
Zicko berjalan menuju gerbang markas utama untuk mengambil tiket bersama lima anggota lainnya. Senyumnya mengembang saat menatap kotak paket berisi tiket yang akan mengantarnya menuju acara televisi yang akan mempermalukan si Raf, pria brengsek yang tidak tahu malu.
"Zick, paket untuk bos Alex," ucap sang penjaga gerbang sembari menyerahkan paket berisi tiket tersebut.
"Oke, biar aku yang menerimanya," jawab Zicko dengan senyum menyeringai. Kini enam tiket yang akan mengantarkannya menemui Raf sudah ada di tangan. Zicko sangat bersemangat untuk membuat Raf malu di depan semua orang.
Waktunya sudah tiba, Raf!
Zicko bersama lima anggota lain berjalan menuju garasi mobil dan segera memilih salah satu mewah milik sang mafia. Setelah mendapatkan yang cocok, keenam anak buah sang mafia kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.
"Sudah siap?" tanya Zicko kepada rekannya.
"Siap Zick!" jawab semua anggota.
Mobil sang mafia melesat jauh menuju gedung televisi swasta yang jaraknya lumayan jauh dari markas sang mafia.
Di sepanjang perjalanan, mereka berlima membicarakan bagaimana cara untuk menyebarkan video asusila pak polisi sok suci itu.
"Leo, kau bertugas untuk meretas sistem agar bisa memasukkan video ini di acara talkshow tersebut. Jadi semua orang yang menonton televisi pada jam satu siang, akan mengetahui siapa Raf sebenarnya," pinta Zicko sangat bersemangat, dia juga sangat kesal dengan pria tersebut.
Bisa-bisanya membuat bos dan Tuan Hans mendapatkan image buruk di masyarakat. Sebagai salah satu anggota geng yang paling setia, dia akan sekuat tenaga membela dan kepala polisi tersebut, karena bagaimanapun juga, Tuan Hans sudah menjadi bagian Death Angel sejak 5 tahun yang lalu.
"Baik Zick," jawab Leo yakin.
Zicko mempercepat laju mobilnya agar segera sampai ke tempat tujuan.
Beberapa menit kemudian...
Mobil mafia telah terparkir sempurna di depan gedung televisi swasta. Ke enam anggota Death Angel telah siap untuk melancarkan aksinya membuat pertunjukan kecil yang akan dikenang oleh Raf seumur hidupnya.
Mereka berenam turun dari mobil mewah itu secara bersamaan.
Dengan langkah yakin, Zicko memimpin para anggota lain agar tetap fokus dengan rencana yang telah tersusun rapi.
Setelah masuk ke dalam gedung, Mereka menyerahkan tiket menjadi peserta atau penonton dari talk show yang akan segera dimulai tersebut.
Satu persatu anggota Death Angel yang menyamar menjadi orang biasa masuk ke dalam ruangan yang diperuntukan menggelar talk show.
__ADS_1
Mereka duduk di kursi yang telah di sediakan.
"Zick, kapan acaranya dimulai?" tanya Leo.
"Sekitar 10 menit lagi. Kau segera masuk keruang pusat penyiaran, setelah itu lumpuhkan petugasnya, isi semua acara televisi dengan video ini," jawab Zack sembari menggenggam ponselnya erat.
"Oke, kami akan segera bertindak saat kau memberikan kode."
"Ya."
* * *
Semua penonton alias peserta yang telah membeli tiket, sudah masuk ke dalam ruangan.
Terlihat Raf sok gagah mengenakan seragam kepolisian, berlalu lalang di tempat itu, dia seperti mencari orang untuk menjaga keamanan agar tetap terkendali.
"Ini saatnya," bisik Zicko.
Leo bergerak bersama dua anggota, sedangkan Zicko duduk bersama dua lainnya.
....
Pembawa acara sedang bang memulai pembicaraan, dia menyapa semua yang ada di ruangan itu juga yang ada di rumah. Acara itu cara Live, jadi tidak ada settingan atau 'pun hal lain yang diedit terlebih dahulu, jika ada kesalahan, besar kemungkinan akan mendapatkan perhatian khusus seluruh penonton dijagat New York.
"Perkenalkan, ini adalah tamu kehormatan kita, seorang kepala polisi yang memiliki dedikasi tinggi untuk menyelamatkan masyarakat yang membutuhkan bantuannya. Mari kita beri tepuk tangan untuk pahlawan polisi kita, Tuan Raf!"
Terdengar suara tepuk tangan semua peserta yang ada di ruangan tersebut. Termasuk Zicko dan dua rekannya.
"Tuan, apakah saya boleh menanyakan sesuatu kepada anda?"
