Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Pulang ke rumah


__ADS_3

Setelah semua gelora dalam diri telah tersampaikan, dua orang yang saling mencintai itu kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk melakukan sesi pembersihan diri.


Di dalam kamar mandi pun mereka juga masih asyik bermain, Alex tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depannya. Apalagi saat ini dia sedang bahagia karena mendapatkan anugerah terindah yaitu baby B yang sudah dinanti kehadirannya.


Satu lagi yang membuatnya sangat bahagia adalah mampu mengalahkan Raf dan menyiksanya hingga titik darah penghabisan.


Dia tidak akan pernah melepaskan pria itu sampai Raf bertekuk lutut dihadapannya dan meminta maaf.


Untuk sejenak, Alex melupakan tentang Raf.


Saat ini, dia ingin menikmati keindahan yang ada di depannya.


Alex memulai dengan ciuman di tengkuk sang istri hingga punggungnya yang sangat halus dan putih itu. Sang mafia memberikan pelayanan yang luar biasa kepada sang istri, jika mengenai memuaskan pasangan, mungkin sang mafia adalah jagonya. Untung saja Alex Fernando adalah pria yang setia, jika tidak, dia akan menjadi seorang cassanova yang memiliki sejuta gadis di dalam hatinya.


Selain lihai dalam bertarung di medan pertempuran, dia juga lihai dalam masalah ranjang.


Buktinya, hari ini dia sedang melakukan eksekusi terhadap Raf, tetapi masih sempat untuk menuntaskan hasratnya. Jika itu bukan Alex, bukan bos mafia namanya.


"Lex, kau sangat senang membuat tanda kepemilikan di leherku!" ucap Laras protes. Dia tidak terima saat di lehernya belang-belang seperti macan tutul. Dengan kulit yang putih dan halus, tanda itu sangat kentara.


"Haha, aku tidak peduli. Kau adalah istriku, aku berhak atasmu. Di bawah sana aku juga sudah menyematkan tanda itu, ayolah sayang! jangan malu-malu, aku kan suamimu." Alex meraih pinggang sang istri kemudian memeluknya erat, keduanya berada di bawah air shower dengan tubuh yang polos.


Alex kembali mengulum bibir sang istri, rasanya sangat manis seperti gula.


Bibir Laras memang candu untuknya.


Alex melepaskan pertautan bibir itu kemudian membantu sang istri untuk menggosok punggungnya.


"Sayang, tidak perlu repot-repot, aku bisa sendiri." Laras mencegah sang suami untuk melakukan hal yang berlebihan, karena dia sudah sangat kelelahan.


"Aku janji hanya menggosok punggung saja! tidak lebih." Alex mencoba merayu sang istri agar bisa memberikan pelayanan yang lain, tapi dia juga harus menjaga diri agar tidak kebablasan lagi. Tubuh mungil sang istri bisa remuk karena tindakan luar biasa sang suami. Dia seperti binatang buas yang siap menerkam mangsanya setiap detiknya, tanpa diketahui oleh si korban.


Laras mengangguk dan percaya kepada sang suami, beberapa detik kemudian semuanya terbukti.


Alex menggosok punggung tanpa melakukan penyatuan lagi. Sang suami adalah pria yang sangat perhatian. Banyak gadis yang ingin menjadi miliknya tetapi hanya Laras yang mampu meluluhkan hati Alex Fernando.


Dua puluh menit, waktu yang cukup untuk sesi pembersihan diri. Setelah tubuh keduanya bersih, Alex mengenakan handuk kimono begitu juga sang istri.


Alex dan Laras keluar dari kamar mandi dengan senyum yang merekah, keduanya mencari pakaian yang cocok untuk mereka kenakan.


Setelah mendapatkannya, keduanya mengenakan baju tersebut di tempat yang sama. Lagi-lagi milik sang suami menegang, akibat melihat keseksian tubuh sang istri.

__ADS_1


Namun, dia hanya bisa diam saja, sembari menelan salivanya.


Laras sudah selesai mengenakan pakaiannya sedangkan sang suami masih mengenakan celana panjang berbahan katun dengan warna netral.


Manik matanya melirik kearah sang suami yang sedari tadi menatapnya.


"Sayang? apa kau tidak ingin mengenakan bajumu? " tanya sang istri sembari meraih kaos yang ada di lemari.


"Kau sangat menggodaku, jika ingin lagi kapan ya?" Alex lagi-lagi memancing sang istri untuk melakukan percintaan yang tiada henti.


