Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 79 Insiden di dalam mobil


__ADS_3

'Bagaimana aku bisa menetapkan hatiku padamu, Mas. Jika kamu saja belum bisa meyakinkan hati dan cintamu untuk ku. Aku tidak butuh harta dan kekayaan mu yang ku pinta hanyalah cinta yang tulus darimu, tapi sepertinya itu sangat sulit, kamu masih bimbang dengan perasaanmu sendiri, kamu ingin di cintai, tapi tidak bisa mencintai,' batin Azmia sambil memandangi Alby dari cermin rias di depannya.


"Sayang, berangkat kuliah aku antar aja ya," ucap Alby sambil merapikan kemejanya.


"Tidak perlu, Mas. Mia bisa bawa motor sendiri," balas Azmia. Bukan niat menolak ajakan suaminya, tapi dia lebih nyaman pergi sendiri.


"Motor yang mana?" tanya Alby.


"Motor Mia it __ astaghfirullah motor." Azmia menepuk jidatnya, dia baru inget jika motornya masih berada di cafe, kemarin setelah pergi sama Angga, Azmia pulang bersama Alby dan motornya lupa belum di ambil.


"Dia baru inget," ujar Alby.


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman, sejak kapan dia jadi pikun begini motor sendiri sampai lupa.


Setelah sama-sama rapi mereka keluar kamar berjalan menuruni tangga menuju lantai bawah.


"Mbok kami berangkat dulu," pamit Azmia ketika melihat Mbok Asih sedang merapikan ruang tamu.


"Iya, Non," balas Mbok Asih.


"Assalamualaikum," ucap Azmia dan Alby sebelum keluar pintu.


"Wa'alaikumussalam," balas Mbok Asih.


Meskipun hanya sebagai art di rumah, tapi Azmia selalu menganggap Mbok Asih keluarga sendiri. Azmia juga menghormati Mbok Asih karena beliau lebih tua. Setelah itu


Azmia dan Alby keluar rumah menuju garasi mobil.


"Silakan, bidadari ku!" ucap Alby sambil membukakan pintu mobil untuk Azmia mempersilakan Azmia masuk.


"Terima kasih, Mas," balas Azmia kemudian masuk ke dalam duduk di kursi depan.


Setelah Azmia masuk, Alby juga masuk ke dalam mobil dari pintu samping.


"Sayang, nanti malam kita ajak makan malam bareng sama Bunda di restoran depan toko DA," ucap Alby membuka obrolan.

__ADS_1


"Iya, Mas," balas Azmia. Dia mah ngikut ajalah apabila bunda yang mengajaknya tidak ada penolakan, harus, wajib ikut.


"Baiklah, nanti pulang Mas jemput jangan pulang sebelum di jemput," ujar Alby sambil memegang kepala Azmia. Seperti anak kecil yang sedang di beri tahu oleh orang tuanya.


"Iya, Mas," balas Azmia.


"Apa kamu nggak ada panggilan yang sedikit romantis gitu," ujar Alby menoleh ke arah Azmia.


"He'em, apa ya? Mas aja deh selain sopan juga romantis kok," balas Azmia karena bingung harus manggil apa, dia kan tidak pernah pacaran jadi tak mengerti panggilan yang romantis untuk pasangannya.


"Panggil sayang gitu, Dik," ucap Alby memberi tahu Azmia.


"Ah ... Mas aja," balas Azmia.


"Sekali saja, Mas pengen denger," pinta Alby.


Azmia terdiam dia malu jika harus mengucapkan kata-kata itu.


"Ayo, dong Dik!" Alby mencolek pipi Azmia yang sudah berubah menjadi semu merah.


'Alhamdulillah, selamat,' batin Azmia kemudian ingin membuka pintu, tapi ternyata pintu mobil tidak bisa di buka, Alby sengaja menguncinya. Azmia menoleh ke arah Alby.


"Mas," panggil Azmia.


"Kenapa, sayang," balas Alby.


"Pintunya," ucap Azmia.


"Bilang yang romantis dong, Dik." Alby terus saja menggoda Azmia.


Dari pada nanti telat masuk kelas akhirnya Azmia mengalah mengikuti apa kemauan Alby. "Sayang, tolong buka pintunya," ucap Azmia dengan malu-malu wajahnya juga menunduk tidak berani menatap Alby.


