Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 390 Buku hitam


__ADS_3

 Selesai mengerjakan kerjaannya hari ini Alby memilih pulang kerumahnya melihat keadaan rumah yang dia tinggalkan beberapa bulan ini.


 Meskipun Alby jarang pulang, tapi rumah selalu bersih. Setelah kepergian Nila Alby artnya yang dulu keluar karena alasan takut jika di rumah sendiri. Pada Akhirnya Alby harus mencari art lagi, kebetulan di belakang komplek ada seseorang yang ekonominya memprihatinkan jadi Alby memilih beliau ( Wanita dan laki-laki paruh baya) untuk tinggal di rumah dan membersihkan rumahnya.


  "Assalamualaikum," ucap Alby saat tiba di depan pintu.


 "Wa'alaikumussalam," balas seseorang dari dalam sambil membukakan pintu.


 "Bagaimana kabarnya, Den?" tanya Bi Narsih

__ADS_1


 "Alhamdulillah baik, Bi," jawab Alby.


 "Bibi sendiri gimana kabarnya?" Alby balik bertanya.


 "Bibi juga sehat, Den," jawab Bi Narsih.


 "Saya ke kamar dulu ya, Bi," ucap Alby.


 Setelah berpamitan pada Bi Narsih. Alby Menaiki anak tangga menuju kamarnya yang dia tempati bersama Nila.

__ADS_1


  Sesampainya di kamar, Alby membuka pintu melangkah masuk ke dalam. Alby duduk di pinggiran ranjang sambil memegangi foto almarhumah istrinya. 'Andai saja kamu ada di sini, kita pasti sedang berkumpul bersama bertiga, bercanda, tertawa bersama menikmati masa-masa bersama putri kita. Kamu tahu putri kita cantik, mirip sekali dengan mu. Andai waktu bisa di putar kembali maka saat itu aku tidak akan pernah mengizinkan mu pergi keluar rumah sendiri. Suatu hari nanti aku pasti akan mengajak putri kita berkunjung ke makammu. Kamu tenang di sana ya, kamu tidak perlu khawatir pada putri kita, dia baik-baik saja,' batin Alby sambil memandangi foto istrinya.


Setelah puas memandangi foto istrinya, Alby menaruh kembali foto Nila di atas nakas kemudian dia beranjak dari duduknya menuju meja rias Nila.


 Alby membuka laci meja, di dalamnya terdapat buku berwarna hitam berukuran kecil Alby mengambil buku tersebut kemudian membukanya tanpa terasa air mata menetes membasahi buku tersebut hatinya bagaikan di sayat-sayat saat membaca tulisan dalam buku tersebut.


 'Tuhan, betapa berdosanya saya karena telah mengabaikannya selama hidupnya, kenapa aku tidak pernah sadar dengan apa yang telah aku lakukan, harusnya aku selalu menjaga hatinya agar tidak melukainya. Maafkan aku ya Robb. Andai ada cara untuk ku menebus luka itu, maka akan lakukan demi kebahagiaannya,' batin Alby setelah membaca akhir dari tulisan yang ada di buku hitam tersebut.


  Isi buku tersebut

__ADS_1


Hari ini aku berhasil menikahi laki-laki yang begitu sempurna di mataku, awalnya aku memang mencintainya karena harga, akan tetapi lambat laut aku mulai mencintainya dengan setulus hati ku, tapi ketulusan itu hancur saat aku tahu jika suamiku belum bisa melupakan mantan istrinya. Aku marah, tapi aku tak bisa berbuat apa-apa, aku memilih diam seakan aku tidak mengetahui kebohongannya yang diam-diam masih menyimpan banyak kenangan dengan mantan istrinya. Rasa sakit hati, cemburu membuat ku membenci Azmia. Bukan hanya kamar kenangan, tapi juga banyak barang kenangan yang Mas Alby simpan di gudang. Aku bisa mengetahui semua itu saat aku ingin menaruh barang dalam gudang tanpa sengaja aku menyenggol sebuah bingkai foto yang tertutup kain, bingkai itu jatuh lalu aku pun berinisiatif untuk menaruhnya kembali karena penasaran dan takut ada rusak aku membuka kain tersebut ternyata itu foto Mas Alby dan Azmia saat itu pula dadaku terasa sesak. Aku pun bertanya-tanya kenapa Mas Alby masih menyimpan semua ini, meskipun tersimpan di gudang, tapi aku yakin Mas Alby memang sengaja tidak membuangnya.


__ADS_2