Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Halo, anak-anak!


__ADS_3

Panggilan itu berakhir, dia kembali memasukkan ponsel ke dalam saku celananya untuk yang kesekian kalinya. Dia merasa, hari ini banyak sekali orang yang meneleponnya.


Dia kembali menemani kelima baby A nya yang sangat merindukan kasih sayangnya.


"Daddy, aku ingin Daddy ada selalu untuk kita. Jangan pergi lama-lama ya? Daddy selalu ada di samping kita, ya kan?"


Permintaan dari anak-anaknya, membuat Alex tidak kuasa menahan airmatanya.


"Daddy menangis ya?" tanya Alexis.


"Tidak, hanya kelilipan. Oh ya, kalian sudah selesai memberi makan buaya dan singa? makan dulu yuk? daddy sudah lapar." Sang mafia mengalahkan rasa egonya, dia tetap tegar di depan kelima anaknya.


Saat posisi Alex membungkuk, Lexis menyeka air matanya. Sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Alex memeluk tubuh mungil itu dan menerbangkannya ke langit.


"Love you Lexis, love you all baby A," pekik Alex yang membuat orang-orang disekitarnya kagum.


Dia adalah seorang bos mafia, tetapi masih ingat dengan anak-anaknya dan membahagiakan mereka.


Tubuh kekar itu menjadi tempat kelima anaknya berlindung, jadi dia akan tetap kokoh meskipun banyak ancaman yang akan datang.


Alex bersama kelima anaknya menuju sebuah Cafe yang ada di dalam area taman hiburan. Dia sengaja hanya mengajak 5 anaknya untuk quality time bersamanya.

__ADS_1


Sang mafia duduk lesehan sembari memesan beberapa makanan dan minuman.


Setelah semua makanan dan minuman yang telah dipesan tersedia di atas meja kemudian mereka semua melahapnya dengan sangat baik.


Alex menatap kelima anaknya yang sedang bercanda gurau, saling menukar makanan masing-masing, ada yang belepotan juga dimana-mana. Dia sangat menikmati momen kebersamaan ini, sangatlah langka baginya.


Saat momen intim itu terjadi, tiba-tiba ada orang yang menepuk pundaknya.


Dia pun menoleh.


"Lex?!" panggil orang yang menepuk pundak itu.


Alex tersenyum melihat orang yang berada di belakangnya.


"Oke," jawab Joan.


Dia duduk bersama Alex dan kelima anaknya, Lexis menatap wajah Joan dan bertanya kepadanya.


"Apa kau teman ayah yang suka berkelahi?" tanya Lexis.


"Hm, tidak juga! apa kalian ingin jago berkelahi?" jawab Joan.

__ADS_1


"Iya, tetapi Daddy melarangnya," tukas Lexis sembari menatap sang mafia yang melirik ke arahnya.


"Haha, sudahlah Lex, mereka masih sangat kecil, belum memahami hal seperti itu." Joan lebih peka, dia melihat raut kesal saat sang daddy menatap mereka dengan pandangan tidak suka akibat Lexis ingin jago berkelahi.


"Aku tahu dan tidak terlalu memperhatikannya, jadi biarkan saja mereka berangan-angan tentang hal itu, aku hanya ingin anak-anak pergi sekolah dan menjadi orang yang lebih berguna." Harapan sang mafia sangat luar biasa, hanya saja dia tidak terlalu memahami kelima anaknya yang sangat ingin jago bela diri.


Kelima baby seperti ngambek, mereka tidak mau bicara dengan daddy mereka.


"Lex, jangan keras-keras dengan anak kecil, mereka marah nanti," ledek Joan saat melihat keponakannya menggerutu.


Alex tidak menanggapi karena fokusnya telah terpecah.


Dia memikirkan Yovan, nasibnya pasti akan tragis setelah ini.


Yovan! kita harus bicara! aku tidak akan tenang jika belum bertemu denganmu!


.


.


.

__ADS_1


Info : Othor mau update banyak2 jangan lupa baca ya kakak cantik dan ganteng, reader setia babang tamvan😆😆🤭🤭


__ADS_2