Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 81


__ADS_3

"Apa yang kau pikirkan Richi?" tanya Alex heran melihat raut wajah sang sahabat yang terkesan menahan tawa.


"Tidak, tidak ada Lex, lebih baik kita segera pergi," ucap Richi sembari menyalakan mobil tuan Hans.


Saat mobil itu mulai berjalan dan menjauh dari apartemen Alex, Richi baru menyadari jika mobil yang ia kendarai adalah milik tuan Hans.


"Lex, apa kau menyadari satu hal?" tanya Richi.


"Apa?" jawab Alex.


"Kita menggunakan mobil patroli tuan Hans," ucap Richi.


"Biarkan saja, apa salahnya? jika mereka takut dengan polisi, sejak lama Wang Zhie dan anggota geng yang lain kabur dari kota ini, mobil polisi atau mobil apapun, tidak berpengaruh untuk mereka," jelas Alex.


"Bener juga," jawab Richi.


Cukup jauh jarak yang di tempuh keduanya, butuh waktu tiga jam untuk sampai di markas Lucifer. Untuk memasuki markas itu, Alex dan Richi harus melewati pemukiman dan gang sempit di kota selatan, dia menitipkan mobil tuan Hans di depan salah satu rumah di pemukiman itu agar bisa masuk ke dalam area markas Lucifer, mereka berdua berjalan menyusuri gang sempit itu dengan hati-hati, Richi melihat ada sebuah bangunan kuno, ia mempercepat langkahnya diikuti oleh sang bos.


"Kita sudah sampai, itu tempatnya," ucap Richi sembari menunjuk bangunan kuno itu.


"Kuno sekali bangunannya, aura Lucifer benar-benar terasa," jawab Alex.


"Kau benar," ucap Richi membenarkan.


"Aku ingin masuk ke dalam," pinta Alex.


"Bagaimana caranya?" tanya Richi.


"Apa kau lupa jika dulu tuan Fudo mengajari kita menjadi pemanjat pohon dengan teknik yang cepat?" tanya Alex.


"Iya, tapi di depan kita bukan pohon, kau lihatlah! ada gerbang yang tinggi menjulang," gerutu Richi.


"Panjat gerbangnya," jawab Alex.


"Bagaimana caranya, gerbang di depan kita tinggi sekali Lex," ucap Richi.


"Aku yang masuk, kau tunggu di sini," pinta Alex.


Bos Alex meminta Richi untuk berjongkok, kemudian Alex naik ke atas punggung anak buahnya itu, perlahan Richi mengangkat tubuh bosnya hingga sang bos bisa memanjat gerbang itu dan masuk ke dalam markas Lucifer.


"Richi kau berhati-hatilah, kau dengar?" tanya Alex menempelkan telinganya di gerbang yang terbuat dari kayu itu.


"Iya, kau juga Lex, jika kau butuh bantuan hubungi aku," jawab Richi.

__ADS_1


"Baik, kau tetap berjaga di luar," perintah bos Alex.


Alex menjauh dari gerbang kayu itu, perlahan dia masuk ke dalam markas dengan mengendap-endap. Bos Alex merasa aneh saat dia tidak menemukan seorangpun yang berjaga di luar, hingga membuatnya merasa ada hal yang di rencanakan oleh Wang Zhie.


'Dia sepertinya sengaja,' batin Alex.


Alex tiba-tiba di kejutkan oleh dua orang anggota Lucifer yang keluar dari balik pintu, dengan sigap Alex langsung bersembunyi di balik mobil yang terparkir di depan bangunan tua itu.


"Sial!! mereka membuatku kaget," umpat Alex.


Bos mafia itu mengawasi dua anggota Lucifer yang ingin membuka gerbang, Alex langsung menelpon Richi.


"Richi, bersembunyi, ada anggota yang akan membuka gerbang," ucap Alex.


"Aku ada di atas pohon sekarang, tenang saja, aku juga bisa melihatmu yang bersembunyi di balik mobil," jawab Richi sambil melambaikan tangan ke arah bosnya.


"Kau cukup cerdas untuk memanjat Richi," ejek Alex yang melihat sang sahabat yang sedang duduk di atas pohon.


"Kau dan tuan Fudo yang mengajariku, mana mungkin aku tidak cerdas?" ucap Richi bangga.


"Cih, anak sialann ini," jawab Alex.


