
Laras merasa jika kini dirinya sudah yakin akan tetap tinggal di sisi Alex untuk selamanya. Pria itu telah membuat Laras menjadi gadis yang lebih kuat kali ini. Setelah segala hal yang mereka lewati bersama, kekuatan cinta mereka telah memasuki level lebih tinggi lagi. Kepercayaan dan kesetiaan mulai menjadi keutamaan dalam hubungan mereka. Tidak ada keraguan atau perbedaan status di antara mereka. Laras sudah menjatuhkan pilihan kepada bos mafia itu untuk mendampingi dirinya saat susah maupun senang, hidup maupun mati. Mereka telah mengikrarkan cinta sehidup semati.
"Tuan, boleh aku meminta sesuatu kepadamu?" Tanya Laras.
"Apa sayang? katakan saja?" Jawab Alex.
"Temani aku beberapa menit saja di sini, aku ingin merasakan pelukan hangatmu." Pinta Laras.
"Siaal!!! gadis ini sudah membuatku gila!!" Umpat Alex dalam hati.
"Tuan? apa kau mendengarku?" Tanya Laras.
"Iya, aku dengar, aku hanya terlalu bahagia saat kau memintaku untuk memelukmu." Jawab Alex beralasan.
Alex kemudian merebahkan tubuhnya di samping Laras. Tubuh mereka mulai saling mendekat dan saling bersentuhan. Alex yang sebenarnya tidak ingin melakukan apapun, tergoda dengan sang gadis yang menurutnya terlalu cantik untuk di lewatkan. Tangannya mulai bergerilya, tetapi niat Alex tiba-tiba terhenti saat Laras mengetahui sang bos mafia mulai tidak terkendali.
"Tuan, tahanlah dulu. Aku hanya ingin di peluk olehmu. Kau sendiri yang bilang, tahu batasannya." Ucap Laras sambil tersenyum di balik pelukan hangat yang di berikan Alex padanya.
"Ya sayang, kau memang sangat pandai menyiksaku. Tapi nanti saat aku telah sembuh, tiada ampun bagimu." Jawab Alex dengan nada kesal.
"Kau harus mengendalikan keinginanmu itu Tuan, bersabarlah." Ucap Laras masih dengan tersenyum karena dia memang sengaja membuat Alex tersiksa hari ini.
Di saat yang membahagiakan ini, Laras tiba-tiba teringat akan kedua orang tuanya, dia merasa jika Tuan Hans dan Nyonya Laras pasti sedang kesal padanya karena dirinya kabur bersama pria yang sangat di benci oleh sang ayah.
"Tuan, apa orang tuaku akan mencariku?" Tanya Laras.
"Tentu saja, ayahmu sudah mengerahkan semua anggotanya untuk mencarimu di seluruh kota. Richi yang mengatakannya kepadaku." Jawab Alex.
"Aku tidak menyangka ayah yang kaku itu bisa khawatir sekali kepadaku. Apa mungkin karena dia terobsesi denganmu? Dari awal ayahku itu memang tidak pernah menyukaimu, memang apa yang kau lakukan Tuan? hingga ayahku begitu membencimu?" Tanya Laras.
"Setiap orang tua memiliki cara tersendiri untuk menyayangi anak-anaknya, sayangku. Dia mungkin terlihat kaku, tetapi di dalam hatinya ada rasa sayang yang dalam dan penuh arti untukmu. Tuan Hans dan aku sudah bertemu sejak beberapa tahun lalu waktu aku terlibat bisnis obat terlarang, aku pernah di penjara olehnya, karena aku berhasil menyuap hakim, aku bebas dari hukuman mati. Dan setelah itu, aku selalu lolos dari segala bentuk hukuman pidana. Jika kau ingin tahu apa yang sudah ku lakukan sehingga ayahmu begitu terobsesi padaku, itulah alasannya." Jawab Alex.
"Tuan, apa kau juga ahli dalam melenyapkan musuh-musuhmu? apa mereka tidak memiliki keluarga?" Tanya Laras.
"Kau belum tahu duniaku itu seperti apa, pikiranmu terlalu naif sayang. Lebih baik kau tidak tahu saja daripada kau nanti menjadi ragu lagi kepadaku karena kejahatan yang pernah aku lakukan." Jawab Alex.
"Apa sekejam itu duniamu Tuan?" Tanya Laras.
__ADS_1
"Saat awal kita bertemu, kau melihat banyak bekas luka di tubuhku kan? itu sebagai bukti jika kehidupanku di dunia yang ku geluti ini tidak mudah." Jawab Alex.
Laras kembali menangis dan mempererat pelukannya, dia merasa sedih untuk Alex.
"Sayang?" Tanya Alex yang mendengar suara tangisan sang kekasih yang tertahan.
