Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 57 Kepulangan Rania


__ADS_3

Setelah beberapa bulan di negeri orang, kini mereka semua kembali ke tempat asalnya di mana mereka lahir dan di besarkan.


"Ternyata semua masih terlihat sama," lirih perempuan cantik setelah sampai di bandara.


"Apa ada sesuatu sayang?" tanya Mamanya.


"Tidak, Ma," jawabnya.


"Apa kamu ingin pergi ke suatu tempat, atau langsung pulang ke rumah?" tanya Papa.


"Pulang saja, Pa," jawabnya.


"Baiklah." Setelah mengambil koper mereka berjalan mencari supir pribadi yang menjemputnya. Setelah menemukan sopir mereka bergegas pulang.


Satu jam perjalanan mereka sampai.


"Selamat datang kembali, Nona Rania, Tuan dan Nyonya," sapa salah satu asisten rumah tangga.


"Iya, Bi," balas Mama Sonia.


"Ma, Nia masuk kamar dulu ya," pamit Rania.


"Iya, Sayang," balas Mama Sonia.


Setelah berpamitan pada Mamanya Rania berjalan masuk kedalam kamar. Sedangkan Mama dan Papanya pun masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"Pa, apa kita harus kasih tahu Azmia kalau kita sudah pulang?" tanya Mama Sonia pada suaminya.


"Terserah Mama saja," balas Prabu.


"Baiklah, nanti Mama akan hubungi dia supaya besok datang makan malam bersama kita," ucap Mama Sonia.


Prabu hanya membalas dengan deheman. Tak lama mereka pun terlelap dalam tidurnya.


*


*


*


"Mas," panggil Azmia.


"Iya, ada apa?" tanya Alby.


"Tadi Mama Sonia telpon nanti malam kita di suruh kerumah makan malam bersama," ucap Azmia.


Alby yang sedang merapikan bajunya berdiri di depan cermin lemari mendengar ucapan istrinya dia langsung menghampiri Azmia yang berada di sofa.


"Apa kamu ingin datang kesana?" tanya Alby.


"Iya, Mia kangen rumah. Sudah beberapa bulan Mia tidak pernah kesana," balas Azmia.

__ADS_1


"Baiklah, jika kamu pergi aku akan ikut pergi," ucap Alby.


'Entah terbuat dari apa hatimu, kamu begitu tulus menyayangi mereka sedangkan mereka apa, hanya menganggap mu sebagai tamu. Jika memang mereka orang tua yang baik maka dia tidak akan pernah menukar kamu sebagai pengganti anaknya,' batin Alby sambil memandangi wajah Azmia yang sibuk dengan ponselnya.


"Mas Alby, kenapa lihatin Mia seperti itu?" Azmia tak sengaja melihat Alby yang sedang menatapnya tanpa berkedip.


"Cantik," jawab Alby membuat Azmia langsung salting, pipinya memerah.


"Gombal," ucap Azmia, tapi di hatinya ada rasa bahagia mendengar ucapan Alby, jantungnya juga langsung berdetak dengan cepat.


"Tidak bohong memang kenyataannya begitu." Alby mendekat kearah Azmia, pindah tempat duduk yang tadinya dia di depan Azmia kini dia pindah duduk di samping sang istri.


"Sudahlah, Mas, lebih baik sekarang Mas Alby cepat berangkat ini sudah siang." Azmia mengalihkan pembicaraan karena takut tidak bisa mengontrol jantungnya yang sedang dangdutan.


"Hari ini aku lagi free jadi santai," ucap Alby.


Azmia jadi bingung harus berkata apalagi, dia memilih diam sambil mengotak Atik ponselnya.


"Mi, sampai kapan kita seperti ini?" tanya Alby.


"Maksud Mas Alby?" Azmia yang tak mengerti dengan pertanyaan Alby.


"Sampai kapan kamu terus menutup diri di hadapanku padahal pernikahan kita sudah berjalan enam bulan, tapi tak sekalipun kamu memperlihatkan sedikit apa yang berhak aku lihat," jelas Alby.


Azmia menundukkan kepalanya hatinya menangis karena belum bisa menjadi istri yang baik, tapi dia juga tidak ingin menjadi tempat pelampiasan Alby saja, karena dirinya begitu berharga dia telah mempertahankan agar tak tersentuh oleh tangan-tangan nakal yang hanya membuat dosa.

__ADS_1


__ADS_2