
Di sebuah tempat yang megah bak istana, terlihat seorang pria sedang berdiri menggenggam gelas berisi anggur di tangannya, dia terlihat tersenyum puas menatap layar ponselnya.
'Alex Fernando, lama sekali aku ingin bertarung denganmu, setelah ini kau habis!' batin pria tersebut.
"Sayang, apa yang kau lakukan di sana? kemarilah," Terdengar suara manja seorang wanita yang tengah berbaring di atas ranjang dengan tubuh setengah polos. Helai kain yang menutupi dadanya telah berserakan di lantai, wanita itu segera bangkit dan menghampiri sang pria dengan membelitkan selimut di dadanya agar dua asetnya berharganya itu tidak terlihat.
Wanita itu memeluk tubuh sang pria, dia mulai menciumi dada bidang pria yang sedang ia peluk itu.
"****! kau memang nakal honey!" ucap sang pria.
"Ini sudah kali ke lima dan kau masih tergila-gila padaku," ucap sang wanita.
"Memang hanya kau yang ada di hatiku, Mery!" jawab pria itu.
Sang wanita merasa senang saat sang pria mengatakan hal yang indah itu.
"Apa kau sudah menerimaku?" tanya wanita bernama Mery itu.
"Tentu saja, selama seminggu ini kau selalu membuatku senang, tidak ada alasan bagiku untuk tidak menerimamu," jelas sang pria.
"Gerald! thank you!" ucap Mery sembari memeluk erat tubuh kekar itu.
Gerald dan Mery, pasangan mafia dan wanita malam yang penuh misteri, keduanya selalu memiliki misi yang sama, menghancurkan hidup Alex dan Laras.
"Kapan kau akan menemui Alex?" tanya Mery.
"Nanti saja, aku ingin menerornya dulu, kurang seru jika pertarungan ini tanpa di bumbui hal yang mengejutkan," jawab Gerald.
Gerald menarik selimut yang membelit tubuh Mery, terpampang nyata di depan matanya tubuh sexy yang menggoda itu, dia ingin kembali merasakan sentuhan Mery, saat pria itu ingin meraih dua aset berharga Mery yang sudah menantang, tiba-tiba ponselnya berdering.
"Sial!" umpat Gerald.
Dia melihat layar ponselnya, terlihat ada nomor yang ia beri nama Troy itu.
"Ada apa kau menelponku?" tanya Gerald.
"Kau datanglah kepadaku," pinta sang penelepon.
"Untuk apa?" tanya Gerald.
"Bisnis heroin," ucap Troy.
"Aku sudah berhenti, kau ajak saja Tien Lie," jawab Gerald.
"Tien sudah tertangkap pasukan Death Angel, hanya kau yang bisa membantuku, aku sedang di buru oleh anggota kepolisian," ucap Troy.
__ADS_1
"Sial! mengapa tidak ada seorangpun yang memberitahu aku?" ucap Gerald kesal.
"Mike yang memberitahu karena dia berhasil kabur, kau jangan khawatir, setelah ini akan ku bantu menyerang mereka, tetapi kau harus bantu bisnisku," jawab Troy.
"Baiklah!" ucap Gerald.
Seketika panggilan itu Gerald akhiri, dia kembali melanjutkan aktivitas yang sempat tertunda.
...* * *...
Keesokan harinya...
Di markas Death Angel...
Richi sedang membuatkan sarapan untuk Jeni. Setelah selesai, dia membawa nampan berisi sarapan dan segelas teh hangat ke dalam kamar Angela, tempat Jeni beristirahat. Setelah sampai di dalam kamar, dia meletakan nampan itu di atas meja belajar Angela.
"Alex, hiduplah bersamaku!" ucap Jeni mengigau.
"Dia sudah gila karena bos! malang sekali nasibnya," celetuk Richi.
Richi mencoba untuk membangunkan Jeni, tetapi dia tidak kunjung membuka matanya.
"Dia panas sekali!" ucap Richi saat merasakan hawa panas di tubuh Jeni.
Richi segera berlari menuju dapur dan membawa satu termos kecil berisi air es, segera ia kembali ke kamar Angela.