"Hmm." Jawab Laras.
"Apa kau menangis lagi?" Tanya Alex.
"Tuan, maafkan aku yang telah membuat dirimu selalu dalam kesulitan." Jawab Laras.
"Sudah tugasku menjagamu sayang, kau tidak perlu merasa bersalah kepadaku." Ucap Alex.
"Berjanjilah padaku untuk tidak terluka lagi Tuan." Pinta Laras.
"Kau mengatakan seolah olah aku akan tiada saat musuhku melukaiku. Tenang saja, aku bisa mengatasinya." Jawab Alex.
Di saat dirinya dan kekasih sedang bermesraan, ponsel sang bos mafia berdering. Alex mengambil ponsel di saku celananya dan melihat ada nomor baru yang membuat panggilan kepadanya. Dia kemudian menjawab panggilan itu.
"Halo, siapa ini?" Tanya Alex.
"Katakan saja apa maumu?" Jawab Alex.
"Datanglah ke markas Toxic dan selamatkan kedua mertuamu." Ucap sang penelfon.
"Kau hanya mengertakku kan? mana mungkin Tuan Hans dan nyonya Fira ada bersamamu?" Tanya Alex ragu.
"Jika kau tidak percaya, boleh lah kau bicara dengan mereka."
"Hey, pria sialan!! dimana putriku? kau telah membuat keluargaku hancur!!"
Alex langsung mengenali suara calon mertuanya, dia hanya tersenyum mendengar ucapan sang kepala polisi.
"Apa kau sudah dengar?" Tanya sang penelfon.
"Jika kau ingin melenyapkan Tuan Hans dan istrinya silahkan saja." Jawab Alex santai.
__ADS_1
"Kau calon menantu tidak berguna, baiklah akan aku lenyapkan mereka dengan segera." Ucap sang penelfon.
"Jika kau ingin melenyapkan kedua orang tua gadisku, berarti kau sudah siap kehilangan segalanya Tuan Xiauling!!!" Jawab Alex tegas.
"Kau sudah ingat rupanya dengan suara musuhmu, Ini yang aku suka darimu bos Death Angel, segera lah datang dan kita buat kesepakatan. Setelah itu akan aku lepaskan mereka." Ucap Tuan Xiauling.
"Cih!! dasar pengecut!! kau selalu menggunakan orang-orang yang berhubungan dengan gadisku untuk mengancamku." Jawab Alex sinis.
"Terserah kau saja, datang ke markas utama Toxic di hutan kota utara. Jika kau tidak segera datang dalam tiga jam, aku akan kirimkan mayat kedua orang tua gadismu langsung ke markas utamamu. Dan ingat, kau harus datang sendiri!!! jangan bawa anggotamu."
Tutttttttt... Tutttttttt
Panggilan telefon itu tiba-tiba terputus. Laras menatap mata Alex dengan penuh kekhawatiran.
"Tuan, apa kau akan menyelamatkan kedua orang tuaku?" Tanya Laras.
"Tentu saja." Jawab Alex yakin.
"Jika kau ikuti perintah Tuan Xiauling, kau akan mudah di kalahkan olehnya, itu sangat berbahaya bagimu. Tapi jika kau bawa anggotamu bersama denganmu, ayah dan ibuku dalam bahaya. Apa yang akan kau lakukan untuk menyelamatkan mereka?" Tanya Laras.
"Simpan semua pertanyaan polos mu itu, semua akan terjawab saat ku bawa kedua orang tuamu bertemu denganmu tanpa kurang suatu apapun. Kau tetaplah di sini, aku akan meminta Angela menemanimu." Jawab Alex.
Alex beranjak dari ranjangnya, belum sempat dia melangkah, tiba-tiba tangan kekarnya di tahan oleh sang gadis. Laras menggenggam tangan Alex erat.
"Cepatlah kembali, sayang!!" Ucap Laras.
Alex terkesan dengan apa yang di katakan Laras, biasanya sang gadis hanya memanggil dirinya dengan sebutan "Tuan" tapi kali ini panggilannya begitu intim dan mendalam.
Alex kembali duduk di samping Laras, dia berjanji akan segera kembali, dia mengecup kening Laras. Dia menatap wajah cantik Laras cukup lama.
"Pergilah, apa yang kau lihat?" Tanya Laras.
"Kau semakin cantik saat memanggilku sayang." Jawab Alex.
"Kau terlalu memujiku, pergilah."
Alex kemudian melangkahkan kedua kakinya keluar dari ruangannya. Dia menemui Richi yang sedang berjaga di depan markas utama, Alex mulai merencanakan sesuatu untuk menyelamatkan Tuan Hans dan Nyonya Fira bersamanya.
__ADS_1
"Tuan Xiauling, tunggu kehancuranmu." Gumam Alex.