
Willy melirik ke arah Han Bin yang sangat sombong itu.
"Cih! anak kecil, apa kau memang memiliki semua itu? geng? geng kembara kembar nakal maksudmu?" sindir Willy dengan senyum menyeringai.
"Kau akan mengetahui saat sampai di markasku." Han Bin sangat cool, membuat Willy yakin jika dia memang ketua geng.
Tetapi dia belum ingin mempercayainya, dia masih ingin meledek Han Bin.
"Ya, kalian terus saja bertengkar! kapan kau akan akur dengannya?" Richi sudah lelah dengan kedua orang yang duduk di jok belakang itu.
"Nanti kalau si kembara nakal ini sudah menunjukkan eksistensinya sebagai bos mafia." Willy menatap tajam wajah Han Bin yang sok cool lagi-lagi.
Richi yang melihat dari spion tengah mobil kedua orang itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
__ADS_1
"Awas nanti rindu kalau sudah tidak bertemu," ledek Richi.
"Tidak akan, pasti Paman Willy yang akan rindu." Han Bin mengelak, dia memang sedang menunjukkan jiwa bos mafia yang ada di dalam jiwanya.
"Haha paman? kau sebut Richi dengan sebutan kakak? sedangkan aku kau sebut paman? tega nya, aku dan dia itu seumuran." Willy tidak terima saat Han Bin menyebutnya paman, sebutan baginya yang terdengar aneh.
"Mana aku tahu kalian seumuran, yang aku tahu, Kak Richi lebih sopan daripada paman, kau sangat tua dan kasar." Han Bin memang ceplas-ceplos.
"Wkkwkw, ya hanya kau yang bisa membuatku kesal dan tertawa dalam satu kesempatan." Willy mengacak kasar rambut Han Bin, namun, dia hanya diam. Si bocah tak merespon apapun.
"Kau harus menjadi orang yang baik, jangan menggunakan ilmu yang kau miliki untuk hal yang buruk. Lakukan yang terbaik, kau adalah ketua geng kan? harusnya mampu membuat dirimu lebih kuat dari yang lainnya." Nasihat yang terlontar dari mulut Richi merupakan suatu hal yang sangat berarti, Han Bin mendengarkannya.
"Iya Kak, tapi aku sedang dilema, apa kekasihku setia dia sana?" Han Bin masa jika dia adalah orang yang menyedihkan karena menjadi pria yang malang akibat ulah MK.
__ADS_1
"Tidak perlu merisaukan hal itu, Willy pasti akan membantumu merebut kekasihmu dari MK." Richi menenangkan hati pria yang sedang galau itu.
"Tetapi bagaimana caranya?" Han Bin ragu dengan kemampuan Willy.
"Haha ... bocah tengik, kau meragukan kemampuanku? setelah ini aku akan menunjukkan siapa aku sebenarnya! aku sudah memiliki seorang istri dan anak, pengalamanku sudah banyak daripada kau! asal kau tahu saja, aku menikahi seorang gadis yang aku rebut dari mafia lain! haha bukankah itu hebat?" Willy mengingat kera dia merebut jenny dari Mike, adik dari Liu Earl.
"Hm ... benarkah begitu?" Si bocah masih saja meragukan.
"Bisa kau buktikan nanti, saat aku merebut kekasihmu dari MK dan memberikannya kepadamu!" Willy berbicara sangat serius membuat orang yang ada di sampingnya menatap wajah orang yang disebut Paman itu.
"Oke, aku percaya padamu paman!" Bocah itu menepuk pundak orang yang lebih dewasa darinya kemudian tersenyum.
"Mengapa masih menyebut paman!" pekik Willy.
__ADS_1
Richi tersenyum saat mengamati keduanya melalui spion tengah mobil, dua orang yang bermusuhan itu lama-lama akan sama-sama sayang meskipun harus saling ejek dan melempar canda satu sama lain.
....