"Haha, Lex, kau harus pulang ke rumah. Anak-anak pasti sedang menunggumu di sana, setelah Raf tewas, aku akan memberikanmu hadiah itu." Laras memberikan lampu hijau kepada sang suami untuk kembali menjamahnya.


"Tapi sebelum itu semua terjadi, kau harus mengenakan bajumu. Aku akan membantu mengenakannya." Laras dengan sigap membantu sang suami mengenakan bajunya, Alex hanya bisa diam dan tersenyum melihat sang istri begitu perhatian kepadanya.


"Sayang, kau hanya untukku," ucap Alex tiba-tiba.


"Hm, ada apa ya? kau tiba-tiba mengatakan hal yang tidak biasa?" Laras heran dengan ucapan sang suami yang aneh.


"Aku tidak ingin kehilanganmu, aku akan menjadi pria yang banyak untukmu, suami yang baik untukmu, daddy yang baik untuk anak-anak kita. Aku tidak mampu jika harus menjalani kehidupan tanpamu, aku akan meminta kepada Tuhan agar membunuhku terlebih dahulu agar kau tetap hidup. Karena kematian adalah pasti, tapi aku menolak itu. Setidaknya aku harus tiada lebih dulu jika itu mampu membuatmu selalu hidup." Alex mengatakan hal itu dari lubuk hati yang paling dalam, membuat sang istri menitihkan air mata dan langsung memeluknya erat.


"Hiks, aku tidak mampu jika harus berpisah denganmu, jika dewa kematian ingin mencabut nyawamu, aku juga akan menyerahkan diriku. Aku ingin tiada bersamamu saat semuanya memang harus berakhir." Air mata Laras membasahi pundak sang suami. Dia merasakan sakit yang teramat dalam jika harus tanpa sang suami menjalani kehidupan ini.


Alex menghapus air mata Laras menggunakan jari-jari kokohnya, dia tidak rela jika sang istri merasakan kesedihan akibat kehilangan dirinya.


"Kita akan tetap bersama untuk selamanya, sayang aku pulang ke rumah dulu ya? kau bilang, aku harus pulang!" ucap Alex mengalihkan perhatian istri dan membicarakan hal lain.


"Iya, segeralah kembali ke rumah. Anak kita pasti akan merindukanmu, jika mereka menanyakan tentang keadaanku, kau bilang saja aku tidak apa-apa, mereka sangat peka, aku khawatir anak kita akan memikirkanku terlalu berlebihan," ucap Laras sembari mengusap kepala kepala sang suami, rambutnya sangat lembut dan wangi. Alex memang mafia juga jagal, tetapi soal penampilan, harus paripurna, apalagi menghadapi sang istri, dia pasti akan maksimal.


Laras memperhatikan rambut sang suami yang kini semakin panjang, apalagi di wajahnya sudah tumbuh brewok tipis. Laras membelai wajah sang suami yang selalu ingin ia sentuh untuk setiap hari.


"Lex, kau semakin tidak terurus, maafkan aku belum bisa memanjakanmu lagi." Laras tersenyum kepada sang suami yang semakin tampan itu tetapi ia sedih karena biasanya dia akan membantu membersihkan wajah sang suami dari rambut halus yang ada di sekitar wajah Alex dan merapikan rambut sang suami agar semakin tampan.


"Tidak masalah sayang, semuanya bisa diatur. Aku lebih memahami diriku sendiri daripada orang lain, aku semakin seksi bukan kalau seperti ini?" Alex percaya diri meskipun sedikit tidak rapi, di bergaya ala-ala model.


"Iya, aku hanya merasa menjadi istri yang tidak baik untukmu, maaf ya?" Laras masih saja merasa bersalah, sang suami tetapi kesibukan keduanya membuat Laras belum bisa melakukannya.


"Tidak sayang, kau adalah istri terbaik yang aku miliki. Laras, percayalah padaku jika hatiku hanya untukmu. Kau adalah satu-satunya cinta yang aku miliki, i love you." Alex mencium bibir Laras, dia hanya bisa melakukannya beberapa detik saja karena harus segera menemui anak-anak kesayangan. Kalau tidak, sang istri akan merasa sedih.


Setelah mengenakan baju, Alex berpamitan kepada sang istri untuk pulang ke rumah.