"Coba suaranya lebih keras sedikit, Mas nggak denger." Alby sengaja mendekatkan wajahnya ke arah Azmia.


"Ah ... Mas, nanti Mia telat," keluh Mia, tapi Alby tidak menghiraukan ucapan Azmia. Dia masih saja menggoda istrinya.

__ADS_1


"Mas Alby sayang, Mia ingin keluar tolong buka pintunya," ucap Azmia dengan tersenyum manis, meskipun senyum terpaksa.


Alby tersenyum penuh kemenangan akhirnya dia berhasil menggoda istrinya. "Baiklah, eh ... tapi satu lagi." Alby mengulurkan tangannya ke arah Azmia. Azmia yang mengerti maksud Alby langsung mencium punggung tangan suaminya. Setelah bersalaman dengan Alby. Azmia bergegas ingin keluar dari mobil, tapi lagi-lagi Alby berulah, saat baru mau buka pintu Alby memegang tangan Azmia. Azmia yang terkejut langsung menoleh ke belakang dan 'cup' satu kecupan mendarat di pipi Azmia. "Selalu saja cari kesempatan," sindir Azmia.


"Nggak apa, sayang kan pahala sama istri sendiri. Kamu nggak ingin balas gitu, di sini." Alby menunjuk ke pipinya.


"Mas," keluh Azmia yang kesal dengan tingkah Alby.


"Iya-iya, sayang, tapi dengan satu syarat satu lagi di situ ya." Alby menunjuk ke arah pipi Azmia yang sebelah kiri. Azmia menghembuskan nafasnya kemudian mengangguk dari pada berdebat yang ada dia gagal kuliah, lagi pula tidak ada salahnya jika bersama yang halal. Setelah mendapatkan penyemangat pagi Alby membukakan pintu untuk Azmia sambil berbisik." Terima kasih, sayang," bisik Alby tepat di telinga Azmia.


Azmia mengangguk kemudian dengan cepat Azmia langsung keluar dari mobil lama-lama bisa bahaya berada di dalam mobil bersama suaminya.


Azmia di buat pusing dengan sikap Alby, terkadang dia penuh dengan kasih sayang, perhatian, tapi terkadang juga menyebalkan, membuatnya sakit hati.


"Assalamualaikum," ucap Azmia sambil menutup pintu mobil.


"Wa'alaikumussalam, belajar yang pintar ya sayang," ucap Alby. Azmia hanya membalasnya dengan anggukan kepala. Setelah itu Azmia melangkahkan kakinya menuju ruang kelasnya.


"Masya'Allah, berseri sekali wajah adik pagi ini, membuat Kakak semangat untuk memulai aktivitas," ucap Derry dari samping Azmia.


"Astaghfirullah, Kak Derry bikin kaget, Mia," keluh Azmia karena tiba-tiba Derry berada di sampingnya, perasaan tadi saat dia berjalan melewati gerbang tidak ada melihat Derry entah datangnya dari mana tiba-tiba nonggol.


"Ya Allah, Dik, kamu udah kayak lihat setan saja sampai segitu kagetnya lihat Kakak. Aku udah ganteng begini," ujar Derry.


"Bukan begitu lagian Kakak tiba-tiba nongol di samping. Melia mana?" tanya Azmia.


"Bisa nggak kalau lagi berdua jangan bertanya tentang orang lain," balas Derry.


"He'em, baiklah. Mia masuk kelas dulu ya Kak," pamit Azmia langsung mempercepat jalannya tidak enak jika di lihat orang jalan berduan dengan Derry apalagi Derry cowok ya lumayan terkenal di kampus takut jadi biang gosip.


"Mia, tunggu!" ucap Derry.


Namun, Azmia tak menghiraukan panggilan Derry dia semakin mempercepat jalannya agar segera sampai di kelas. Azmia sengaja menghindari Derry supaya dia benar-benar bisa move on darinya, Azmia tak ingin Melia salah paham hingga membuat persahabatannya retak hanya karena laki-laki.


"Alhamdulillah," ucap Azmia saat sampai di depan kelas. Azmia berjalan masuk ke dalam duduk di tempatnya, manaruh tas di atas meja kemudian mengambil satu buku untuk dia baca sambil menunggu kedua sahabatnya datang.

__ADS_1


__ADS_2