Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 141 Kenalan


__ADS_3

"Azmia sudah lama sekali tidak masuk, Kak," jawab Karina. Dia terpaksa berbohong karena nggak mungkin dia berkata yang sejujurnya.


'Maafin Karina, Kak. Karin terpaksa berbohong demi kebaikan bersama,' batin Karina.


"Apa kamu tahu dimana dia tinggal?" tanya Alby.


"Tidak, Kak sudah lama dia tak komunikasi dengannya," jawab Karina.


"Oh, begitu," ujar Alby.


"Iya, Kak." Karina berkata sambil menganggukkan kepalanya.


"Boleh saya bertanya lagi?" tanya Alby.


"Boleh, Kak," jawab Karina.


"Siapa wanita berkacamata yang sering bersama mu?" Alby mengajukan pertanyaan lagi.


"Oh ... itu namanya Nisa. Dia adalah mahasiswi baru di sini," jelas Karina. 'Semoga saja Kak Alby percaya,' batin Karina.


"Apa dia juga sahabat Revan?" Alby terus saja mengajukan pertanyaan.


"Iya, Kak kami memang sudah berteman lama hanya saja Nisa baru kembali dari luar kota," jawab Karina. 'Duh ... takut keceplosan Azmia mana sih lama banget ngobrol sama Pak Devan,' batin Karina. Dia mulai khawatir dengan keadaan yang seperti saat ini.


"Apa dia juga sahabat Azmia?"

__ADS_1


"Iya, Kak. Kami berteman saat SMA, tapi setelah kelulusan Nisa ikut orang tuanya ke luar kota." Karina menjawab yang ada di otaknya saja yang terpenting jangan sampai membuat Alby curiga.


"Terus apa hubungannya Nisa dengan Bang Angga?"


"Tidak ada hubungan apapun hanya sebatas karyawan dan atasan saja, Kak. Kebetulan saat itu Bang Angga sedang mencari asisten jadi saya suruh Nisa untuk melamar di situ," jelas Karina.


"Oh, seperti itu. Sekarang Nisanya mana?"


"Nisa sedang ada urusan dengan dosen," jawab Karina dengan jujur karena tadi setelah kelas selesai Pak Devan menyuruh Azmia menemuinya, jadi Karina memilih menunggu di parkiran mobil.


'Mi, cepetan datang dong aku takut kehabisan ide nih buat jawab pertanyaan yang di lontarkan Mas Alby,' batin Karina sambil sesekali memejamkan matanya berdoa semoga Azmia cepat datang.


Tak lama kemudian doa itu terkabul.


"Rin," panggil Azmia dari belakang.


"Mas Alby, kenapa dia bisa ada disini?" batin Azmia terkejut dengan sosok yang berada di samping Karina.


"Hai ... Nis. Sudah selesai?" tanya Karina.


Nisa (Azmia) hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Azmia masih berdiri tanpa ada niatan menghampiri Karina yang masih duduk di kursi tak jauh darinya berdiri.


"Kak, Karina pulang dulu ya, Nisa sudah datang," ucap Karina kemudian berdiri dari duduknya di ikuti Alby. Alby berjalan mendahului Karina menghampiri Nisa (Azmia).


"Boleh kenalan?" Alby mengulurkan tangannya. "Alby," ucapnya.

__ADS_1


"Anisa," balas Nisa sambil menangkupkan tangannya. Jika dia membalas uluran tangan Alby, Azmia takut Alby mengetahui jika itu dirinya karena nggak mungkin suami tak mengenali istrinya sendiri meski hanya sebatas jabatan tangan karena saat berkontak fisik itu bisa menguatkan sinyal hati.


"Maaf," ucap Alby sambil menarik kembali tangannya.


Azmia mengangguk sambil tersenyum kecil.


"Maaf, saya permisi dulu," ujar Azmia kemudian berjalan menuju parkiran mobil.


Alby hanya terdiam memandangi Azmia (Nisa) yang berjalan masuk kedalam mobil.


"Kenapa setiap bertemu dia gue ngerasa ada sesuatu, apa hanya perasaan ku saja atau memang ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari ku Anisa. Gue nggak boleh menyerah begitu saja gue harus bisa mencari informasi lebih dalam tentang Anisa,' batin Alby yang masih penasaran dengan sosok Anisa Az-Zahra.


**


Di mobil.


"Rin, kamu kok bisa ketemu, Mas Alby?" tanya Azmia.


"Ketemu gimana, sepertinya Mas Alby memang dengan sengaja datang kesini. Tadi saat aku keluar kelas ingin menuju parkiran tiba-tiba dia sudah ada di depan gerbang kemudian memanggil ku dan mengajakku berbicara." Karina menceritakan tentang semua yang terjadi.


"Pasti dia sedang mencari tahu tentang ku," tebak Azmia.


"Iya, tapi tenang saja aku bisa mengatasinya ya meskipun tadi sempat dag dig dug der takut keceplosan," ucap Karina.


"Aku terkejut pas lihat ada Mas Alby takut dia mengenaliku. Kalau dari jarak jauh mungkin gak terlalu terlihat, tapi kalau dari jarak dekat kan takutnya dia memperhatikan wajah bisa terbongkar semuanya," balas Azmia.

__ADS_1


"Iya, sepertinya kita sekarang harus lebih waspada," ujar Karina.


"Iya betul. Dia pasti akan terus mencari tahu tentang ku." Azmia kini mulai tidak tenang juga karena sepertinya Alby mulai mencurigainya.


__ADS_2