Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 81 Temu Besan


__ADS_3

Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri.


"Assalamualaikum," sapa seseorang.


"Wa'alaikumussalam," balas semua orang yang berada di meja nomor 3.


"Lho, Prabu, Sonia, Nak Rania," ucap Ayah Wisnu.


Mereka pun saling bersalaman.


"Ma, Pa, Kak Rania," sapa Azmia sambil menyalami keluarganya.


"Anak Mama cantik sekali hari ini, gimana, apa sudah ada kabar baik buat kami?" tanya Mama Sonia.


Azmia menggeleng-gelengkan kepalanya.


Mama Sonia benar-benar wanita bermuka dua, di depan keluarga Alby dia seakan perhatian pada Azmia, tapi jika di belakang mereka seperti singa betina.


"Ayo, silakan duduk kita makan bareng!" Ayah Wisnu mempersilakan keluarga Pranata duduk bergabung bersama mereka. Wisnu sengaja mengalihkan pembicaraan.


Karena tak enak hati dan kurang nyaman Mbok Asih, Mang Udin serta Lasmi memilih pisah meja.


"Terima kasih, Mas," ucap Mama Sonia duduk bergabung bersama. Rania dengan sengaja duduk di depan Alby.

__ADS_1


"Mas Alby, apa kabar?" tanya Rania pura-pura baru berjumpa dengan Alby.


"Seperti yang kamu lihat, bukankah kemarin kita baru saja bertemu?" ujar Alby.


"Ah ... iya, Nia lupa," balas Rania.


"Bunda dan Ayah, bagaimana kabarnya?" Rania beralih bertanya pada kedua orang tua Alby.


"Alhamdulillah, kami baik, Nak," balas Bunda dan Ayah Wisnu.


"Bunda, Ayah maafkan Rania ya waktu itu Rania sudah membuat kalian kecewa," ucap Rania dengan memasang wajah melasnya.


"Iya, Nak tidak apa-apa," balas Bunda.


"Maksudnya?" tanya Bunda.


"Jadi saat itu Rania rela pergi demi Azmia, Rania baru tahu jika Azmia mencintai Alby jadi demi kebahagiaan Azmia, Rania memilih kabur dari rumah asal Azmia bahagia." Kini bukan Rania yang berkata melainkan Mama Sonia mulai angkat bicara.


"Bukankah Azmia dan Alby tidak pernah berjumpa?" tanya Bunda.


"Iya, Mba saya pikir juga begitu, tapi ternyata Azmia diam-diam pernah melihat Alby saat Nak Alby berkunjung ke rumah. Kami baru tahu saat kami bertemu, asal Mba tahu pada saat kami menemukan Rania keadaannya sangat memprihatikan Rania seperti orang yang frustasi karena kehilangan separuh jiwanya hanya demi kebahagiaan adik angkatnya," jelas Mama Sonia.


"Jika Rania cinta pada Alby kenapa dia harus pergi kan bisa di bicarakan baik-baik," ucap Bunda.

__ADS_1


"Azmia mengancam Rania jika Rania tak melepaskan Alby," ujar Mama Sonia.


"Sepertinya Azmia tidak sejahat itu." Bunda tidak percaya begitu saja karena jika kita cinta dengan seseorang pasti akan berjuang demi bisa bersatu tidak mungkin merelakan cintanya begitu saja meskipun demi saudaranya.


"Mba Rita, kan belum mengenal Azmia," balas Mama Sonia. Orang tua yang tidak patut di contoh meskipun bukan anak sendiri, tapi setidaknya jangan pernah menghinanya di depan orang lain.


"Namun, sepertinya Alby sudah bahagia bersama Azmia, saya sudah tidak bisa ikut campur lagi urusan mereka, karena mereka sudah berkeluarga jadi semuanya saya serahkan pada Alby," ujar Bunda.


"Rania, tahu Nia salah, tapi apa tidak kesempatan lagi buat Nia untuk kembali lagi bersama Mas Alby," sahut Rania dengan memasang wajah semelas mungkin dia juga menitihkan air mata.


Azmia hanya diam mendengarkan obrolan mereka, Azmia ingin lihat bagaimana tanggapan Alby saat keluarga Pranata memintanya kembali secara terang-terangan.


"Bukannya Bunda dan tidak menginginkan kamu, dari awal perjanjian perjodohan kami adalah kamu, tapi karena kamu pergi di hari pernikahan itu sekarang Bunda dan Ayah tidak punya hak lagi atas Alby, jadi jika kalian menginginkan keadaan seperti dulu tanya saja pada Alby. Saya sebagai orang tua hanya bisa mendoakan yang terbaik buat anaknya," jelas Bunda.


"Al, kami serahkan semua kepadamu." Kini Ayah Wisnu angkat bicara.


Papa Prabu hanya diam ingin berbicara, tapi takut salah yang ada nanti kena semprot istrinya, karena keduanya sama-sama putrinya jadi Prabu tak bisa memihak diantara mereka berdua.


"Mia, akan kembalikan Mas Alby untuk Kak Rania memang dari awal harusnya bukan Mia yang berada di posisi Mas Alby. Mia hanyalah peran pengganti Kakak, karena kini Kak Rania sudah kembali maka tugas Mia sudah selesai." Azmia yang sudah tidak tahan lagi akhirnya angkat bicara. Bukan tidak ingin memperjuangkan cinta, tapi posisinya serba salah lebih baik mengalah.


Alby, Bunda, dan Ayah Wisnu begitu terkejut mendengar ucapan Azmia mereka langsung menatap ke arah Azmia.


"Sekarang keputusan ada di kamu, Al bijaklah dalam memilih karena tidak akan ada kesempatan kedua dan ingatlah bahwa penyesalan datang belakangan," tegas Ayah Wisnu. Ucapan Ayah Wisnu seakan memberikan kode pada Alby bahwa Azmialah yang terbaik untuknya meskipun baru beberapa bulan mengenal Azmia, tapi firasat orang tua itu terkadang suka bener adanya.

__ADS_1


"Iya, Yah," balas Alby kemudian terdiam menatap kearah Azmia dan Rania secara bergantian.


__ADS_2