Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 213 Undangan lamaran


__ADS_3

Di cafe lovely tepatnya di balkon lantai tiga terlihat wanita cantik duduk seorang diri menikmati indahnya malam.


"Maaf menunggu lama," ucap seseorang yang baru datang menghampirinya.


"Tidak apa-apa. Silakan!" ucapnya mempersilakan orang tersebut untuk duduk di kursi yang ada di balkon.


"Apa ada sesuatu yang mau, Mas Alby sampaikan hingga mengajak ketemuan?" tanya Azmia tanpa basa-basi terlebih dahulu.


Ya orang yang duduk sendiri di balkon adalah Azmia dan yang baru datang yaitu Alby.


"Iya. Mas ingin mengundang kamu di acara tunangan Mas dengan Nila. Mas berharap kamu bisa hadir," jawab Alby. Dia sengaja mengundang langsung Azmia tanpa lewat telepon. Karena sekalian Alby ingin menikmati kebersamaannya dengan Azmia untuk terakhir kalinya, karena setelah tunangan dengan Nila pasti dia tak akan pernah bisa menemui Azmia.


"Alhamdulillah. Kapan acaranya?" tanya Azmia. Dia mengungkapkan rasa syukur karena kini Alby sudah membuka hatinya untuk membina bahtera rumah tangga kembali.


"Minggu depan," jawab Alby.


"Insya'Allah Azmia hadir, mudah-mudahan acaranya lancar dan nggak ada halangan apapun ya, Mas," ujar Azmia.


"Amin," balas Alby.


"Ini adalah malam yang akan selalu berkesan bagi Mas, karena terakhir kalinya Mas bisa menikmati keindahan malam berdua dengan mu duduk berhadapan seperti saat ini," ucap Alby.

__ADS_1


Azmia hanya membalasnya dengan senyuman.


Setelah berpikir matang-matang pada akhirnya Alby setuju dengan saran Bunda dan Ayah untuk meresmikan hubungannya dengan Nila.


***


Di tempat lain tepatnya di cafe cinta. Dua insan anak manusia juga sedang menikmati acara makan malam bersama. Tidak lain mereka adalah Karina dan Daffa.


Sebelum acara makan malam Azmia dan Karina memutuskan tempat yang berbeda agar tidak saling ketemu, supaya nyaman juga saat ada obrolan yang penting. Jadi Azmia menyuruh Karina di cafe cinta, sedangkan Azmia dan Alby di cafe lovely.


Karina dan Daffa juga sama mereka memilih ngobrol di balkon.


"Insya'Allah, Kak," jawab Karina. Setelah mempertimbangkan semuanya pada akhirnya Karina menerima tawaran Daffa untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.


"Baiklah, kalau begitu besok saya akan memberi tahu Bunda dan Ayah tentang acara pertemuan malam minggu besok," ujar Daffa.


"Iya, Kak," balas Karina.


"Apa saya boleh bertanya padamu?" Daffa mengajukan pertanyaan.


"Boleh, Kak," jawab Karina.

__ADS_1


"Apa kamu terpaksa menerima semua ini?" tanya Daffa. Dia nggak mau jika menjalin hubungan karena keterpaksaan. Maka dari itu Daffa memastikan terlebih dahulu sebelum semua terlanjur dalam.


"Iya, tapi Karin akan berusaha menerima semuanya dengan ikhlas," jawab Karina dengan jujur. Awalnya memang dia menerima semua ini dengan terpaksa agar terbebas dari ocehan kedua orangtuanya yang selalu menyuruhnya segera nikah, akan tetapi sekarang dia akab belajar untuk menerima keadaan.


"Jika terpaksa lebih baik kita akhiri saja, Saya nggak mau kita menjalin hubungan karena keterpaksaan," ucap Daffa ada rasa kecewa dalam hatinya saat Karina bilang iya.


"Kak, Karina kan sudah bilang akan belajar menerima semuanya. Kakak kan tahu ini terjadi begitu kilat jadi berikan waktu untuk Karin. Karin janji akan berusaha menjadi yang terbaik. Bimbing Karin supaya bisa menjadi makmum yang sesuai dengan impian Kakak." Karina berkata dengan kepala menunduk ke bawah tiba-tiba air matanya menetes begitu saja. Entah kenapa tadi saat Daffa bilang akan mengakhiri semuanya membuat hatinya begitu sakit hingga mengakibatkan tetesan air itu menetes tanpa permisi dulu.


"Hei ... kenapa menangis? apa ada yang salah dengan ucapan saya?" tanya Daffa sambil mengangkat dagu Karina.


"Lihat saya," ucap Daffa masih dengan mode tangannya memegang dagu Karina kemudian menghapus air mata Karina yang membasahi pipinya.


"Kita jalani semuanya bersama, kita sama-sama belajar, semoga kamu bisa menerima kekurangan saya," ucap Daffa.


Karina hanya membalasnya dengan anggukan kepala.


"Meskipun saya baru mengenal mu, tapi saya yakin kamu adalah yang terbaik." Daffa berkata sambil mengelus lembut kepala Karina.


"Terima kasih." Hanya itu yang keluar dari mulut Karina.


**Sedikit unik cara Allah mempersatukan mereka.

__ADS_1


__ADS_2