Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Sang mafia : galau, kalut, emosional


__ADS_3

Alex sebenarnya tidak tega meninggalkan kelima babynya, tapi demi keselamatan seluruh anggota keluarga, dia rela melakukan segalanya.


Langkahnya gontai saat masuk ke dalam mobil, dia merasakan perasaan yang kalut serta galau, entah apa yang terjadi jika video tersebut sampai tersebar esok hari.


Bukan hanya dirinya saja yang merasakan sakit hati, tetapi sang istri juga kelima baby-nya. Mereka tidak harus menanggung segala dosa yang ia lakukan selama ini.


Alex mencoba tetap tegar dan berpegang teguh dengan keyakinannya bahwa mafia seperti dirinya juga mampu melakukan perbuatan baik. Dia hanya ingin melindungi anak dan istrinya saja, terlepas dari semua kejahatan yang ia lakukan.


Dia sudah masuk kedalam mobilnya, di dalam pikirannya, ia memberikan sugesti pada alam bawah sadarnya, jika dirinya adalah seorang suami dan seorang daddy bagi anak-anaknya, dia akan melakukan perjuangan yang luar biasa hebat untuk menjaga keutuhan rumah tangganya dan harga diri keluarganya.


"Dama! kau telah salah memilih musuh, bagaimana bisa kau mengancamku! sedangkan nyawamu saja sudah ada digenggaman tanganku? kau harusnya malu Dama! anakmu dan kau adalah dua pria licik yang harus aku habisi dengan cara yang sadis dan brutal! tunggu saja tanggal mainnya!"


Alex langsung tancap gas, ia mengendarai mobil dengan kecepatan penuh agar segera sampai di markas utama untuk membahas pencarian softcopy dari video yang sangat meresahkan itu.


Hanya butuh setengah jam saja baginya untuk sampai di markas utama Death Angel.


Biasanya, dia akan menghabiskan waktu satu jam lebih untuk sampai di markas tersebut.


Tapi karena dia sedang on fire untuk segera menghabisi Dama, Alex mempercepat laju mobilnya.

__ADS_1


Mobil sang mafia sudah terparkir di depan markas, raga gagahnya keluar dari mobil mewahnya kemudian berjalan cepat menuju ruang rapat.


Dia memanggil semua anggota inti untuk masuk ke dalam ruang rapat, dia akan membicarakan hal penting mengenai Dama yang terlalu lancang membuatnya marah.


Semua anggota inti Death Angel sudah berkumpul di dalam ruang rapat, Alex membuka rapat tersebut dengan to the point ke permasalahan yang sedang ia alami.


"Semua anggotaku, aku meminta kalian untuk menyelidiki semua hal tentang Dama. Dia adalah pria licik yang sedang melakukan buruk kepada keluargaku, selain masalah pribadi, dia juga mengancam keutuhan dan geng kita. Oleh sebab itu, segera kumpul kan semuanya dalam waktu 2 jam saja! jika lebih dari itu, kalian akan mendapatkan hukuman! KALIAN PAHAM!!!" ucap Alex. Dia sangat berapi-api dalam menyampaikan tujuan utamanya mengumpulkan semua anggota inti.


"Baik bos! kami paham!" jawab semua anggota inti yang terdiri dari 20 orang, termasuk di dalamnya Zicko dan Willy.


Para anggota langsung mencari beberapa informasi melalui media yang sudah Death Angel kuasai, setiap informasi yang didapat langsung disampaikan kepada bos mafia.


Kali ini dia sedang mencari softcopy dari video hoax itu, tetapi untuk sementara tidak dapat ia temukan.


Dia kesal, sang mafia membanting kursi hingga rusak parah.


Willy mencoba menenangkan bosnya.


"Bos! tenanglah, tidak perlu tergesa-gesa dalam menghabisi pria itu, dia itu hanya menggertak bos! aku akan bertanggung jawab jika pernyataanku ini salah!" Willy mendapatkan tatapan tajam dari sang mafia.

__ADS_1


"Jika terjadi sesuatu dengan Jeni dan anakmu, apa kau akan merasa baik-baik saja? Will! jawab!!" Sang mafia menarik kerah baju sang anggota dan menatapnya penuh dengan amarah.


Zicko dan anggota lainnya, mencoba melerai sang bos, agar tidak melakukan hal yang bisa merugikan semua pihak.


"Bos, tenanglah! kami akan melakukan segalanya untuk mendapatkan softcopy video itu! kau tidak perlu risau! percayalah!" Zicko memberikan keyakinan kepada bosnya, kali ini dia berhasil.


Alex melepaskan kerah baju Willy dan kembali duduk di singgasananya.


Sang mafia menghela nafas panjang, dia kehilangan akal, ingin rasanya membakar pria bajingan itu hidup-hidup!


"Dama!!! brengsek!!!" pekik sang mafia dengan amarah yang membara.


Semua anggotanya merasakan kesedihan yang mendalam, mereka mengetahui kasih saya Alex bukan istrinya melebihi segalanya. Jika terjadi sesuatu dengan keduanya, pasti dia akan kalut.


"Willy, jangan ambil hati tingkah dan ucapan bos, kau harus memahaminya!" hibur Zicko.


"Aku memahaminya, Zick, aku tidak marah dengan bos, tapi aku kesal dengan Dama! aku ingin tahu seberapa besarnya kekuatan yang ia miliki untuk melawan kita!" Willy juga merasakan kekesalan yang sama, dia juga ingin kontribusi untuk menyiksa pria laknat itu.


"Bagus! ayo kita segera mendapatkan informasi yang lebih akurat agar Dama bisa kita ringkus!" ajak Zicko dengan semangat yang on fire.

__ADS_1


__ADS_2