Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 324 Menceritakan


__ADS_3

"Kenapa, apa terjadi sesuatu?" Bunda menghampiri Alby yang duduk seorang diri di ayunan samping rumah.


"Enggak kok, Bun. Al hanya ingin cari angin saja," jawab Alby berbohong. Dia ingin menenangkan hati dan pikirannya supaya tidak tersulut emosi menghadapi istrinya yang begitu sensitif.


"Kamu ini nggak perlu berbohong pada Bunda, kamu pikir Bunda ini anak kecil yang baru mengenalmu kemarin sore," ucap Bunda.


Seorang anak tak akan bisa membohongi orang tuanya karena ikatan batin seorang ibu sangatlah kuat.


Alby hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Bundanya.


"Ada masalah dengan istrimu?" tebak Bunda.


Alby hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

__ADS_1


"Sifat wanita itu memang sulit ditebak, kamu harus bisa memahami betul sifat dia. Jika memang tidak bisa di ajak bicara sekarang maka tunggu sampai keadaan tenang baru kamu bicara, tapi harus secara perlahan supaya lebih jelas dan dia bisa mengerti," ucap Bunda memberikan saran. Bunda tahu betul yang terjadi pada putranya pasti gara-gara di gazebo.


"Iya, Bun," balas Alby.


***


Di kamar


Azmia dan Revan duduk bersandar di kepala ranjang sambil menonton siaran televisi.


"Oh, tadi cuma ngasih ATM itu." Azmia menunjuk ke arah meja rias, di situ terlihat kartu ATM yang tergeletak diatas meja.


"Itu buat apa? bukankah aku sudah memberikan ATM padamu, untuk apa kamu menerima pemberian dari Mas Alby?" Revan mulai mengintrogasi istrinya.

__ADS_1


"Jadi ceritanya begini, suami tercinta Azmia dengerin baik-baik ya. ATM itu yang pernah di berikan Mas Alby pada Mia saat Mia masih berstatus istrinya, setelah bercerai Azmia mengembalikan ATM tersebut pada Mas Alby. Tapi, saat Mas Alby mengetahui jika ATM tersebut isinya masih utuh dia pun berniat untuk mengembalikannya pada Mia karena kan uang dalam ATM hak Mia, tapi Mia menolak untuk menerima, karena Mia berpikir kalau Mia tidak pantas menerima ATM tersebut. Beberapa kali Mia menolak, tapi tadi Mas Alby memaksa agar Mia bersedia menerima atm tersebut dengan dalih jika Mia tak ingin menggunakan uang tersebut untuk keperluan Mia, maka Mia bisa memberikan uang tersebut pada orang-orang yang membutuhkan. Jadi ya udah Mia ambil saja untuk kita donasikan ke yayasan dan orang yang membutuhkan bantuan." Azmia menceritakan semuanya pada Revan.


"Kak, gimana kalau sebagian uang tersebut nanti kita berikan pada pengurus yayasan saat beliau datang ke pengajian selametan rumah kita," ucap Azmia.


"Kakak setuju," balas Revan.


"Memangnya kenapa sih, Dek kamu nggak pakai uang pemberian Mas Alby?" tanya Revan merasa bingung dengan Azmia.


"Semua kebutuhan rumah sudah di sediakan oleh Mas Alby jadi yaudah uangnya utuh," jawab Azmia.


"Ya kan bisa kamu pakai buat kebutuhan kamu, Dek. Seperti beli baju, skincare dll," ujar Revan.


"Mia nggak ingin membebani orang lain, selagi Mia bisa sendiri Mia akan berdiri sendiri," balas Azmia.

__ADS_1


"Namun, Kakak mohon itu hanya berlaku saat pernikahan kamu dan Mas Alby. Semua itu tidak berlaku dalam pernikahan kita. Kamu adalah istriku maka semua kebutuhan mu tanggung jawab ku," ujar Revan dengan tegas supaya Azmia tidak menyamakan antara pernikahannya yang dulu dengan yang sekarang.


"Iya, suamiku," balas Azmia dengan tersenyum manis. Dia merasa senang dan lega karena Revan tidak marah.


__ADS_2