Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 277 Ketemu lagi


__ADS_3

"Assalamualaikum," ucap Ima di depan pintu ruangan Azmia.


"Wa'alaikumussalam, masuk Mba Ima," balas Azmia dari dalam.


Hari ini Azmia sudah mulai aktif di kantor, tapi hanya saat libur kuliah dan saat kuliah pulang siang.


"Silakan!" Azmia mempersilakan Ima duduk.


Ima mengangguk kemudian duduk di kursi yang berhadapan dengan Azmia.


"Ini jadwal hari ini, Bu ada beberapa pertemuan di luar kantor." Ima memberi beberapa dokumen yang harus di periksa Azmia terlebih dahulu sebelum bertemu klien.


"Jadwal klien pertama jam berapa, Mba?" tanya Azmia.


"Nanti jam sepuluh, Bu," jawab Ima.


"Baiklah, terima kasih ya," ucap Azmia.


"Sama-sama, Bu. Kalau begitu saya permisi dulu." Ima berdiri dari duduknya kemudian berjalan keluar dari ruangan Azmia.


Setelah Ima pergi Azmia mulai mengecek beberapa dokumen yang di berikan Ima. "Yah ... ketemu lagi," lirih Azmia saat melihat satu perusahaan yang dia kenal.


*


*


Pukul sepuluh Ima sudah bersiap untuk pergi, ia pun menunggu Azmia di meja kerjanya yang berada di depan ruangan Azmia.


"Ayo, Mba!" ucap Azmia saat keluar dari ruangannya.


"Iya, Bu," balas Ima kemudian mengambil beberapa dokumen yang sudah dia siapkan.


Mereka pun berjalan menuju parkiran.


"Kita pakai mobil kantor ya, Bu," ucap Ima.


"Iya, Mba," balas Azmia.


"Silakan, Bu!" Ima membukakan pintu lalu mempersilakan Azmia masuk kedalam mobil yang sudah berada tepat di depan pintu masuk kantor.


"Terima kasih, Mba," ucap Azmia.


Ima mengangguk dengan tersenyum kecil kemudian dia masuk ke dalam mobil duduk di samping sopir. "Pak, kita ke restoran A ya," ucap Ima memberi tahu sopir.

__ADS_1


Mereka sengaja pergi bersama sopir karena itu perintah langsung dari Papa Ari.


"Baik, Mba Ima," balas sopir tersebut.


***


Di tempat lain


"Ar, makanlah sejak semalam kamu belum makan," ucap Mama Irana sambil menyodorkan sesendok bubur.


"Ar, sedang tidak nafsu makan, Ma," balas Ardiaz yang menolak untuk makan.


"Apa kamu butuh sesuatu bilang sama Mama?" tanya Mama Irana.


"Tidak, Ma. Ar, hanya ingin istirahat saja," jawab Ardiaz.


"Baiklah." Mama Irana menaruh kembali semangkuk bubur di atas meja kemudian beliau kembali duduk di sofa agar tidak menggangu istirahat putranya.


*


*


*


Azmia dan Ima sudah tiba di restoran A. Mereka berdua langsung masuk duduk di meja pesanan Ima.


"Ini kita bertemu dengan perusahaan apa, Mba?" tanya Azmia.


"Begini, Bu karena perusahaan Y masih ada meeting dadakan di kantor jadi untuk jadwal pertemuan pertama di ganti oleh perusahaan A.


"Baiklah," balas Azmia.


Tak lama orang yang mereka tunggu-tunggu pun datang.


"Selamat siang, Bu maaf kami terlambat," ucap seseorang yang baru datang menghampiri Azmia.


"Tidak apa, silakan duduk!" Azmia mempersilakan kliennya untuk duduk.


"Bisa kita mulai sekarang?" tanya Azmia. Dia tak ingin terlalu banyak basa-basi karena tujuan awal adalah membahas pekerjaan jadi saat klien sudah datang Azmia langsung memulai inti pembicaraan agar tidak terlalu membuang waktu dengan sia-sia.


"Iya," balasnya.


Ima mulai membuka suara membahas tentang kerjasama mereka. Satu jam berlalu akhirnya mereka deal untuk kerjasama.

__ADS_1


"Boleh saya berbicara empat mata dengan, Bu Mia?" tanyanya setelah kerjasama mereka selesai.


"Apa ada sesuatu yang penting, Pak?" tanya Azmia.


"Iya, Bu," jawabnya.


"Baiklah."


Azmia memberikan kode agar Ima menunggu di meja lain. Ima yang mengerti dengan kode Azmia, iapun berpamitan berpindah tempat bersama asisten klien.


"Ada yang bisa saya bantu, Pak Irwan?" tanya Azmia.


"Iya, Bu. Ini tentang anak saya," jawab Pak Irwan. "Beberapa hari lalu Ardiaz mengalami kecelakaan dan sekarang dia sedang di rawat di rumah sakit, kakinya patah dan tangan sebelah kirinya mengalami cidera lumayan parah karena ada pergeseran pada tulangnya. Apakah saya boleh minta tolong ke, Bu Mia?" tanya Pak Irwan.


"Insya'Allah jika saya bisa pasti saya bantu," jawab Azmia. "Kira-kira saya bantu apa, Pak?" tanya Azmia.


"Saya hanya ingin minta tolong, bisakah Ibu menjenguk Ardiaz sekali saja," ucap Pak Irwan meminta agar Azmia bersedia menjenguk Ardiaz.


"Insya'Allah nanti pulang kantor saya akan ke saya," balas Azmia menyetujui permintaan Pak Irwan.


"Terima kasih ya, Bu." Pak Irwan berkali-kali mengucapkan terima kasih pada Azmia karena sudah bersedia menjenguk Ardiaz meskipun dia pernah melukai perasaan Azmia, tapi dengan baiknya Azmia menyutujui permintaannya.


"Sama-sama, Pak," balas Azmia.


Setelah obrolan itu Azmia bergegas pamit karena masih ada beberapa jadwal pertemuan dengan kliennya.


*****


Azmia : Thor kapan nih aku di pertemukan dengan jodohku kasihan reader udah pada nungguin tuh.


Author : Sabar sebentar lagi.


Azmia : Kira-kira jodohku siapa, Thor?


Author : Kamu mau pilih siapa?


Alby : Sama aku aja ya, Mi.


Ardiaz : Gue aja Mi masih mudaan.


Revan : Gue aja, Mi yang sudah pasti.


Author : Kalian nggak di tanya ngapain pada nonggol disini sono pada pulang.

__ADS_1


__ADS_2