Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Bertemu Sia


__ADS_3

Selama mobil itu berjalan, kedua orang tersebut tidak mengatakan apapun. Keduanya hanya diam membisu seolah-olah tidak saling mengenal.


Perjalanan yang cukup menegangkan telah berakhir. Keduanya turun dari mobil dengan Yovan berada di atas kursi roda.


Yovan mengatakan jika Tyuzu harus berjalan menuju tempat yang lebih private dari bar tersebut agar bisa bertemu dengan sang teman, Tuan Win.


"Dimana dia?" tanya Yovan kepada salah satu pelayan bar.


"Tuan Yo? lama tak berjumpa. Ehm ... kau membawa barang baru untuk Tuan Win?" Si pelayan menatap Tyuzu seperti wanita penghibur yang ada di bar tersebut.


"Bukan, dia temanku. Dimana Tuan Win?" tanya Yovan kembali.


"Ada di dalam, kau di sini saja. Aku akan memanggil Tuan Win," jawab sang pelayan yang segera masuk ke dalam ruangan private.


Sembari menunggu Tuan Win datang, Yovan menceritakan asal muasa bar itu berdiri di dekat bandara dan bagaimana mendapatkan izin.


"Ini bar pertama di Macau yang letaknya dekat bandara, biasanya tidak ada ini sebelumnya, karena ada peraturan baru yang memberatkan pengusaha minuman beralkohol di sekitar Macau ini, jadi aku, Alex dan Richi berinisiatif membangun tempat ini dan dikelola oleh Tuan Win, salah satu penjudi yang sekaligus pengusaha. Dia berkredibelitas dalam bidang ini, jadi dia yang ditunjuk oleh Alex langsung. Kau tidak perlu khawatir, pelayan itu hanya bercanda, karena wajahmu memang mirip dengan gadis malam di tempat ini." Penjelasan Yovan mungkin sudah cukup dimengerti oleh Tyuzu. Dia terlihat mengangguk kala Yovan memberitahukan sesuatu kepadanya.

__ADS_1


Di sela waktu bercerita, dia melihat sosok garis yang sedang di kelilingi oleh lima pria hidung belang.


Dia berusaha menggerakkan kursi roda dengan kekuatannya sendiri.


Tyuzu yang penasaran dengan apa yang ia lihat, mengekor langkah Yovan.


"Sia!" pekik Yovan, yang melihat Sia tak berdaya di kelilingi oleh lima pria tua bangka.


"Yo, tolong aku." Air mata Sia mengalir deras, dia tidak ada daya untuk melawan karena tubuhnya penuh luka lebam.


"Tyuzu, bawa gadis itu pergi jauh!"


Si gadis sudah paham, tapi langkahnya dihentikan oleh satu pria tua.


"Kau sangat cantik, hargamu berapa?"


Si gadis yang sedang memapah tubuh Sia, langsung menendang anunya si pria tua dan ...

__ADS_1


Bruk!


Pria itu jatuh terduduk dengan memegangi anunya yang terasa ngilu karena mendapat tendangan maut dari kaki mungil namun kuat.


Saat keributan semakin menjadi, Tuan Win datang dan melerai empat pria yang sedang mengeroyok Yovan.


"Tuan Yo! apa yang kau lakukan dengan bos ku? lepaskan dia!" pekik Tuan Win yang langsung membuat para pria tua menghentikan baku hantam itu.


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" tanya Tuan Win, dia langsung mengecek kondisi Yovan.


Tuan Win meminta anak buahnya untuk meringkus empat pria yang membuat kerusuhan. Setelah keadaan kondusif, Tuan Win meminta salah satu pelayan untuk membawa Yovan beristirahat di apartemennya, karena hari ini dia sedang sibuk, belum bisa menyambut Yovan dengan baik.


"Tuan Win, aku ingin membawa dua wanita bersamaku, apakah kau mengizinkannya?" tanya Yovan.


"Tidak masalah, mereka kelihatannya juga mendapatkan masalah sepertimu, kau ajak mereka menginap di apartemenku, aku tidak keberatan." Tuan Win memang berwibawa, dia baik dengan Yovan, tapi saat tahu dia berkhianat dengan Death Angel, pasti akan berbeda sambutannya.


.....

__ADS_1


__ADS_2