Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Membujuk Laras!


__ADS_3

Willy terlihat menyedihkan, tapi dia hanya bisa pasrah. Melihat situasi ini, Laras membantu anak buah sang mafia.


"Jika kau menghukumnya, aku juga akan menghukummu. Tidur di luar karena 2 minggu tidak ada kabar!" ucap Laras seraya pergi meninggalkan sang suami yang harus berpuasa lagi, padahal dia sudah mengharap kehadiran baby B yang sudah sangat ia rindukan.


"Sayang? tunggu aku!"


Alex mengejar sang istri yang lebih dulu masuk ke dalam rumah Guru Fu. Willy yang tadi merasa sedih, terhibur dengan cara Nyonya bos menggoda suaminya.


Guru Fu menatap wajah Willy yang terlihat puas.


"Kau pasti senang, Alex kena batunya," celetuk Guru Fu membuat Willy seketika menghentikan senyumannya.


"Tidak Guru, jangan membuatku begitu kejam. Oh ya, setelah ini aku dan Zu akan kembali ke markas karena ada banyak hal yang harus kami kerjakan. Jika Guru Fu membutuhkan kami, segera hubungi," pamit Willy yang harus segera menuntaskan penyelidikan terhadap saudara A.X.


"Haha, ya aku tahu. Kau itu anak buah yang royal kepada bosmu. Hm, baiklah! kau kembali ke markas saja. Kau hubungi saja aku jika membutuhkan bantuan, aku akan siap membantu mu," ucap Guru Fu akan menjadi orang pertama yang menjadi pelindung Death Angel saat ada kesulitan.


"Baik Guru, aku akan kembali bersama anggota yang lain. Titip bos Alex," pamit sang anak buah kepada sang Guru.


"Oke, aku akan menjaganya dengan baik, kau tenang saja." Guru Fu melepaskan kepergian anak puasa mafia dengan lambaian tangan.


Sementara itu, di dalam rumah sang Guru, terutama di kamar utama Laras dan Alex, ketuanya sedang bersitegang. Laras masih tidak terima dengan seorang suami yang pergi tanpa kabar.


"Sayang? sudahlah jangan membuatku menjadi pria bodoh, tataplah aku dan berbicaralah baik-baik!" Alex mencoba membujuk sang istri yang marah kepadanya.


"Tidak akan, kau sudah melukai hatiku dan anak-anak. Aku menunggumu di sini seperti orang gila, aku menangis selama 2 minggu itu, lihat mataku yang sembab ini?" ucap Laras masih dengan posisi membelakangi tubuh sang suami.


"Jika kau membelakangiku, aku bisa melihat matamu yang sembab?" Sang mafia selalu memiliki banyak alasan untuk membuat sang istri luluh.


"Tidak akan!"

__ADS_1


Laras bener-bener marah, Baby B akan semakin jauh dari jangkauan.


Alex perlahan mendekati sang istri yang sedang duduk diatas ranjang, dia istri dari samping.


Dia malas kepada Laras, membujuk dengan segala cara agar yang istri bersikap seperti biasa.


"Sayang? apa kau tahu? aku juga sangat merindukanmu selama ini, Guru Fu melarangku untuk menghubungi mu karena kesehatan mentalku pasti akan terganggu, aku sudah menjadi orang gila sejak pertama bertemu denganmu, apa harus naik satu tingkat lagi status kegilaanku ini? aku mau memiliki suami yang gila? pasti akan mengejekku karena tak kunjung membuat nanti marah." Alex mempererat pelukannya, namun sang istri terima dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.


"Baby B, daddy menginginkan kehadiranmu. Namun, mommy belum ingin kau hadir, kau bantulah daddy membuat mommy setuju untuk segera menghadirkanmu!" Lagi-lagi Alex memiliki ide aneh, mengatakan hal yang tidak masuk akal.


Tapi hal itu menjadi jurus jitunya, Laras tersenyum dan menggenggam tangan sang suami.


"Kau tidak perlu mengatakan itu kepada calon Baby B, dia akan marah karena sedari tadi bersitegang tanpa ada solusi. Baiklah, kali ini aku memaafkanmu. Lain waktu tak lagi, kau akan aku hukum tidur di luar selama 1 bulan! paham?"


