Cinta Satu Malam Bos Mafia

Cinta Satu Malam Bos Mafia
Chapter 44


__ADS_3

"Lex, kau yakin akan melakukannya?" Tanya Richi ragu.


"Tentu saja, apa kau tidak percaya dengan kemampuanku?" Jawab Alex.


"Bukan begitu, tetapi jika kau menjadi umpan, bukannya sangat membahayakan dirimu?" Ucap Richi khawatir tapi Alex meyakinkan kepada sahabatnya jika dia mampu melakukannya.


"Tidak masalah, yang penting rencana kita berhasil. Kau siapkan dua mobil dan beritahu semua anggota yang sudah ku tunjuk untuk bersiap-siap. Aku akan menemui Angela setelah ini, ada hal penting yang harus aku sampaikan padanya." Perintah Alex.


"Baik Lex." Jawab Richi langsung melaksanakan perintah sang bos.


* * *


"Hey gadis kecil, buka pintunya." Ucap Alex sambil mengetuk pintu ruangan Angela.


"Iya Kak, sebentar."


Setelah beberapa menit, Angela membuka pintu ruangannya.


"Oh, ternyata kau bos. Ada yang bisa ku bantu?" Tanya Angela.


"Apa yang kau lakukan? lama sekali membuka pintunya?" Jawab Alex.


"Aku hanya sedang membaca buku, apa itu masalah bagimu? katakan apa mau mu bos?" Ucap Angela sambil cengengesan.


"Apa kau masih ingin belajar?" Tanya Alex.


"Masih, karena dendamku sudah terbalas, aku ingin sekali belajar ke luar negeri. Aku ingin belajar ilmu kedokteran." Jawab Angela.


"Tunggu beberapa hari lagi, kau akan ku kirim ke Amerika untuk belajar." Ucap Alex.


Angela terkejut saat sang bos mengizinkannya untuk kembali belajar. Dia kemudian memeluk Alex dan mengucapkan terima kasih kepada bosnya yang baik hati itu.


"Kau ini memang hebat lah bos." Jawab Angela


"Tapi ada syaratnya, kau harus menjaga gadisku dengan baik." Ucap Alex.


"Siaplah bos!!! aku akan menjaga calon istrimu dengan baik." Canda Angela.


"Bagus kalau kau sudah siap untuk menjalankan perintah dariku, bereskan buku belajarmu dan masuklah ke ruanganku, jaga Laras. Aku, Richi dan beberapa anggota akan pergi ke hutan kota utara untuk menyelamatkan kedua orang tua Laras. Kau baik-baik di sini." Perintah bos Alex.


"Ada apa dengan orang tua gadis itu, bos?" Tanya Angela.

__ADS_1


"Ada sedikit masalah, aku dan Richi akan segera menyelesaikannya. Tugasmu adalah menjaga gadisku." Jawab


"Oke. Hati-hati bos!!" Jawab Angela.


Setelah Angela masuk kedalam ruangannya untuk membereskan buku-buku pelajarannya, Alex kemudian pergi bersama Richi dan anggota Death Angel yang lain menuju markas utama Toxic.


Alex dan Richi bersama anggota Death Angel kemudian bergegas menuju hutan di kota utara dengan mengendarai dua mobil yang terbagi menjadi dua tim. Tim 1 bersama Alex dan Tim 2 bersama Richi. Tim 1 akan senantiasa mengikuti Alex sampai ke jarak terdekat markas utama Toxic. Tim 2 mengawasi di belakang mereka.


Perjalanan menuju hutan itu sangatlah jauh, apalagi medan yang di lalui cukup berbahaya. Alex dan Richi serta anggota yang lain harus tetap waspada, karena tidak menutup kemungkinan akan ada ranjau yang di pasang oleh Toxic di jalur menuju markas utama yang sangat tersembunyi itu. Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang, akhirnya mereka sudah sampai di sebuah bangunan megah di tengah hutan.


Alex bersama Tim 1 berjalan lebih dulu mendekati markas Toxic sedangkan Richi dan Tim 2 berjaga di belakang mereka untuk mengawasi pergerakan Alex dan Tim 1.


