
"Bagaimana kemarin, Sayang? apakah berhasil?" tanya Mama Sonia.
"Sepertinya begitu, Ma, tapi belum tahu pasti sih karena Nia belum ketemu Mas Alby lagi," jawab Rania.
"Mulai sekarang kamu harus sering-sering bertemu dengan Alby serta beri perhatian yang lebih padanya." Nasehat Mama Sonia. Orang tua yang seharusnya mengajarkan pada anaknya kebaikan kini dia malah sebaliknya. Bukan masalah nasehatnya yang tak baik, tapi tujuannya yang salah karena memperhatikan suami orang.
"Itu sudah pasti, Ma. Nia akan temui Alby besok saja, Ma hari ini dia lelah sekali," ucap Rania.
"Iya, sekarang lebih baik kamu segera istirahat supaya besok bangun badan fresh kembali," balas Mama Sonia.
"Iya, Ma," balas Rania.
***
"Hai ... bestie kalian tahu nggak hari ini akan ada dosen baru lho," ucap Karina dengan semangat. Dia baru datang langsung heboh karena tanpa sengaja tadi setelah dari toilet menuju kelas Karina mendengar obrolan para mahasiswi yang sedang bergosip membicarakan tentang dosen baru.
"Cewek apa cowok?" tanya Melia.
"Cowok masih muda guanteng gaes, katanya sih gantinya Pak Akbar yang sedang cuti," jawab Karina.
"Berarti beliau masuk kelas kita dong, duh ... jadi penasaran." Melia yang tadi biasa saja kini mulai antusias saat mendengar dosen baru laki-laki.
"Inget sebentar lagi nikah," sindir Azmia.
"Hehehe, tenang aja Mia aku nggak akan berpaling kok cuma lumayan saja buat cuci mata sebelum di miliki Kak Derry," ucap Melia sambil tertawa kecil.
"Dasar kau ini," balas Karina.
__ADS_1
"Selamat pagi semua," sapa dosen yang baru datang.
"Pagi juga, Pak," balas semua.
"Sebelum saya memulai mata pelajaran maka alangkah baiknya kita kenalan terlebih dahulu, karena kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Perkenalan nama saya Devan saya adalah dosen pengganti dosen Akbar untuk sementara waktu karena beliau sedang ada kerjaan. Sekian perkenalan dari saya terima kasih," ucap Devan.
"Hallo Pak Devan, Pak Devan masih single apa sudah beristri?" tanya salah satu mahasiswi.
"Alhamdulillah saya masih sendiri, tapi saya buka jones ya," ucap Deva dengan tersenyum ramah.
"Sama aja jones itu Pak," balas salah satu mahasiswa.
"Sorry saya bukan jones, hanya sedang menunggu cinta saya datang," ucap Devan.
"Kenapa harus menunggu sesuatu yang tak pasti Pak jika di depan bapak sudah ada saya yang siap untuk di ajak ke KUA," balas salah satu mahasiswi dengan antusias.
"Mia, kamu kenapa nunduk terus dari tadi?" tanya Karina karena sedari tadi Azmia terus saja menunduk
"Kalian berdua," teriak Devan sambil melangkahkan kakinya menghampiri meja Karina dan Azmia.
Mendengar teguran dari Pak Devan Karina langsung menoleh ke arah depan ternyata sang dosen sudah berada di sampingnya.
"Hi ... Pak." Karina menampakkan gigi putihnya.
"Kamu sedang apa? Kenapa tidak menghadap ke depan saya ada di depan bukan di bawah," ucap Devan yang sudah berdiri di samping Azmia.
"Ma -- maaf, Pak ini __." Azmia memberanikan diri menatap Devan, tapi sesaat kemudian dia menunduk kembali.
__ADS_1
'Aku tidak sedang bermimpi kan, bukan berhalusinasi pula, tapi ini tidak mungkin,' batin Azmia.
Devan yang melihat reaksi Azmia dia langsung menundukkan tubuhnya melihat apa yang terjadi pada Azmia.
"Sini biar saya bantu," ucap Devan. "Maaf." Devan mulai mengotak-atik agar gelang Azmia yang menyangkut di pakainya bisa terbuka.
"Nanti temui saya setelah selesai kuliah, tunggu di taman kampus," ucapnya sambil berbisik sebelum berdiri.
Azmia mengangguk.
Setelah berhasil membuka gelang Azmia. Devan kembali berjalan ke depan.
"Apa ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya Devan.
"Pak, boleh melamar jadi pendamping hidupnya nggak?"
"Boleh minta nomor handphonenya nggak, Pak?"
"Saya minta alamat rumah bapak saja, supaya bisa langsung bawa orang tua saya datang ke rumah Bapak, asyikk," ucap salah satu mahasiswi yang tak bisa melihat cowok ganteng dikit.
"Buset dah lu Naura, harusnya cowok yang melamar cewek," balas salah satu temannya.
"Biarin dari pada nanti keburu di comot orang lebih baik langsung saja," ucap Naura.
"Halu lu," sahut yang lain.
"Sudah-sudah mari kita mulai mata pelajaran hari ini." Devan menghentikan perdebatan para mahasiswinya.
__ADS_1
Hayoo siapa sebenarnya Devan??