
"Aku mengantuk." Ucap Laras.
"Kau tidurlah." Jawab Alex.
"Hm, Good night." Ucap Laras.
"Good night too, sayang." Jawab Alex.
Alex merasa lega, dia tidak merasa ada yang perlu di khawatirkan lagi. Kisah cintanya bersama Laras terselamatkan. Bos mafia itu kemudian meletakan ponsel di atas ranjang dan segera beranjak menuju almari untuk mengambil baju dan segera mengenakannya.
Drrrttt... drrtttt...
Ponsel milik Alex bergetar, dia segera meraih ponsel yang baru saja dia letakan itu dan menjawab panggilan telepon tersebut.
"Iya, Richi ada apa?" Tanya Alex.
"Bagaimana Tuan Zhen? apa dia kabur?" Jawab Richi.
"Tidak, dia tertembak dan segera ku perintahkan Chris untuk memasukkan ke ruang peradilan. Dia menjadi santapan makan malamku karena terlalu berani menyebut nama Laras." Jelas Alex.
"Kau apakan si tua itu?" Tanya Richi.
"Aku beri sedikit pelajaran, tidak sakit, karena baru pemanasan." Jawab Alex.
"Setelah ini apa yang akan kau lakukan, sobat?" Tanya Richi.
"Memancing Tuan Xiauling untuk keluar dari persembunyiannya. Akan aku jadikan Tuan Zhen jaminan untuk bertukar dengan Perusahaan Dounghun Farmasi milik nyonya Fira. Cukup adil bukan?" Jawab Alex.
"Kau cukup berani mengurung Tuan Zhen, kau harus berhati-hati dengannya, Lex. Dia senior kita di dunia mafia ini, mungkin saja dia sedang menjalankan beberapa rencana. Aku tidak percaya jika Tuan Zhen begitu saja tertangkap." Jelas Richi curiga.
"Iya, pasti Richi. Aku memproteksi markas utamaku menjadi dua lapis, di luar dan di dalam. Keduanya aku beri porsi yang sama, banyak anggota yang ku utus untuk berjaga. Malam ini pun aku juga ikut berjaga. Oh ya, apa kau sudah masuk ke dalam pintu rahasia itu?" Tanya Richi.
"Belum, Tuan Hans menghalangiku, calon mertuamu itu benar-benar menyulitkanku." Gerutu Richi.
"Ada apa? dia berulah?" Tanya Alex.
"Tentu, banyak prosedur sesuai hukum yang harus aku lalui untuk masuk ke dalam pintu rahasia itu. Aku tidak ingin berdebat dengannya, selain dia calon mertuamu, dia juga ayah dari nona Laras. Mau tidak mau harus menurutinya, sial sekali!!!" Umpat Richi.
"Kau bersabarlah, dia memang begitu. Apa masih lama?" Tanya Alex.
__ADS_1
Richi mengatakan jika prosesnya akan segera selesai sekitar lima menit lagi. Alex meminta Richi untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang apa yang di temukannya di markas utama Toxic.
Setelah selesai melapor kepada sang bos, Richi menutup panggilan teleponnya.
Alex melangkahkan kedua kakinya keluar ruangannya, dia menghampiri dua anggotanya yang tengah berjaga di depan pintu ruang peradilan.
"Apa Tuan Zhen aman?" Tanya Alex.
"Aman, bos!!!" Jawab kedua anggota itu serentak.
"Bagus, lanjutkan pekerjaan kalian. Kalian jaga tua bangka itu, aku akan berjaga di luar." Ucap Alex.
"Baik, bos. Tugas darimu akan kami laksanakan!!!" Jawab Chris.
Alex berjalan keluar dari markas utama milik Death Angel. Dia bergabung dengan anggota yang lain.
"Apa yang kalian bicarakan? serius sekali." Ucap bos Alex.
"Tadi saat kami sedang patroli, ada sebuah ponsel yang terjatuh di semak-semak sekitar markas kita. Kami ingin melaporkan hal ini kepadamu." Jawab, Nelson, salah satu anggota Death Angel.
"Berikan ponsel itu kepadaku." Perintah Alex.
"Perketat penjagaan, ada penyusup yang datang." Perintah Alex.
Alex mencoba membuat panggilan ke nomor yang tertera nama "Bos Juna" di kontak ponsel itu. Beberapa saat kemudian, panggilan yang di buatnya mendapatkan jawaban.