"Willy, setelah aku sampai di pintu gerbang markas utama, kau dan anggota yang lain berpencar dan segera kepung markas ini. Aku yakin, di dalam hanya ada beberapa puluh anggota Toxic saja, jadi dengan mudah kita akan mengalahkan mereka. Aku sudah tahu trik dari Tuan Xiauling. Dia hanya mengertakku saat menyuruhku datang kemari. Tujuan utamanya adalah memaksaku menyerahkan wilayah Death Angel kepadanya dengan menukar nyawa kedua orang tua Laras." Jelas Alex.


"Siap bos!!! laksanakan." Jawab Willy yang menjadi ketua Tim 1.


Alex berjalan menuju gerbang markas utama dan memberitahu penjaga jika dirinya ingin bertemu dengan Tuan Xiauling dan akan menghabisinya. Sang penjaga tertawa, dia tidak menyangka jika sang bos Death Angel akan dengan mudah di pancing emosinya dan datang menemui Tuan Xiauling di markasnya.


"Masuklah!! Tuan ada di dalam. Kau hebat juga Tuan Alex, kau begitu pemberani. Tapi sayangnya setelah ini, keberanianmu akan menjadi debu setelah kau berhadapan dengan Tuanku." Ucap sang penjaga.


"Kita lihat saja nanti." Jawab Alex datar.


"Tuan Xiauling, Alex sudah datang." Ucap salah satu anggota Toxic.


"Baiklah, kalian pergilah ke penjara bawah tanahku, bawa orang tua gadis itu kehadapanku." Perintah Tuan Xiauling.


Setelah kedua anak buahnya pergi, Tuan Xiauling yang sedari tadi duduk di kursinya kemudian beranjak dan berjalan perlahan mendekati Alex.


"Alex Fernando yang begitu terkenalnya di seluruh kota ini, ternyata tidak secerdas yang ku kira. Kau dengan mudahnya datang kemari sendirian demi menyelamatkan dua orang tua gadis yang tidak berguna itu?" Ucap Tuan Xiauling.


"Kau selalu saja membahas hal yang tidak penting." Jawab Alex dengan senyum sinisnya.


"Cih, bos Death Angel yang selalu mengesankan." Ucap Tuan Xiauling.


Kedua mata mereka saling bertatap, amarah yang begitu nyata terpampang jelas di kedua mata mafia itu.


"Lex, apa kau tahu nasibmu setelah keluar dari markasku ini?" Tanya Tuan Xiauling.


"Kalau tidak tewas, kau akan menghajarku habis-habisan hingga aku terluka parah. Apa yang aku katakan ini benar, Tuan Xiauling?" Jawab Alex.


"Sial!!! kau memang pantas menjadi bos Death Angel. Tapi sayangnya tebakanmu kali ini salah besar. Kau akan tewas dengan perlahan di tempat ini, aku akan menyiksamu terlebih dahulu." Ucap Tuan Xiauling.

__ADS_1


"Baiklah, lakukan saja." Jawab Alex santai.


Beberapa menit kemudian, dua anggota Toxic datang dengan membawa kedua orang tua Laras. Tuan Xiauling meminta dua anggotanya itu untuk segera pergi. Kini yang ada di ruangan itu hanyalah Alex, Tuan Xiauling, dan kedua orang tua Laras.


"Hey kau?? Alex Fernando !!!" Ucap Tuan Hans dengan lantang.


"Tuan Hans, saat aku berhasil menyelamatkanmu kau harus menyerahkan anakmu kepadaku dan merestui hubungan kami." Jawab Alex.


"Cih!!! aku tidak sudi menyerahkan putriku kepadamu. Restu? tidak akan ku berikan!!! Pria tidak memiliki masa depan sepertimu tidak pantas menjadi pendamping Laras. Kubur saja mimpimu itu." Jawab Tuan Hans penuh emosi.


"Wah, rumit sekali hubungan antara calon menantu dan mertua di depanku ini ya? tapi akan lebih baik jika kalian diam. Hentikan omong kosong kalian dan dengarkan aku bicara." Ucap Tuan Xiauling.