"Kau harusnya berhenti mencintai bosku, kau hanya akan terluka jika masih saja keras kepala," ucap Richi.
Saat dia menjaga Jeni, ponselnya bergetar, di layar ponsel terlihat nomor bos Alex yang melakukan panggilan.
"Ada apa Lex?" tanya Richi.
"Cari nomor ponsel yang sudah aku kirim, setelah ketemu, kau kabari aku," perintah Alex.
"Siap bos!" jawab Richi.
"Richi, bantu aku menjauhkan Jeni dari isteriku, sejak kami menikah, dia lebih sensitif dari sebelumnya, aku tidak ingin dia memikirkan hal selain menyenangkanku dan melahirkan anak," ucap Richi.
"Hahaha, kau ini pandai sekali menyiksa isterimu," celetuk Richi.
"Tugasnya memang itu kan? soal memasak dan mencari uang adalah tugasku," jawab Alex.
"Kau menjadi lebih dewasa Lex," ucap Richi.
"Aku adalah seorang suami dan calon hot daddy, bagaimana mungkin masih menganggap peranku ini sebagai lelucon," jawab Alex.
__ADS_1
"Hot daddy kau bilang? hahaha... iya aku akui kau memang hot, siapa gadis yang tidak tertarik padamu," goda Richi.
"Kau seorang pria dan kau mengakuinya," ledek Alex.
"Iya aku saja terpesona denganmu," goda Richi.
"Cih! aku masih normal Richi! kau ini benar-benar," ucap bos Alex.
"Hahaha...aku juga Lex, intermezo saja. Oh ya, aku hampir lupa, aku ingin melaporkan jika Tien Lie sudah ada di markas utama, apa yang harus aku lakukan padanya?" tanya Richi.
"Bunuh saja jika sudah tidak ada gunanya," perintah Alex.
"Siap!" jawab Richi.
"Aku yakin kau mampu melawan Tien Lie, jadi aku membiarkanmu bekerja sesuai keinginanmu, aku sudah terlalu pusing dengan sifat cemburu isteriku," ucap bos Alex mencurahkan isi hatinya.
"Sssst! kau akan dapat masalah jika kakak ipar mendengarnya," jawab Richi.
"Dia sedang ada di kamar mandi, tenang saja!" ucap bos Alex santai.
Setelah usai memberikan tugas tambahan, Alex menutup panggilannya. Seketika itu juga, Richi mencari informasi tentang nomor ponsel misterius itu.
"Ketemu!" ucap Richi.
Richi menelurusuri lokasi terakhir nomor ponsel itu di gunakan, dia terkejut saat lokasi itu ada di luar negeri.
"Apa ini nomor pria itu? tetua Shadow?" ucap Richi menerka.
Richi teringat akan buku yang pernah di bacanya saat berada di ruang baca tuan Fudo, ada nama Yin Wei yang tidak terlihat namun nyata, tetua geng mafia Shadow, ninja legendaris satu angkatan dengan bos Blue Sea, tuan Fernando.
"Wah, bos Alex dalam masalah besar! Yin Wei telah muncul," tukas Richi khawatir.
Richi segera menelpon bosnya, namun tidak kunjung mendapatkan jawaban. Dia berinisiatif mengirimkan pesan singkat kepada bosnya.
'Lex, kau harus berhati-hati, nomor itu milik si tua Yin Wei, dia sudah berhasil melacakmu,' Isi pesan Richi.
Beberapa menit kemudian, Alex menelpon Richi.
"Yin Wei? apa benar dia?" tanya Alex di sambungan teleponnya.
"Kurasa memang dia Lex, yang menerormu adalah si tua itu," jawab Richi.
"Kau pantau terus geng Shadow, ayahku sempat kewalahan melawannya, apalagi setelah dia memperdalam ilmu ninjanya di Jepang, Yin akan semakin kuat," ucap Alex.
"Siap Lex, kau fokus saja pada keluargamu, ini adalah tugasku," jawab Richi.
__ADS_1
"Terimakasih sahabatku, kau yang terbaik," tukas Alex.
"Iya Lex, sama-sama," jawab Richi.