
Setelah mengambil motor di cafe Azmia pulang ke rumah, sekarang dia sudah tidak bisa bebas menginap di cafe.
"Assalamu'alaikum," ucap Azmia sebelum masuk ke dalam rumah.
"Wa"alaikumsalam," balas art sambil membukakan pintu untuk Azmia.
Setelah pintu terbuka Azmia masuk ke dalam rumah dia langsung menuju ke kamar. Sesampainya di kamar Azmia menaruh tas kecilnya di atas meja belajar kemudian ia menarik koper kecil yang tadi dia bawa dari cafe.
"Dek," panggil Ali dari depan pintu kamar.
"Iya, Mas," balas Azmia dari dalam.
"Boleh masuk nggak?" tanya Ali.
"Masuk saja, Mas pintunya tidak kunci," balas Azmia.
Setelah mendengar jawaban dari Azmia. Ali pun membuka pintu kemudian mengintip terlebih dahulu sebelum ia melangkah masuk ke dalam.
"Lagi ngapain, Dek?" tanya Ali.
"Mas ngapain ngintip begitu? kayak orang mau maling aja." Azmia yang melihat hanya kepala Ali yang masuk ke dalam kamar.
__ADS_1
"Takut ganggu jadi ya Mas intip dulu," ucap Ali.
"Enggak, kok Mia cuma lagi rapihin baju," balas Azmia masih sibuk dengan pakaian di depannya.
"Kalau begitu Mas masuk ya." Ali membuka pintu agak lebar kemudian melangkah masuk ke dalam.
"Butuh bantuan?"tanya Ali saat sudah berada di dalam.
"Tidak perlu, ini sudah hampir selesai," balas Azmia. Dia dengan segera menyelesaikan aktivitasnya kemudian setelah beres Azmia menghampiri Ali yanng duduk di sofa kamarnya.
\*
*
Ditempat lain
"Yah," panggil Bunda Rita.
"Iya, Bun," balas Ayah Wisnu.
"Bunda kangen putri Bunda, Yah, besok kita makan malam di cafe lovely," ucap Bunda.
__ADS_1
"Besok Ayah usahain ya, Bun. Mudah-mudahan Ayah bisa pulang sore," balas Ayah Wisnu karena besok beliau sedang ada beberapa jadwal pertemuan dengan klien di luar kantor jadi Ayah Wisnu tidak bisa janji sama istrinya takutnya nanti dia pulang malam.
"Iya, Yah," balas Bunda Rita.
"Sekarang kita tidur dulu yuk!" Ayah Wisnu mengajak istrinya untuk tidur terlebih dahulu karena sudah tiba saatnya jam istirahat.
Bunda membalasnya dengan anggukan kepala.
*
*
*
*
Di tempat lain
Saat Alby pulang kerja istrinya tidak berada di rumah dia pun menuju kamar yang selalu dia kunci. Alby membuka pintu melangkah masuk ke dalam tak lupa Alby menutup kembali pintu tersebut.
Alby merebahkan tubuhnya di atas kasur menghilangkan rasa lelahnya setelah seharian bekerja.
__ADS_1
Kamu tahu rumah ini sekarang sangat berbeda, tak seindah dan setenang dulu. Rumah ini sekarang seperti pasar sangat ramai, berisik meski hanya di huni empat orang saja. Dulu kamu yang selalu menjadi penenang kita semua.
Kamu tahu kini Mbok Asih yang tak pernah ngeluh kini beliau merasa lelah dan sakit hati juga karena ulah Nila. Andai kamu tahu bagaimana diriku sekarang apa kamu akan peduli padaku lagi? Maaf beribu-ribu maaf karena dulu selalu membuat mu meneteskan air mata," batin Alby sambil memandangi setiap sudut kamar yang masih sama seperti dulu tanpa ada yang berubah, semua barang-barang yang ada di kamar itupun masih tertata rapi. Meskipun tidak ia tempati untuk tidur, tapi Alby tak pernah lupa selalu membersikan kamar tersebut. Biasanya Alby akan menyuruh Mbok ASih membersihkan kamar saat dirinya pergi bersama Nila supaya istri barunya itu tidak mengetahui isi kamar tersebut. Entah sampai kapan Alby akan merahasiakan semua itu dari Nila.