Peran Pengganti Kakakku

Peran Pengganti Kakakku
Part 184 Introgasi bergantian


__ADS_3

Hidup memang tak seindah bayangan kita, tapi percayalah semua akan indah pada saatnya tiba.


***


"Kenapa kamu harus berbohong?" Karina membuka suara saat mereka sudah duduk di gazebo.


"Jika aku berkata jujur, aku takut wanita itu cemburu dan takutnya nanti malah berantem sama Mas Alby," jelas Azmia. Antisipasi terlebih dahulu dari pada nanti riweh.


"Bener juga sih, tapi kan kalau suatu saat dia tahu yang sebenarnya takutnya malah kecewa sama kamu, Bunda dan Mas Alby," ucap Karina.


"Enggak perlu di pikirin," balas Azmia. Dia nggak mau ambil pusing toh semua sudah bukan urusan dia. Azmia yakin Mas Alby juga pasti menutupi semuanya dari Nila.


"Ok. Lihat ini, Mi," ujar Karina sambil memperlihatkan layar ponselnya.


"Ternyata masih ada ya kartun itu," balas Azmia sambil tertawa.


"Terkenal pada zamannya, Mi."


Mereka tertawa geli gara-gara melihat kartun di yt.


Saat mereka sedang asyik menonton yt tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri mereka.


"Seru banget sih," ucapnya.


Mendengar ada suara Azmia dan Karina langsung menoleh ke depan. "Mas Alby," ujar Karina.


"Rin, boleh pinjem Azmia sebentar?" tanya Alby.

__ADS_1


"Silakan!" Karina memperoleh Alby berbicara dengan Azmia. Karina pergi meninggalkan gazebo menghampiri Mba Lasmi yang sedang asyik merapikan tanaman.


"Maaf karena belum cerita kepadamu," ucap Alby.


"Tidak perlu minta maaf, kita kan sudah tidak ada ikatan apapun. Mas Alby berhak memilih siapa pun untuk menjadi pendamping," balas Azmia. Dulu aja saat masih sah nggak pernah minta maaf sekarang pas udah bercerai ngapain minta maaf nggak ada guna.


"Bagaimana mana menurut kamu?" tanya Alby.


"Mia tidak bisa berkomentar apapun karena semua wanita itu sama tergantung bagaimana imamnya. Jika imamnya belok jangan salahkan makmum jika dia juga berbelok, tapi jika imamnya lurus maka insya'Allah makmum pun akan lurus. Makmum adalah cerminan imam dan contoh bagi makmumnya," jawab Azmia.


Jawaban Azmia seakan langsung menusuk ke hati Alby. Alby terdiam niatnya ingin meminta pendapat malah dapat skakmat dari mantan istrinya. Ya meskipun semua yang di ucapkan Azmia benar. Bahkan terkadang imamnya melenceng makmumnya dengan setia tetap di tempat tanpa tergoyah sedikit pun.


"Al, di cariin Nila tuh," ucap Bunda Rita menyadarkan lamuan Alby.


"Iya, Bun," balas Alby. "Mas ke depan dulu ya," pamit Alby pada Azmia.


Azmia mengangguk sebagai jawaban.


"Kenapa sih harus berbohong?" tanya Bunda Rita. Kini beliau duduk di samping Azmia.


"Demi kebaikan bersama, Bun. Nanti kalau jujur takut Mba Nilanya salah paham, marah malah jadi berantem sama Mas Alby," jawab Azmia.


"Namun, kan lebih baik Nila tahu yang sebenarnya," ucap Bunda.


"Biar Mas Alby saja yang menjelaskan, Bun," balas Azmia. Dia benar-benar sudah nggak mau ikut campur urusan Alby.


"Maafkan anak Bunda ya, Sayang," ucap Bunda Rita sambil mengelus lembut bahu Azmia.

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu di maafkan, Bun. Apapun yang terjadi pada kami itu sudah menjadi suratan takdir ilahi tugas kami hanya menjalankan apa yang Allah tentukan. Mia yakin Mba Nila orang baik mudah-mudahan dia adalah wanita yang bisa membuat Mas Alby bahagia," ucap Azmia.


"Amin. Siapapun wanita yang akan menjadi pendamping Alby, tapi kamu tetaplah anak Bunda nggak ada yang bisa menggantikan posisi kamu," tegas Bunda.


Tanpa ucapan dan kata Azmia langsung memeluk Bunda Rita dengan derai air mata. Dia sangat bahagia bisa di pertemukan dengan keluarga Bunda yang sangat tulus menyayanginya.


Dari kejauhan Karina melihat Azmia dan berpelukan dia pun ikut meneteskan air mata. 'Kamu memang wanita hebat, Mi. Semoga suatu hari nanti kamu bisa menemukan kembali keluarga yang menyayangi mu dengan setulus hati,' batin Karina.


**


Di ruang tamu


"Mas, apa sepupu kamu juga tinggal di sini?" tanya Nila.


"Tidak, dia hanya sekedar main," jawab Alby.


"Oh. Mas kita jalan yuk, Nila pengen nyari angin segar di luar," ucap Nila.


"Baiklah, kita pamitan pada Bunda terlebih dahulu," jawab Alby.


"Ok." Nila dan Alby berdiri dari duduknya. Alby mengajak Nila menuju gazebo karena Alby tahu pasti Bundanya bersama Azmia.


Tiba-tiba saat hampir sampai di gazebo Alby mengehentikan langkahnya.


"Kenapa berhenti, Mas?" tanya Nila.


"Tidak apa. Sepertinya Bunda sedang sibuk lebih baik kita langsung pergi saja," ucap Alby.

__ADS_1


"Tap __." Nila belum selesai berbicara tangannya sudah di tarik Alby untuk putar arah. 'Mas Alby kenapa sih kok aneh, aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dariku,' batin Nila.


Alby sengaja mengurungkan niatnya untuk menghampiri Bunda karena melihat Bunda mengelus lembut kedua pipi Azmia seperti orang menghapus air mata, karena Alby dari jarak jauh jadi dia tidak terlihat begitu jelas apakah Azmia menangis atau Bunda hanya mengelus lembut layaknya kasih sayang ibu dan Anak. Alby yakin pasti mereka berdua sedang berbicara serius jadi Alby memilih untuk pergi tak mau mengganggu kedua wanita tersebut.


__ADS_2