Alex menelan salivanya, dia tidak bisa membayangkan jika harus tidur diluar selama 1 bulan tanpa kehangatan tubuh sang istri.


"Kenapa? kau tidak setuju?" tanya Laras yang kini sedang ngerjainnya.


"Haha, itu sama saja dengan kau tidak mendapatkan hukuman! dasar mafia ini!" Akhirnya sang istri mampu tertawa lepas oleh sama suami yang kejam dan bengis di medan pertarungan tetapi penuh kekonyolan saat berdekatan dengan orang-orang tercintanya.


Alex Fernando, sosok mafia idaman semua wanita di luar sana tetapi hanya takhluk dengan satu wanita, yaitu Laras Nugraheni.


Setelah berhasil membuat Nyonya bos tenang, dia segera meminta sang istri membuatkan minuman teh kesukaannya, tetapi sebelum itu, Alex meminta jatah.


"Satu ciuman!" pinta sang suami penuh harap.


"Satu saja ya? awas kalau meminta hal yang lain!" ucap sang istri yang mengetahui kelicikan Alex.


"Haha, tentu saja!" jawab Alex yang akan segera melancarkan aksinya.

__ADS_1


Jarak sudah dekat, memudahkan sang mafia untuk menyentuh bibir istrinya.


Cup!


Satu kecupan mendarat, di bibir sang istri. Tidak berhenti di situ, suami justru semakin menggila. Dia melakukan pertautan bibir yang sangat ganas membuat sang istri tidak bisa bernafas.


Laras mengigit bibir sang suami, setelah itu Alex baru dari jaga dia melakukannya terlalu berlebihan.


"Suamiku! apakah kau ingin membunuhmu?" Laras kesal dengan sikap Alex.


"Bukan itu maksudku, aku terlalu merindukanmu jadi..." Belum sempat sang mafia melanjutkan ucapannya, Laras sudah berangkat dari ranjang dan...


BRUAK!


Laras keluar dari kamar utama dan membanting pintu.


"Hah! apa lagi ini, akan semakin sulit untuk mendekatinya. Singa betina itu sudah mengamuk, sial! sayang...!! tunggu aku!" Alex berusaha mengejar sang istri yang pergi entah kemana.


Saat dia sedang mencari istri, anak-anak sudah lebih dulu menghadangnya.


"Daddy? jangan nakal! pasti daddy nakal ya? sampai mommy marah!" Anak-anak sang mafia mengetahui jika sang mommy marah karena mommy mereka naik ke atas menuju ruangan yang digunakan untuk anak-anaknya bermain dan menguncinya dari dalam, anak-anaknya tidak memberitahukan keberadaan mommy mereka kepada daddy.


"Dia seperti anak kecil!" Alex sang istri yang kadang bertingkah seperti anak kecil.


"Daddy yang anak kecil, bagaimana bisa meninggalkan kami dalam waktu 2 minggu! jika aku menjadi mommy pasti akan marah!" Kelima juga meninggalkan dirinya, dengan ini ditertawakan oleh Tuan Hans.


"Hahaha, kena batunya kan? itu karena kau ceroboh! lain kali kalau ingin pergi ke mana pun harus membawa bodyguard! Haha, kasihan sekali menantuku ini tidak dihiraukan oleh anak dan istrinya." Tuan Hans sampai sakit perut karena menertawakan sang menantu yang mati kutu karena anak dan istrinya acuh terhadapnya.


"Terserah apapun katamu, aku tidak peduli!" Alex terlihat pasrah, dia memang mengakui jika saat itu dia ceroboh, sang mafia berpikir untuk lebih berhati-hati lagi jangan sampai kejadian yang lalu terulang kembali.

__ADS_1


"Aku sarankan agar kau terus membujuk istrimu, dia itu wanita yang sangat mudah dibujuk. Apalagi oleh pria yang sangat dicintainya, tetap semangat menghadirkan baby B menantuku sayang!" Di balik sikap tengil sang mertua selalu ada doa dan harapan yang terselip untuk sang mafia.


__ADS_2