Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Momen berdua terindah!


__ADS_3

Laras dan Alex masih berbaring di atas ranjang dengan posisi lengan sang mafia yang kokoh menjadi bantalan kepala sang istri.


"Sayang? tubuhmu banyak sekali luka, tapi semakin ke sini lukanya semakin banyak." Laras memiringkan posisi tubuhnya , sehingga dia bisa melihat dengan jelas bekas luka di dada bidang sang suami yang tidak pernah berubah dari awal mereka bertemu, meskipun usia sudah lebih dari tiga puluh tahun, sang mafia tetap awet muda karena rajin berolahraga.


"Kau senang sekali menyentuh luka-luka itu, apa kau tidak takut jika aku ingin lebih dari ini?" Sang mafia meraih tangan sang istri dan menciumi ujung kuku hingga pergelangan tangan sang istri.


"Lex! stop! apa belum puas lima ronde tadi? aku lelah!" ucap sang istri sembari memejamkan matanya, dia merasakan sensasi aneh itu hadir kembali, jika Alex meneruskan kegilaannya, entah akan menjadi apa tubuhnya esok hari.


"Cih! kau sebenarnya ingin, tapi malu! dasar istri cantikku ini!" Alex mengecup kening sang istri dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Besok kita akan pulang ke rumah, tidak enak terlalu lama di sini, Guru Fu dan istrinya sudah terlalu baik, aku sangat merepotkan di sini," ucap sang istri yang selama ini mendapatkan bantuan dari kedua orang tua serta istri Guru Fu untuk menjaga anak-anak saat sang mafia menjadi tawanan Asley.


"Oke, tambah satu lagi! aku akan tidur, janji!" Permintaan tidak aturan dari seorang Alex Fernando, dia memang senang menyiksa sang istri.


"Sayang?" rengek Laras sembari memeluk tubuh kekar sang mafia, dia membenamkan wajahnya di dada bidang dan kokoh itu.

__ADS_1


"Iya ada apa? apa kau lelah? benar-benar lelah?" Alex memastikan kondisi sang istri yang seharusnya baik, dia brutal tetapi selalu lembut saat menyentuh ujung kepala hingga ujung kaki Laras.


"Iya, pegal sekali punggungku," keluh Laras, dia tidak akan menyangka akan melalui permainan dalam durasi lebih dari 2 jam.


Dia membiarkan punggung itu sakit, namun sang suami meminta sang istri membalikkan posisi tidurnya dengan membelakangi Alex.


"Biar aku yang memijatmu," pinta sang mafia selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Aku menerima tawaranmu karena tidak ingin berselisih paham, kau tahu kan? jika istrimu ini kurang kasih sayang selama dua minggu ini." Laras mengeluarkan apa yang ada di hatinya.


"Sayang maaf! aku menyakitimu!" ucap sang mafia setelah melihat lebih dari lima belas tanda kepemilikan, tanda ini yang menjadi saksi bisu kebrutalan sang suami.


"Hah! minta maaf juga sudah terlanjur, aku menyukai dirimu yang brutal dan ganas! tidak sakit, kau tenang saja. Nanti juga hilang sendiri, kau seperti baru berhubungan denganku saja, ini sudah biasa." Laras mengatakan jika bekas kepemilikan Alex selalu ada di manapun, bahkan di tempat sensitifnya, Bang mafia memang selalu terdepan dalam hal ini.


"Astaga aku kejam sekali, aku lupa segalanya jika sudah menjelma menjadi singa jantan!" Sang mafia menjadi hilang akal saat melihat tubuh polos sang istri, dia benar-benar merubah diri menjadi binatang buas.

__ADS_1


Laras tersenyum mendengar ucapan sang suami, memang sang mafia ini, selain tampan dan pandai berkelahi, dia sangat kekanak-kanakan.


"Baru tahu? sudah lima tahun berlalu tapi kau baru saja menyadari kebrutalanmu yang membahana itu?'


Laras menepuk jidatnya.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2