
"Selamat pagi, Ma," sapa Azmia saat tiba di dapur terlihat Mamanya sedang membantu art menyajikan masakan ke atas meja.
"Pagi juga, Sayang," balas Mama Iren.
"Ayo, sarapan dulu!" Mama Iren mengajak Azmia sarapan bareng.
"Iya, Ma," balas Azmia kemudian duduk di kursi meja makan.
"Papa mana, Ma?" tanya Azmia karena tak melihat Papanya.
"Papa masih di kamar," jawab Mama Iren.
Tak berselang lama Papa Ari dan Ali pun datang menghampiri kedua wanita yang sudah duduk manis di kursi meja makan.
"Selamat pagi," sapa Papa Ari dan Ali bersama.
"Pagi juga, Pa, Mas," balas Azmia.
"Ayo, cepat sarapan!" ucap Mama Iren.
"Baik, Ma," jawab semua.
Papa Ari dan Ali segera duduk bergabung bersama kemudian Mama Iren mengambilkan makanan untuk suaminya mereka makan dengan nikmat.
Selesai sarapan Azmia membantu Mama Iren merapikan meja makan terlebih dahulu, sedangkan para laki-laki kembali ke kamar untuk bersiap berangkat kerja.
__ADS_1
Setelah dapur rapi Azmia pamit ke kamar dia juga ingin bersiap untuk berangkat kuliah pagi ini.
"Ma, Mia berangkat kuliah dulu ya," pamit Azmia saat tiba di ruang tamu menghampiri Mamanya yang duduk manis di sofa sambil menonton acara televisi.
"Bareng Mas aja, Dek," ucap Ali dari belakang karena Ali tahu Azmia tidak bawa kendaraan saat ke rumahnya.
"Iya, kalian kan satu kampus," sambung Mama Iren.
"Baiklah, Ma," balas Azmia. Dia nggak mau melawan perintah Mamanya.
"Kalau begitu kita berangkat dulu ya, Ma," pamit Ali dan Azmia kemudian menyalami tangan Mamanya terlebih dahulu sebelum keluar rumah.
"Assalamualaikum," ucap Ali dan Azmia bersama.
Setelah berpamitan pada Mamanya mereka berdua keluar rumah menuju garasi mobil.
"Mas, nanti Mia turunnya di gang aja ya," ucap Azmia. Kini mereka sudah berada di dalam mobil perjalanan menuju kampus.
"Kenapa nggak di parkiran kampus saja?" tanya Ali.
"Takut ada yang lihat nanti jadi gosip," jawab Azmia. Dia nggak mau jadi viral hanya gara-gara satu mobil dengan pak dosen idola mahasiswi.
"Biarkan saja, nggak perlu di dengerin omongan orang. Apa perlu Mas bilang ke semua kalau kamu adik saya?"
"Eh ... jangan belum saatnya," jawab Azmia.
__ADS_1
"Nanti kamu pulang bawa mobil Mas saja, karena Mas nggak bisa pulang bareng kamu hari ini ada Mas ngajar tiga
"Tidak perlu, Mas. Mia kan bisa pulang bareng Karina," balas Azmia.
"Kasihan nanti Karina jadi bolak balik," ujar Ali.
"Nanti Mia bareng Karin ke cafe lovely ngambil motor," balas Azmia.
"Kenapa nggak pakai mobil yang ada di rumah aja?"
"Tidak perlu, Mas. Mia lebih nyaman pakai motor," jawab Azmia karena memang sudah menjadi kebiasaan dirinya kalau ke kampus naik motor atau nebeng Karina, sedangkan mobil hanya ia pakai saat darurat dan pergi ke acara-acara resmi.
"Ya sudah kalau begitu." Ali memilih mengalah karena tak mungkin juga dia memaksa Azmia untuk mengikuti saran dia.
"Stop!" Azmia meminta Ali agar menghentikan laju mobilnya saat tiba di gang arah ke kampus.
Ali pun menghentikan mobilnya tepat di gang sesuai permintaan Azmia.
"Makasih, Mas," ucap Azmia sebelum keluar dari mobil.
"Sama-sama, hati-hati ya," balas Ali sambil mengelus lembut kepala Azmia.
"Siap, Bos," ucap Azmia kemudian keluar dari mobil.
Setelah Azmia turun dari mobil Ali melanjutkan perjalanannya menuju kampus. Sedanngkan Azmia memilih berjalan lkaki menuju kampus.
__ADS_1