"Sayang, kau baik-baik di sini ya? jaga kesehatanmu, jaga baby B, aku akan menghabisi pria busuk itu dengan segera. Masih banyak musuh di luar sana, aku akan membawa anak-anak kemari saja, rumah Guru Fu adalah tempat ternyaman dan aman untuk saat ini. Aku akan menjalankan banyak misi karena ayah Raf adalah pria yang berbahaya, dia akan mengobrak-abrik keluarga kita jika mengetahui keberadaanmu dan anak-anak," ucap Alex sembari keluar dari kamar itu ditemani oleh sang istri.

__ADS_1


Keduanya berjalan beriringan menuruni tangga, setelah sampai di lantai bawah, mereka melihat Guru Fu, Nyonya Fira dan istri Guru Fu sedang menonton televisi.


Nyonya Fira menoleh ke arah keduanya.


"Sudah selesai menengok babynya?" sindir Nyonya Fira.


Alex dan Laras menghampiri ketiga orang itu, dia menjawab pertanyaan dan ibu mertuanya.


"Haha, apakah ibu mertua merasa iri? jika iya, kau bisa mempraktekkannya bersama ayah mertua. Aku yakin jika Tuan Hans lebih brutal daripada aku, dia seperti singa yang siap memakan korbannya." Alex menantu yang kurang ajar, tapi kedua sangat mencintai sang mafia karena sikapnya yang lucu dan menggemaskan, dia adalah sosok pria yang sangat mencintai sang putri, juga cucu-cucunya.


"Menantu sialan! haha, boleh dicoba nanti, aku sudah lama tidak melakukannya karena Hans banyak tugas, kau memiliki ide yang cemerlang Lex!" ucap Nyonya Fira. Dia menanggapi ucapan sang mafia dengan candaan daripada harus menganggapnya serius.


Seketika semua yang ada di ruangan itu tertawa, termasuk Guru Fu.


"Lex, aku tahu kau itu memang orang yang humoris, tetapi karena kita jarang bertemu, alhasil aku tidak bisa menyaksikan tingkah konyolmu, tetapi hari ini kau mampu membuat perutmu sakit. Lex,Lex, ayah dan ibumu pasti bahagia melihatmu ceria seperti ini." Guru Fu memahami hidup Alex yang penuh dengan perjuangan, dia harus menjadi bos mafia dalam usia yang masih sangat dini, tetapi dia memang sanggup, seperti sang ayah yang menjadi pemimpin di saat ia masih muda.


"Iya Guru, seandainya mereka berdua masih hidup, mereka akan sangat bahagia melihatku yang lebih santai dan bahagia dalam menjalani hidup. Tidak aku seperti dulu, aku akan menebas kepala sama orang saat aku tersinggung, tetapi kali ini aku harus banyak berpikir. Ada anak dan istri di belakangku, jika aku melakukan hal tersebut, sama saja aku membunuh mereka semua," ucap Alex yang menjadi pria manis dan romantis saat menikah dengan Laras.


Semua orang juga mengetahui jika Alex hanya untuk Laras, dan Laras hanya untuk Alex. Tidak ada yang bisa memisahkan mereka berdua kecuali kematian, Alex juga menyadari jika dirinya tak luput dari segala resiko terluka atau pun mati. Namun, dia akan menjaga keutuhan rumah tangganya serta kebahagiaan keluarganya hingga titik darah penghabisan.


Alex merasa sudah terlalu lama di rumah Guru Fu, dia seharusnya sudah berada di rumah, tapi karena banyak hal, harus menunda kepulangannya. Kali ini dia ingin berpamitan kepada sang pemilik rumah, karena dirinya ingin segera kembali ke rumah menemui anak-anak, setelah itu menyusun rencana agar para penjahat segera diringkus


"Guru Fu, maaf jika aku merepotkanmu, tetapi aku membutuhkan bantuanmu. Aku minta tolong kepadamu agar kau menjaga anak dan istriku, aku khawatir ada banyak musuh yang mengintai kita, aku merasa, jika anak dan istriku harus tinggal di rumah yang sama. Tempat terbaik adalah rumah ini," ucap Alex kembali mendekat ke arah sang guru yang juga mendekatinya.


Keduanya saling berpelukan, Guru Fu mengizinkan kepergiannya dan berjanji akan menjaga seluruh anggota keluarga sang mafia, seperti dirinya yang menjadi tangan kanan Tuan Fernando di masa lalu.


"Kau tenang saja ya Lex! semuanya akan baik-baik saja, kau lebih baik mengurus masalahmu. Bunuh semua musuhmu dan datanglah kepada anak dan istrimu," jawab Sang Guru.


.


.


.


.


Bersambung...


Main lapak temanku gaes, jangan lupa sematkan Like, komen, Favorit ya😘


__ADS_1


__ADS_2