"Lex, mereka mau pergi ke samping bangunan kuno ini, apa mungkin itu markas Wang Zhie yang lain?" ucap Richi.


"Baik Lex!" jawab Richi.


Richi perlahan turun dari pohon, setelah berhasil turun, dia mengikuti kedua anggota Lucifer itu diam-diam.


...* * *...


Wang Zhie sedang berada di ruangannya, dua anak buahnya datang kepadanya membawa kabar gembira.


"Omzet penjualan obat terlarang kita semakin menanjak bos, besok ketua geng Black Jack dari kota barat akan datang kemari untuk memulai kerjasama dengan kita," lapor anggota 1.


"Bagus, kau yang atur jadwalnya," perintah Wang Zhie.


"Baik bos, tapi ketua geng itu ingin pertemuan di pagi hari, padahal kau ada jadwal peresmian Bar di kota barat," jelas anggota 1.


"Aku akan temui bos Black Jack dan aku juga akan datang di acara peresmian Bar itu," tukas Wang Zhie.


"Aku akan mengundang tuan Jack Lin untuk datang ke peresmian Bar, setelah itu mengatur pertemuan denganmu setelahnya," ucap anggota 1.


"Aku setuju denganmu, segera kembali ke bangunan kuno itu, terus pantau keadaan di sana, aku sudah siapkan jebakan untuk Death Angel yang sok ingin menghancurkanku," jawab Wang Zhie.

__ADS_1


"Siap bos!" ucap dua orang anggota yang langsung mematuhi perintah sang bos.


Mereka melangkah keluar dari ruangan bos Wang Zhie dan kembali ke bangunan kuno itu. Saat berjalan menuju bangunan kuno itu kedua anggota Lucifer terlibat percakapan yang tidak sengaja Richi dengar.


"Kau tahu tidak? jika tuan Gerald menyukai kekasih bos Death Angel?" ucap anggota 1.


"Iya, mungkin itu bagian dari rencana bos dan tuan Gerald." jawab anggota 2.


"Menurutmu tuan Albram Zein akan datang kemari tidak?" tanya anggota 1.


"Aku tidak yakin, dia itu hanya butuh bos saat ada masalah, setelah tidak butuh, dia akan meninggalkan bos kita begitu saja,aku bersyukur jika Juna Albram tewas, itu akan membuat Albram Zein tersiksa," jawab anggota 2.


"Hentikan pembicaraan tidak berguna ini, aku tidak ingin mati konyol hanya karena salah bicara," jelas anggota 1.


"Kau benar juga," ucap anggota 2.


Kedua anggota itu membuka gerbang dan masuk ke dalam. Richi yang gagal mengikuti kedua anggota itu karena mereka terlalu cepat kembali, justru mendapatkan informasi penting.


Di balik pohon,dia bersembunyi, kemudian dia menulis pesan singkat kepada bos Alex.


"Lex, tuan Albram Zein akan menjadi kelemahan tiga serangkai itu, aku dengar dari anak buah Wang Zhie jika tuan Albram adalah pria yang tidak tahu berterima kasih. Kita bisa manfaatkan kesempatan ini." Isi pesan singkat Richi.


Beberapa menit kemudian bos Alex menelfon Richi.


"Kau segera kembali ke markas, di sini banyak jebakan," perintah Alex.


"Apa maksudmu?" tanya Richi.


"Aku terperangkap di sebuah ruangan, saat aku ingin menghancurkan pintu itu, ternyata tidak bisa, seperti ada kekuatan lain yang menjaga pintu itu," jawab Alex.


"Kenapa kau menjadi mistis bos? mungkin saja karena ada yang menguncimu dari luar," ucap Richi.


"Jangan banyak bicara, ikuti saja perintahku!" jawab Alex.


"Bagaimana denganmu?" tanya Richi cemas.


"Aku bisa menyelesaikan masalahku, jika aku tewas di sini kau harus hidup," jawab Alex.


"Sial! apa yang kau katakan? aku tidak akan membuatmu mati," ucap Richi.


"Cepat pergi dari sini, jika butuh bantuan, aku akan menghubungimu," tukas Alex.


Setelah panggilan dari bosnya selesai, dengan sangat terpaksa Richie meninggalkan bos Alex yang terperangkap di dalam bangunan kuno itu untuk kembali ke markas dan meminta bantuan dari para anggota yang lain.

__ADS_1


'Aku yakin Alex mampu melindungi dirinya sendiri," batin Richi.


__ADS_2