"Aku sudah menelponmu berkali-kali, mengapa kau tidak juga menjawabnya? apa kau bosan hidup? ha? uang sudah ku berikan tapi kerjaanmu sama sekali tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Kau tinggal masuk ke dalam markas Death Angel cari gadis yang ada di foto yang ku kirim tadi. Setelah kau menemukannya, kau bawa dia di hadapanku. Aku tidak sabar menikmati keindahan tubuhnya." Ucap Juna.
Alex memeriksa wajah gadis yang di maksud oleh Juna, saat berada di galery foto ponsel tersebut nampak wajah gadis yang sangat familiar dengannya.
"Sudah ku duga, dia dan ayahnya sama-sama menginginkan kehancuran keluarga Laras." Batin Alex.
"Hey? kau kurang ajar sekali tidak menjawab panggilanku, dan sekarang kau diam saja saat ku ajak bicara???!!! setelah ini kau akan ku beri pelajaran." Jawab Juna.
"Apa maksudmu dengan "menikmati keindahan tubuhnya"? kau ini benar-benar cari mati dengan ku!!?" Ucap Alex penuh emosi.
"Kau siapa? beraninya mengancamku???" Tanya Juna.
"Kau begitu pelupa, otakmu memiliki daya ingat yang lemah, Tuan Juna Albram?" Ejek Alex.
__ADS_1
"Cih, kau lagi??? apa yang kau lakukan dengan anak buahku?" Jawab Juna yang sudah mengenali sang pemilik suara.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu, apa yang kau lakukan hingga susah payah menyuruh orang datang kemari?" Ucap Alex.
"Hey bos mafia, kau hanya pria membosankan, mana mau Laras yang lembut dan penuh perhatian itu denganmu? itu bukan urusanmu brengsek!!?" Umpat Juna.
"Kau belum tahu rupanya, kau puas-puaskan otakmu dalam berhalusinasi, karena saat kami berdua menikah, kau akan begitu syok." Jawab Alex.
"Cih, kau berkata seolah sudah menerimamu sepenuh hati. Gadis itu tidak akan bisa lari dariku, dia harus mendapatkan hukuman karena dia dan ayahnya telah membuatku terhina." Ancam Juna.
"Kau terlalu berani untuk mengatakannya, Juna. Jika kau sampai menggoreskan luka satu inchi saja di kulit gadisku, aku akan membuatmu menyesal telah melakukannya." Gertak Alex.
Juna tidak merasa gentar, dia membanggakan sang ayah yang memiliki Tuan Xiauling. Dia merasa akan aman di bawah perlindungan Tuan Xiauling.
"Kau hanya akan jadi kelinci percobaan jika kau berurusan dengannya. Hentikan segera rencana konyolmu itu. Sebelum aku bertindak lebih jauh lagi."
Alex menutup panggilan telepon itu, dia merasa akan menghabiskan banyak waktu jika terus meladeni Juna, berlama-lama berbicara dengan tikus kecil itu, akan membuatnya semakin emosional.
"Gadisku hanya milikku, apapun yang ada padanya semua adalah hakku, orang lain tidak berhak menjamahnya." Batin Alex.
Tiba-tiba ada salah satu anggotanya melapor jika dia menangkap seorang penyusup yang telah terkapar tidak berdaya akibat luka di kakinya karena menginjak ranjau yang di pasang di sekitar markas utama Death Angel.
"Bos, aku menemukan pria ini di area markas utama kita." Ucap salah satu anggota Death Angel.
"Kau bawa ke dalam ruang peradilan, ikat seluruh tubuhnya agar dia tidak kabur." Perintah Alex.
"Siap bos!!!"
Salah satu anggota Death Angel itu membawa pria tadi ke dalam ruang peradilan, tetapi pria itu tiba-tiba meminta kepada Alex untuk menyelamatkan dirinya.
"Apa maksudmu?" Tanya Alex.
"Aku tidak ingin pekerjaan ini Tuan, tetapi putriku sedang sakit, dia butuh uang untuk berobat. Terpaksa aku kembali ke dunia hitam ini untuk mendapatkan uang tersebut." Jelas pria itu sambil menangis.
"Kau masih terlihat muda, putrimu berusia berapa tahun?" Tanya Alex.
"Putriku, dia berusia sepuluh tahun. Tolong aku Tuan, selamatkan aku dan keluargaku." Pinta sang pria dengan memohon.
"Kau harus menerima hukuman dariku karena terlalu berani masuk ke dalam wilayahku tanpa izin dariku, setelah itu bisa di bicarakan lagi, aku akan menyelidikimu terlebih dahulu, bisa saja kau berbohong." Jawab Alex.
__ADS_1
Pria itu terlihat pasrah dengan apa yang terjadi kepadanya. Terpaksa dia mengikuti apapun yang di ucapkan oleh bos mafia itu.