentar sebelum menyiksa Dama dan Dio.


Sang ayah mertua mendukung apapun yang Alex lakukan.


....


Dia meletakkan ponsel miliknya di atas nakas. Sang mafia melangkahkan kedua kakinya masuk ke dalam kamar mandinya.


Sang mafia perlahan melepaskan helai kain di tubuhnya, hingga polos tak tersisa dan membiarkan tubuhnya basah karena air shower yang menyegarkan.


Sensasi perih di sekujur tubuhnya membuatnya meringis, tetapi dia berusaha menahannya.


Saat dia keluar dari kamar mandi, betapa terkejutnya dia karena Yovan berada di dalam kamarnya.


"Astaga! kau ada di sini sejak kapan?" tanya Alex.


"Baru saja, aku mendapatkan mandat dari ayah mertuamu untuk mengobati lukamu, cepat duduk di sampingku baby, aku akan mengobatimu!" Yovan seperti gadis genit saat mengatakannya.

__ADS_1


"Haha, sialan!"


Alex mendekat ke arah Yovan yang duduk di atas ranjangnya, di tangannya ada kotak P3K.


Kini tubuh itu berada di samping Yovan, sang sahabat segera mengobati luka itu secara perlahan.


Hanya untuk lima menit, luka itu berhasil mendapatkan pertolongan agar tidak infeksi.


"Terimakasih kasih, kau baik Yov!" ucap Alex. Dia merasa terkesan dengan bantuan Yovan.


"Iya, aku akan menjagamu bos dengan segenap jiwa dan ragaku." Yovan, kembali dan menjadikan dirinya sebagai kawan sang bos dan membantunya di kala Alex membutuhkan.


"Haha, oke, terimakasih Yov. Biarkan aku istirahat. Karena setelah ini, aku akan menyiksa kedua bajingan itu." Sang mafia meminta waktu istirahat, dia ingin membuat tubuhnya lebih relaks sebelum benar-benar pulih dan memberikan pelajaran berharga untuk Dama dan Dio.


"Oke!"


Yovan langsung pergi begitu saja, tanpa mengatakan sepatah katapun.


Sang mafia tersenyum, dia merasa jika Yovan sudah banyak berubah.

__ADS_1


Dia awalnya pria yang kaku, namun, semakin berjalannya waktu, sifat kaku itu mulai hilang.


....


__ADS_2