Tuan Xiauling mengatakan jika dirinya akan melepaskan kedua orang tua Laras jika Alex mau menyerahkan separuh wilayah Death Angel kepadanya.


"Meskipun sejengkal pun, tidak akan aku serahkan kepadamu separuh wilayah itu. Lebih baik kita bertarung saja, jika kau yang menang, kau bisa ambil semua wilayah Death Angel dan aku akan jadi budakmu. Jika aku yang menang, kau harus lepaskan kedua orang ini dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi, apa kau setuju Tuan Xiauling?" Pinta Alex.


"Kau mengorbankan masa depan gengmu demi dua orang tua gadismu ini? Tuan Hans, harusnya kau senang memiliki calon menantu sebaik bos mafia ini." Ejek Tuan Xiauling.


"Habisi saja dia, aku lebih baik mati di sini daripada harus menyerahkan putriku kepadanya." Jawab Tuan Hans.


"Baiklah Tuan Hans, jika itu yang kau inginkankan."


Tuan Xiauling menyetujui permintaan Alex, tapi sebelum Alex melawan dirinya, bos mafia itu harus melawan tiga puluh anggota Toxic miliknya. Alex setuju, Tuan Xiauling kemudian memanggil tiga puluh anggotanya untuk menemui dirinya di dalam ruangannya, setelah mereka datang, Tuan Xiauling meminta para anggotanya untuk menghabisi Alex.


Pertarungan akhirnya terjadi, tiga puluh anggota Toxic melawan seorang bos mafia. Meskipun kalah jumlah, Alex tidak gentar. Dengan lihainya, Alex mampu melibas semua anggota Toxic suruhan Tuan Xiauling.


Tuan Xiauling mulai gentar melihat semua anggotanya terkapar tidak berdaya, dirinya menyadari jika sudah tidak mampu melawan sang bos mafia yang terkenal tangguh dan kuat itu sendirian, jika dia memaksa diri, hanya kekalahan yang akan dia dapatkan. Merasa dirinya telah terpojok , Tuan Xiauling mulai melancarkan aksi liciknya dengan mengangkat senjatanya dan melepaskan timah panas ke arah dada Alex. Bos mafia itu roboh terkena timah panas yang bersarang di dadanya. Nyonya Fira terkejut dan langsung menghampiri bos mafia itu dan terus memanggil namanya. Tetapi sang bos tidak juga menjawab, nyonya Fira menangis di depan tubuh Alex yang sudah mulai lemah itu.


"Kau sangat licik Tuan Xiauling!!!" Pekik Nyonya Fira.


"Kau baru tahu??? sayang sekali. Harusnya kau lebih jeli dalam memilih kolega untuk berbisnis, kini kau tidak memiliki apapun. Dounghun Farmasi sudah menjadi milikku sekarang." Jawab Tuan Xiauling dengan senyum menyeringai.


Tuan Hans yang sedari tadi acuh, diam-diam merasa terharu dengan apa yang di lakukan Alex untuk dirinya dan sang istri, namun rasa gengsi yang telah menguasai dirinya membuat Tuan Hans tetap terlihat acuh.


* * *


Keadaan di luar markas utama kini telah bersih dari anggota Toxic, Richi berserta Willy telah berhasil mengalahkan semua anggota Toxic yang berjaga di luar. Saat Richi mendengar suara tembakan, dia bersama Willy meringsek masuk ke dalam ruangan Tuan Xiauling.


Mereka melihat sang bos telah tergeletak di lantai, kedua anggota Death Angel itu murka. Willy dan Richi melepaskan timah panas bertubi-tubi ke arah Tuan Xiauling. Tetapi pria tua licik itu mampu menghindar dan kabur lewat pintu rahasia miliknya, Richi berusaha mengejar Tuan Xiauling, tetapi pintu itu telah tertutup. Sedangkan Willy dan nyonya Fira segera memapah Alex keluar dari ruangan itu.


"Sial!! aku terlalu meremehkan Tuan Xiauling!! di tempat seperti ini ada pintu secanggih ini yang bisa di gunakan nya untuk kabur." Umpat Richi.

__ADS_1


__ADS_2