Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 247 Terkejut


__ADS_3

Di kantor


"Mba, Pak Dewata ada?" tanya Azmia saat tiba di resepsionis.


"Ada, Mba Mia," jawab resepsionis.


"Dia siapa?" tanya salah satu karyawan baru yang belum mengenal Azmia. Jika karyawan lama hampir semua sudah mengenal Azmia karena Papi dan Angga sering mengajak Azmia ke kantor sejak Azmia.


"Dia, Putri angkat Pak Dewata," jawab resepsionis yang sudah mengenal Azmia.


"Oh, kok gue baru lihat ya," ucapnya.


"Dia memang jarang kesini paling kalau ada kepentingan saja, karena Mba Mia itu masih kuliah," jawab resepsionis tersebut.


"Oh," ujarnya sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.


"Assalamualaikum," ucap Azmia di depan pintu ruangan Papi Dewata.


"Wa'alaikumussalam, masuk, Nak!" balas Papi dari dalam mempersilakan Azmia masuk.


Setelah mendapat jawaban dari Papi. Azmia membuka pintu masuk ke dalam.


"Duduk, sini!" Papi mempersilakan Azmia duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


Sebelum duduk Azmia lebih dulu menyalami Papi Dewata kemudian baru duduk di kursi.


"Apa terjadi sesuatu, Papi menyuruh Azmia ke sini?" tanya Azmia.


"Tidak, Nak. Papi hanya ingin minta bantuan kamu, karena Abang kamu belum pulang jadi kamulah yang harus menggantikan tugas Abang," ucap Papi.


"Tugas apa tuh, Pi?" tanya Azmia.


"Jadi begini, hari ini Papa ada tiga pertemuan dengan klien harusnya yang satu tugas Abang kamu, tapi karena Angga masih berada di perjalanan maka kamu bisa kan bantu Papi menggantikan tugas Abang kamu?" tanya Papi.


"Baik, Pi, tapi Mia ganti pakaian dulu nggak mungkin kan Mia bertemu klien seperti ini," jawab Azmia.


"Iya. Nanti kamu mau di temani sekretaris Papi ya," ucap Papi.


"Ok, Pi," balas Azmia. "Kalau begitu Mia siap-siap dulu ya, Pi," ucap Azmia.


"Iya, Nak," balas Papi Dewata.

__ADS_1


Setelah berpamitan dengan Papi, Azmia keluar ruangan berjalan menuju ruangan Angga karena di dalam ruangan Angga ada beberapa pakaiannya. Azmia sengaja menyimpan beberapa pakaian di ruang pribadi Angga untuk persiapan saat dadakan di suruh ke kantor.


Sesampai di ruangan Angga. Azmia segera masuk ke ruang pribadi berganti pakaian yang cocok untuk bertemu dengan klien.


"Permisi, Bu Mia," ucap Sekretaris Papi di depan pintu ruangan.


"Masuk saja, Kak," balas Azmia dari dalam ruangan.


Setelah mendengar jawaban Azmia, sekretaris tersebut masuk ke dalam, terlihat Azmia duduk di kursi Angga.


"Silakan!" Azmia mempersilakan sekretaris tersebut duduk di kursi yang berhadapan dengannya.


"Gimana, Kak?" tanya Azmia.


"Begini, Bu, ini adalah dokumen yang harus ibu baca terlebih dahulu sebelum kita bertemu dengan klien," ucap Sekretaris sambil memberikan dua map pada Azmia.


"Terima kasih, Kak. Kita pertemuan jam berapa ya, Kak?" tanya Azmia..


"Setelah jam lagi, Bu," jawab Sekretaris.


"Jangan panggil saya Bu, Kak. Panggil saja Azmia," ucap Azmia karena sekretaris lebih tua darinya.


"Tidak enak, Bu. Bu Mia kan atasan saya," balas Sekretaris.


"Saya panggil, Mba Mia saja biar lebih enak," balas Sekretaris.


Azmia mengangguk dan tersenyum.


Baru kali ini gue nemu atasan kayak dia, anak bos, tapi nggak mau di hormati, batin Sekretaris melihat sikap Azmia yang begitu berbeda dengan yang lain. Jika orang lain anak bos pasti mintanya di hormati, di sanjung, lha Azmia malah sebaliknya hingga membuat sekretaris heran karena dia baru pertama kali bertemu dengan Azmia.


"Kalau begitu saya permisi dulu ya, Mba. Nanti saya tiga puluh menit lagi saya kembali ke sini," ucap Sekretaris.


"Oke, Kak," balas Azmia.


Setelah kepergian sekretaris. Azmia mulai membuka beberapa dokumen yang di berikan sekretaris Papi Dewata.


Tiga puluh menit kemudian.


Azmia keluar dari ruangan menuju ruangan sekretaris.


"Kak, semua sudah di persiapkan?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Sudah, Mba Mia," jawab sekretaris.


"Kita berangkat sekarang!" ajak Azmia.


"Iya, Mba."


Mereka berdua berjalan menuju parkiran.


"Kak Lita, lupa Mia kan nggak bawa mobil," ucap Azmia saat tiba di parkiran.


"Oh, iya, saya juga hampir aja lupa, ini tadi titipan dari Pak Dewata." Sekretaris Lita memberikan kunci mobil. Tadi sebelum Papi Dewata pergi beliau menitipkan kunci mobil karena tadi Azmia bilang dia naik taksi.


"Terima kasih, Mba." Setelah Azmia menerima kunci mobilnya.


"Eh, tapi ini mobil Papi yang mana, Kak?" tanya Azmia.


"Itu, Mba yang putih," jawab Lita.


"Ok, yuk!" Azmia dan Lita berjalan menuju mobil.


***


Di restoran


"Mba, saya sudah buat janji dengan Pak Dewata," ucap seseorang pada pelayan cafe.


"Baik, Pa. Silakan!" karyawan tersebut mengantarkan pengunjungnya ke tempat di mana Papi Dewata pesan.


*


Satu jam perjalanan kini Azmia dan Lita tiba di lokasi.


"Mba, kami dari utusan Pak Dewata," ucap Sekretaris Lita pada salah satu karyawan restoran.


"Mari silakan!" karyawan tersebut mengantarkan Azmia dan Sekretaris Lita ke tempat pesanan Papi Dewata.


"Selamat siang, maaf menunggu," ucap Azmia saat tiba di meja nomor sebelas.


"Selamat siang, juga," balas orang yang sudah berada di meja tersebut.


"Kamu, untuk apa kamu kesini?" tanya orang tersebut (klien Papi Dewata) saat melihat Azmia yang datang. Beliau begitu terkejut dengan sosok yang datang.

__ADS_1


"Mohon maaf, Pak Irwan. Perkenalkan, ini Bu Mia pengganti Pak Dewata, karena beliau ada tugas jadi Bu Mialah yang menggantikan. Bu Mia ini putri dari Pak Dewata." Sekretaris Lita menjelaskan pada Pak Irwan.


Mendengar penjelasan Lita, Pak Irwan langsung terdiam, bengong, syok, terkejut.


__ADS_2