"Boleh saja."
"Bagaimana perasaan anda setelah terpilih menjadi kepala polisi mengalahkan Tuan Hans yang kita tahu adalah veteran dalam dunia kepolisian?
"Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada ayah dan semua pihak yang selalu mendukung saya. Saya tidak akan menjadi hebat seperti ini tanpa mereka semua. Tidak ada yang bisa saya lakukan untuk mereka selain berbuat baik dan selalu mengayomi masyarakat. Ehm, untuk pertanyaan anda, saya tidak bisa terlalu banyak bicara. Saya mendapatkan jabatan ini murni kerja keras saya selama ini, jika Tuan Hans lebih berpengalaman dari saya, saya tidak meragukan itu. Justru saya ingin mengalah agar Tuan Hans saja yang menjadi kepala polisi pusat New York, tetapi masyarakat disini sudah cerdas dalam berfikir. Akhir-akhir ini, ramai diperbincangkan tentang Tuan Hans dan bos mafia Alex Fernando yang terlibat kasus peredaran gelap narkoba. Pihak kepolisian tidak akan mentolerir tentang hal ini, maka dari itu, terpilihnya saya menjadi kepala polisi pusat bukan suatu hal yang curang, ini murni dari hati masyarakat kota New York, karena mereka sudah mampu membedakan mana yang baik dan buruk."
"Wah, ini menarik Tuan, selain anda, tidak ada yang cocok menjadi kepala polisi, apakah itu maksudnya?"
__ADS_1
"Tidak, maaf untuk anda dan semua penonton yang ada di dalam ruangan ini serta di rumah, acara ini Live, saya tidak akan mengatakan kebohongan untuk menggiring opini publik. Asal kalian tahu, saya sebenarnya tidak ingin menjadi kepala polisi, tetapi seluruh masyarakat New York telah mempercayakan keamanan kota kepada saya, alhasil, tidak ada kata menolak karena ini tugas mulia."
"Wah anda luar biasa sekali, tak heran jika waktu itu mau menyelematkan warga sipil seperti gadis cantik di samping anda ini. Oh ya, siapa nama anda?" tanya pembawa acara kepada gadis yang sekilas mirip Laras itu.
"Nama saya Chris, saya tinggal di New York baru satu bulan," ucap sang gadis dengan lancar, menunjukan jika dia tidak dalam tekanan pihak manapun.
"Peristiwa beberapa waktu lalu sangat membuatmu sedih, kami turut berduka cita atas meninggalnya kedua orang tua akibat kebakaran itu. Bagaimana kesanmu tentang Tuan Raf?" tanya sang pembawa acara.
"Tuan Raf adalah pria yang cocok menjadi kepala polisi pusat New York, dedikasinya terhadap masyarakat sangat tinggi, dia adalah penolong, pengayom serta pelindung masyarakat."
Seketika juga semua penonton yang notabene adalah para pendukung Raf, bertepuk tangan dan bersahut-sahutan menyebut nama pria tersebut.
Zicko kesal mendengar semua kebohongan yang ada di depan, ingin rasanya menghajar pria yang penuh dengan tipu muslihat itu.
Astaga! aku terjebak di antara lautan pendukung Raf. Tapi tidak masalah, video itu sudah menjadi bagian dari Live acara ini, tamatlah riwayatmu Raf!
Zicko mengepalkan tangannya, ada rasa kesal yang tak berujung untuk Raf.
....
Waktu talk show sudah berlangsung sekitar 1 jam, saatnya jeda iklan terlebih dahulu.
Zicko mendapatkan kabar dari anggota yang sedang meretas sistem penyiaran, jika video tersebut akan otomatis tayang di seluruh siaran televisi yang ada di kota New York.
Benar saja, sepersekian detik kemudian...
Video asusila yang melibatkan Raf dan seorang gadis berparas mirip Laras, terlihat vulgar melakukan adegan dewasa. Video berdurasi 1 menit itu, mampu membuat gempar audience dan penonton di rumah.
Pihak televisi swasta meminta maaf atas kekacauan ini, mereka segera menghentikan acara secara sepihak karena tidak akan bisa dilanjutkan lagi, video tersebut telah mencoreng nama baik televisi swasta tersebut.
Semua orang terbelalak tak percaya, tetapi memang itu adanya. Video tanpa rekayasa, terpampang nyata di depan Raf yang kini sedang gencar membersihkan nama baiknya.
Atas semua keteledoran ini, membuat Raf terhenyak dan kabur dari acara Live tersebut.
Zicko dan kedua rekan langsung mengejar pria tersebut.
...
__ADS_1