Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 182 Mall


__ADS_3

Setelah keluar dari parkiran Bandara Azmia dan Karina bukan langsung pulang ke cafe melainkan mampir terlebih dahulu ke Mall.


"Kamu mau ngapain, Rin ke Mall?" tanya Azmia saat mobil mereka tiba di parkiran sebuah gedung bertingkat tiga.


"Mau beli kosmetik," jawab Karina.


"Ya udah deh sekalian mau cari hijab," ucap Azmia.


"Cie ... yang mau ketemu," goda Karina.


"Apaan sih, ketemu Mas Alby tuh nggak perlu dandan," ujar Azmia.


"Eh, itu dulu kalau sekarang justru kamu harus terlihat cantik, biar nggak di kata bulek setelah bercerai. Nanti di pikir kamu frustasi gara-gara cerai," jelas Karina.


"Iya juga ya, tumben pinter," ucap Azmia setuju dengan saran Karina.


"Mi, kamu mau beli hijab di toko mana?" tanya Karina. Kini mereka sudah berada di dalam mall.


"Tempat biasa butiknya Mba Leli," jawab Azmia.


"Ok, kalau begitu kita ke klinik dulu yuk! beli kosmetik," ajak Karina.


"Ok."


*


*


*


Di tempat lain


"Sepi banget ya di rumah, coba aja punya cucu kan jadi ada yang di ajak bercanda," lirih Bunda Rita membayangkan jika beliau memiliki cucu pasti dia tidak kesepian karena ada teman bercanda.

__ADS_1


"Mba Lasmi," panggil Bunda Rita pada Artnya.


"Iya, Bu," jawab Mba lasmi saat berada di samping Bunda Rita yang berada di ruang tengah sedang menonton acara televisi.


"Kita ke mall yuk, Mba belanja bulanan," ucap Bunda Rita.


"Baik, Nyonya. Kalau begitu Lasmi ganti pakaian dulu," balas Mba Lasmi.


"Iya, Mba. Saya tunggu di mobil ya," ucap Bunda.


"Iya, Nyonya." Setelah itu Mba Lasmi pergi dari ruang tengah berjalan menuju kamarnya untuk berganti pakaian karena tadi dia menggunakan daster.


Selesai berganti pakaian rapi Mba Lasmi menghampiri majikannya yang sudah berada di dalam mobil. Ia duduk di depan sebelah sopir sedangkan Bunda Rita duduk di belakang.


"Mang kita ke mall ya," ucap Bunda Rita.


"Baik, Nyonya," balas Mang sopir kemudian melajukan mobilnya menuju mall terbesar di kota A.


Di tengah persaingan mereka menuju Mall tiba-tiba Bunda menghentikan langkahnya karena melihat seseorang yang ia kenal.


"Kenapa berhenti, Nyonya?" tanya Mba Lasmi.


"Tunggu sini sebentar ya, Mba!" ucap Bunda Rita kemudian berjalan menghampiri seseorang yang berada tak jauh dari supermarket.


"Mia," panggil Bunda Rita.


"Mi, kok kayak ada orang yang manggil kamu," ucap Karina sambil mencolek bahu Azmia. Azmia dan Karina kini sedang duduk di kursi menikmati es krim karena lelah keliling.


Azmia dan Karina menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara.


"Bunda, Mi," ujar Karina sambil menepuk tangan Azmia.


"Mana?" tanya Azmia.

__ADS_1


"Tuh," lirih Karina karena Bunda Rita sudah hampir di dekatnya.


"Bunda," ucap Azmia kemudian berdiri dari duduknya menghampiri Bunda Rita. Es krim yang tadi ia makan dia berikan pada Karina.


"Sayang, kamu apa kabar?" tanya Bunda sambil menciumi pipi Azmia.


"Alhamdulillah Mia baik, Bun," jawab Azmia.


"Bunda bagaimana sehat?" tanya Azmia.


"Alhamdulillah, seperti yang kamu lihat," jawab Bunda Rita.


"Kamu lagi apa di sini?" tanya Bunda.


"Mi, lagi anterin Karina, Bun," jawab Azmia.


"Mau nemenin Bunda nggak?" tanya Bunda Rita.


"Kemana, Bun?" Azmia balik bertanya.


"Belanja bulanan di supermarket itu." Bunda menunjuk ke arah supermarket yang tak jauh dari mereka mengobrol.


Azmia mengangguk. Sebelum mengikuti Bunda, Azmia memberi tahu Karina agar menemani Bunda terlebih dahulu. "Ok," ucap Karina.


"Apa kamu keberatan jika siang ini berkunjung ke rumah Bunda?" tanya Bunda Rita.


"Tidak," jawab Bunda.


"Alhamdulillah, kalau begitu kita pulang ke rumah sekarang ya," ucap Bunda Rita.


"Iya, Bun. Mia ajak Karina ya, Bun?" Karena nggak mungkin dia pergi sendiri tanpa Karina.


"Iya, Sayang," jawab Bunda. Beliau tidak keberatan jika Azmia ke rumahnya bersama Karina yang penting baginya Azmia mau berkunjung kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2