Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Dia mantan kekasihku...


__ADS_3

Dimitri merasa canggung saat bertemu dengan Mishel, cinta pertamanya yang pergi ke luar negeri untuk bersekolah lagi. Dia teringat akan masa dimana dia dan Mishel duduk bersama di bangku taman sembari makan eskrim, menikmati indahnya taman bunga lavender.


Itu terjadi 4 tahun yang lalu, saat mereka masih benar-benar memiliki perasaan itu. Namun, semuanya telah hilang saat Mishel mengikuti saran orang tuanya dan dia pun ingin kuliah di luar negeri. Keduanya saling berucap kata perpisahan di tempat itu juga, ciuman pertama D dan M, tercipta di depan bunga Lavender yang indah nan sempurna itu.


Akan tetapi, semuanya sirna kala Mishel tiba-tiba tak memberi kabar dan hilang begitu saja. Dia mencoba mencoba mencari keberadaan sang kekasih, tapi pada kenyataannya semua telah lebur di terpa waktu yang semakin hari semakin tidak menentu.


Hari ini, keduanya bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda, D telah menjadi mafia yang menyamar menjadi sopir, dan Mishel yang menjadi wartawan berita kriminal, sesuai dengan cita-citanya dulu.


Tatapan keduanya yang terkesan penuh kerinduan, menjabarkan rasa cinta yang sempat hilang, jarak itu telah terkikis dengan adanya rasa tidak percaya mampu bertemu kembali.


Kata sapaan coba Dimitri lontarkan, meski lidahnya kelu, dia bingung ingin mengatakan apa.


"Apa kabar? lama tidak berjumpa?"


Mishel agak canggung, dia berulang kali merapikan rambutnya yang sama sekali tidak berantakan itu.

__ADS_1


"Ehm ... aku baik, iya lama sekali tidak berjumpa," jawab Mishel, dia memalingkan wajahnya berulang kali.


Joan dan Dafa merasa jadi obat nyamuk, keduanya menyingkir dari kedua orang yang tak hentinya saling curi pandang itu.


Setelah dua orang masuk, D dan M mulai membuka pembicaraan yang lebih intim lagi.


"Apa kau sudah menikah?" tanya Dimitri terlebih dahulu, rasanya sesak dadanya saat mengatakan hal tersebut, tetapi dia juga butuh kepastian.


"Belum, aku fokus sekolah dan menjadi wartawan. Ayah dan ibuku, sering menanyakan dirimu, tapi aku bilang hubungan kita sedang break," jawab Mishel dengan menunduk. Dia terlihat gugup sekali, Mishel berulang kali meremaaaas celana panjangnya yang berbahan katun itu.


"Kau baik-baik saja bee?"


Panggilan sayang untuk Mishel, tiba-tiba terlontar begitu saja.


Mishel semakin tidak terkendali, dia tiba-tiba saja memeluk tubuh Dimitri sangat erat.

__ADS_1


Dia menangis di dada bidang Dimitri, menyesali dirinya yang masih mencintai D tetapi tak mampu berucap.


"Hiks ... hiks ..., maaf." Mishel hanya bisa menangis, disela isak tangisnya, dia meminta maaf.


"Untuk apa Bee?" tanya Dimitri, dia merasa Mishel memiliki beban berat dipundaknya.


"Hiks ... aku disekap oleh anak buah Aldren, dia menyiksaku, dua tahun setelah itu berakhir, aku pulang ke rumah. Akan tetapi, ayah dan ibuku ingin aku kembali ke NY untuk melanjutkan pendidikan yang sudah menghabiskan banyak uang itu. Aku sudah tidak kuat menutupi segalanya, jadi aku jujur kepada orang tuaku. Mereka tidak terima dan melaporkan Aldren ke kantor polisi, tetapi itu tidak mempan, justru selama 4 tahun ini, keluargaku dalam bahaya. Aku mencarimu kemanapun, tetapi tak kunjung berjumpa, Bee, aku masih mencintaimu, aku merindukanmu."


Mishel meratapi nasibnya yang kurang beruntung itu.


Dimitri tersenyum, dia merasa lega, ternyata masih ada cinta untuk dirinya.


"Tenanglah Bee, aku akan memberikan keadilan untukmu, Aldren itu biar aku dan geng ku yang menyelesaikannya." Dimitri memberikan kepastian akan nasib orang yang selalu ada di hatinya itu.


"Apa kau bagian dari para mafia itu, Bee?" tanya Mishel penasaran.

__ADS_1


"Iya, aku seorang penjahat, Bee."


....


__ADS_2