Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 344 Tolong jangan samakan


__ADS_3

"Ar, boleh tanya sesuatu nggak?" tanya Delisa saat berada di dalam mobil perjalanan menuju pulang.


"Boleh," jawab Ardiaz.


"Kalau nggak salah bukannya saat di rumah Lu bilang kalau Azmia itu calon istri, Lu. Benarkan?" tanya Delisa.


"Iya, tapi itu hanya sebuah impian gue," jawab Ardiaz.


"Maksud, Lu?" tanya Delisa yang semakin penasaran dengan kisah Ardiaz dan Azmia.


"Ceritanya panjang, intinya sebenarnya kita nggak punya hubungan apapun kecuali sahabat," jawab Ardiaz.


"Apa, Lu nggak mau kasih tahu ke gue," ucap Delisa.


( Harusnya si Delisa nanya ke Reader ya biar langsung di ceritain 🤭🤭)


"Apa segitu penasarannya, Lu tentang Azmia?" tanya Ardiaz.


"Ya sebagai calon istri, Lu. Wajarlah jika gue ingin tahu sedikit masa lalu, Lu," balas Delisa.


Seketika Ardiaz langsung menghentikan laju mobilnya. Ia menepikan mobilnya di pinggir jalan.


"Awalnya gue di kenalin oleh Derry saat itu gue kerja sama dengan Azmia untuk menjadi pacar pura-puranya di depan mantan suaminya, tapi lambat laut gue nyaman dengan hadirnya Azmia di samping gue. Dia wanita yang mampu memberi warna dalam hidup gue. Pokonya dia wanita luar bisa yang bisa membuat gue jatuh hati padanya.

__ADS_1


Namun, semua itu hanya impian gue. Bukan Azmia menolak, tapi perbedaan keluarga yang membuat gue harus menjauh darinya, karena gue sadar bahwa gue nggak pantas untuknya." Ardiaz menceritakan tentang awal kedekatannya pada Ardiaz, tapi di tak menceritakan secara detail takut Reader bosen.🤭🤭🤭🤭


"Apa saat ini, Lu masih menyimpan hati untuk dia?" tanya Delisa.


"Sulit untuk melupakannya, tapi gue akan belajar untuk mencintai mu percayalah," jawab Ardiaz sambil menatap ke arah Delisa menggenggam tangan Delisa meyakinkannya


"Gue akan membuat, Lu jatuh hati pada gue, tapi gue minta tolong jangan pernah samakan gue sama Azmia. Ar, gue nggak sesempurna dia, cantik, baik hati, wanita karir," ujar Delisa.


"Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, setiap orang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Kita bisa saling melengkapi satu sama lain," balas Ardiaz.


"Terima kasih ya, Ar, Lu udah mau buka hati buat gue," ucap Delisa.


"Sama-sama," balas Ardiaz.


"Langsung pulang saja deh sudah sore," jawab Delisa.


"Ok." Ardiaz mulai menyalakan mobilnya kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah Delisa.


****


Di kediaman Karina


Setelah para sanak saudara dan tamu undangan pulang Karina dan Daffa masuk ke dalam kamar mengistirahatkan tubuhnya yang terasa lelah.

__ADS_1


"Kakak ingin mandi dulu atau makan?" tanya Karina.


"Mandi dulu udah gerah nih," jawab Daffa.


"Baiklah, Karin siapkan dulu airnya," ucap Karina.


"Enggak usah, Dek. Kamu istirahat saja pasti cepek juga kan," balas Daffa.


"Karin buatkan Teh hangat ya. Nanti bajunya Karin siapkan di atas ranjang," ucap Karina sebelum keluar dari kamar.


"Iya, Dek," balas Daffa. Kemudian dia berjalan menuju kamar mandi membersihkan diri.


"Non Karin butuh sesuatu?" tanya Art saat melihat Karina berjalan menuju dapur.


"Tidak, Bi. Karin cuma mau bikin Teh hangat saja untuk Kak Daffa," jawab Karina.


"Mau sekalian cemilannya nggak, Non?" tanya Art menawarkan cemilan.


"Boleh, Bi," jawab Karina.


"Baiklah, biar Bibi ambilkan piring untuk menaruh cemilannya," ucap Art kemudian mengambil dua piring, ia taruh di atas meja, lalu mengambilkan beberapa cemilan supaya Karina bisa memilih sendiri.


Setelah membuatkan Teh hangat Karina mengambil beberapa cemilan, lalu dia kembali menuju kamar.

__ADS_1


__ADS_2